Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Permintaan Maaf



Setelah mengantarkan om Andre dan melihat mobil itu mulai menjauh hingga hilang dari pandangan mata, Vina menutup pintu dan kembali masuk kedalam dan berjalan ke arah dapur.


Saat Vina mamasuki area dapur, hal pertama yang terlihat oleh mata nya adalah kondisi dapur yang berantakan, seperti baru saja terkena angin beliung hingga membuat dapurnya berserakan.


Bagaimana tidak, cangkang telur yang berserakan di lantai, wajan bekas pengorengan telur yang sudah gosong bahkan di situ masih terdapat bekas-bekas telur yang masih menempel, lantai yang basah dan licin di tambah dengan bau amis dari tumpahan telur saat memecahkannya, seperti nya memang baru saja terjadi musibah di dapurnya.


Seperti nya niat Vina untuk tertidur harus di tunda, karena Vina tidak mungkin membiarkan dapur rumah dalam kondisi berantakan dan bau amis seperti ini, meskipun dia merasa sangat lelah karena menangis tadi namun dia tetap harus membersihkan dapurnya segera.


Melihat kondisi dapur ,membuat Vina mengalihkan pandangannya ke seluruh ruangan untuk mengetahui siapa dalang pembuat rusuh di dapurnya.


Dari posisi Vina berdiri, Vina tiba-tiba mendegar suara grasak-grusuk yang berasal dari bawah meja makan hingga pandangannya perpindah ke asal suara tersebut. Vina melihat seseorang lelaki yang di pastikan itu adalah Aldo yang berada di bawah meja makan dan sedang mengambil sendok yang jatuh.


Aldo yang sudah selesai mengambil sendok, langsung berdiri kembali dan meletakkan nya di atas meja, pada saat berdiri dia begitu terkejut ketika menyadari adanya orang lain selain dirinya di dapur karena sedari tadi Aldo mengira kalau Vina sudah tertidur pulas di kamarnya.


Tidak ingin menciptakan suasana yang tidak nyaman di antara mereka, Aldo yang memang berniat meminta maaf pun berinisiatif memulai pembicaraan dengan muka yang tanpa ekspresi.


" Hay " sapa Aldo canggung.


Vina yang di sapa Aldo merasa heran namun dia tidak menanggapinya karena antara merasa yakin dan tidak yakin apakah itu nyata atau halusinasi karena bisa di katakan ini pertama kali nya Aldo menyapa ia duluan.


Vina pun memutuskan mengabaikan nya dan berjalan ke arah dapur mengambil gelas dan mengisinya.


Sedangkan Aldo yang melihat Vina mengabaikan nya merasa kesal, niat Aldo yang awal nya ingin meminta maaf dan berbaikan dengan adiknya membuat Aldo menjadi ragu untuk melakukannya.


Vina yang sudah selesai meminum air meletakan gelas di wastafel dan berjalan ke arah belakang rumah untuk mengambil alat bersih-bersih.


Namun saat dia melewati meja makan, suara Aldo yang kembali berbicara dengannya menghentikan langkahnya untuk berjalan ke belakang rumah.


" Duduk dulu disini, aku mau ngomong sama kamu " ucap Aldo.


Meskipun merasa kesal dan agak sedikit takut dengan Aldo, Vina pun menuruti ucapan kakak nya itu dengan duduk di kursi meja makan.


Dalam hati Vina mulai berbicara sendiri, apakah makanan itu layak untuk di makan, apakah yang makannya itu tidak akan sakit perut, meskipun aroma yang keluar dari nasi goreng itu lumayan enak tetapi dari segi rasa Vina merasa sangat tidak yakin.


Sedangkan Aldo yang melihat Vina terbengong dengan tatapan mata yang mengarah ke nasi goreng buatannya dengan tatapan tidak yakin membuat Aldo menjelaskan bahwa nasi goreng itu untuk nya.


" Aku tadi masakin nasi goreng buat kamu,


aku tau kamu belum makan sedari siang, jadi kamu makan dulu ya " ucap Aldo.


Mendegar Aldo yang memasak nasi goreng untuk nya membuat hati Vina sedikit tersentuh, apa lagi melihat kondisi dapur yang berantakan maka dapat di pastikan bahwa lelaki itu sama sekali tidak berpengalaman dalam hal memasak namun kakak nya itu mau bersusah payah untuk memasakan nasi goreng untuk dirinya.


" Iya " jawab Vina.


Meskipun merasa tidak yakin namun karena Vina ingin menghargai usaha kakak nya itu, dalam keadaan ragu Vina pun mulai memasukan nasi goreng itu ke dalam mulutnya.


Saat suapan pertama nasi itu masuk ke mulut, rasa pertama yang muncul di lidahnya adalah rasa manis, sepertinya kakak nya terlalu banyak memasukan kecap manis namun meskipun nasi goreng itu terlihat berantakan Vina bersyukur karena nasi goreng itu masih bisa di makan dan tidak akan membuat dia sakit perut.


" gimana enak ? " tanya Aldo tidak yakin karena dia sendiri tidak menyipi terlebih dahulu sebelum menyajikan ke atas meja tadi.


" masih layak di makan " jawab Vina sambil memakan nasi gorengnya lagi karena meskipun nasi goreng itu tidak terlalu enak namun karena dia memang merasa sangat lapar, membuat nasi goreng di piringnya tanpa terasa akhirnya habis juga membuat Aldo sebagai chef nya merasa sangat senang karena Vina menghabiskan makanan buatannya.


Melihat Vina yang sudah selesai makan, Aldo pun berniat ingin memulai pembicaraan dengan Vina.


" Emmm, aku mau minta maaf sama kamu tentang tadi, maaf karena aku udah kasar sama kamu, sebenarnya aku ngak berniat kasar namun tadi aku kebawa emosi jadi ngak bisa ke kontrol dan berimbas jadi kasar sama kamu.


Aku benar-benar merasa menyesal tentang sikap ku tadi, seandainya kamu lebih mendegarkan perkataan ku mungkin hal tadi ngak akan terjadi " ucap Aldo meminta maaf dengan tulus dengan muka yang serius dan tatapan mata yang langsung mengarah ke dalam mata Vina.


Sedangkan Vina yang mendegarkan permintaan maaf kakak nya, meskipun merasa sakit hati namun Vina berencana memaafkan kakak nya itu, Vina tau kak Aldo tadi hanya terbawa emosi dan setelah melihat usaha kakak nya untuk meminta maaf padanya bahkan dengan mengacaukan dapur tentu saja membuat hati Vina jadi tersentuh dan akan memaafkan kakak nya.


" Iya kak, Vina juga mau minta maaf sama kak Aldo karena udah buat kak Aldo marah, namun Vina mohon sama kakak untuk ngak larang aku dekat sama Kevin, Kevin itu temen aku kak dan dia orangnya baik kok " jawab Vina.