
Setelah meletakkan kak Aldo di kursi penumpang, aku mengucapkan banyak terima kasih pada lelaki itu.
" Makasih banyak ya udah jagain kakak aku " ucap Vina tulus.
" Iya sama-sama, oh iya nama aku Alvaro " ucap batender itu sambil mengulurkan tangan mengenalkan diri.
" Aku Vina, yaudah aku pamit dulu ya,
bye " jawab Vina.
setelah menyebutkan namanya Vina pun segera masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku belakang di samping Aldo.
Namun saat ini Vina bingung ingin mambawa kakak nya itu kemana, Vina tidak mungkin membawa pulang kakak nya karena bisa di pastikan kakak nya akan babak belur, apa aku bawa ke hotel aja kali ya " pikir Vina dalam hati.
" Mau kemana ni neng " tanya pak supir.
" Ke hotel yang dekat-dekat ini aja pak " jawab Vina.
" Iya neng.
Mobil itu pun mulai berjalan membelah sunyi nya malam membawa mereka ke sebuah hotel sedangkan Aldo yang sedari tadi di samping Vina memperhatikan secara diam-diam apa yang di lakukan gadis itu dan ketika gadis itu memutuskan untuk membawa dirinya ke hotel, Aldo sangat senang karena secara tidak sadar gadis itu membantu memuluskan rencana nya.
Aldo yang saat ini ada di kursi belakang bersama Vina mulai merebahkan kepalanya ke pangkuan Vina dan Vina yang beranggapan Aldo tidak dalam keadaan sadar membiarkan saja padahal saat ini Aldo sedang tersenyum licik di paha gadis itu.
Kini sampailah mereka di sebuah hotel, dengan susah payah Vina memapah kakak nya itu hingga menuju meja resepsiosis dan memesan satu kamar, karena memang dia hanya berencana untuk meletakkan kak Aldo saja di hotel setelah itu dia akan pulang ke rumah karena bisa gawat kalau mama dan papa nya tau dia tidak ada di rumah .
Setelah mengambil kunci kamar itu, Vina langsung saja membawa Aldo ke kamar yang berada di paling ujung lorong sedangkan si lelaki yang sedang di papah Vina dengan segaja beberapa kali mengambil kesempatan seperti mencium leher gadis itu yang di buat seolah-olah tidak sengaja.
Setelah selesai mengurus Aldo dan menarik selimut menutupi badan kakak nya, Vina pun berencana untuk segera pulang namun baru saja dia berdiri sebuah tangan dengan sangat kuat menarik lengannya hingga membuat tubuh Bina terjatuh di atas tubuh Aldo.
Lelaki itu memeluk tubuh Vina dengan erat hingga membuat Vina kesusahan bernafas namun Aldo tidak berniat melepaskannya hingga Vina pun mulai berontak untuk melepaskan diri.
Namun bukannya melepaskan sang kakak malah membalik kan tubuh itu ke bawah dengan Aldo yang berada di atas namun tidak menimpa tubuh Vina karena Aldo menompang mengunakan tangannya.
Seolah di buat-buat dalam keadaan tidak sadar, Aldo mulai mencium bibir Vina namun bukan ciuman yang lembut tetapi dengan paksaan.
Sedangkan Vina yang sedari tadi memberontak mulai kehabisan tenaga bahkan tangannya sudah merah karena terus meronta dari cekraman Aldo.
Saat ini pikiran Vina benar-benar tidak karuan, pikiran dia sangat kacau dan tubuh nya mulai melemah, dia tidak tau apa yang terjadi pada tubuh nya hingga dia seperti tidak punya tenaga lagi, sambil memberontak Vina tidak henti-hentinya menangis dan mencoba menyadarkan Aldo dengan menyuruhnya berhenti.
Vina merasa sangat ketakutan apalagi kalau sampai kakak nya melakukan hal yang melewati batas, Vina tidak ingin mengecewakan Mama nya dan membuat Papa marah karena tidak bisa menjaga diri.
Namun Aldo seperti tidak terpengaruh dengan tangisan Vina yang sudah menyuruhnya berhenti dan meraung-raung menyadarkan nya, Aldo seperti orang yang sedang kesetanan yang terus melakukan dan mengikuti nafsu binatangnya karena menurutnya kesempatan seperti ini tidak akan datang dua kali.
Namun apa yang Vina takutin sekarang malah terjadi, dia merasakan sesuatu yang asing menyentuh bagian intimnya.
beberapa saat kemudian.
Saat ini Vina sedang meringkuk dalam selimut tidak bisa berhenti menangis, sekarang hidup sudah hancur, Mama Papa pasti akan kecewa padanya dan dia bingung apa yang harus ia lakukan kedepan nya.
Tidak mungkin ia meminta pertanggung jawaban kakak nya di saat papa nya ingin menjodohkan lelaki itu dengan gadis lain.
Karena telalu lama menangis membuat gadis itu kelelahan dan hingga tanpa sadar tertidur.