
Saat ini Vina tengah sibuk bertempur dengan alat-alat masak di dapur, setelah tadi mempersiapkan semua bahan makanannya, Vina pun berencana memasak cah kangkung dan ayam kecap, berhubung yang makan hanya 3 orang jadi Vina tidak akan memasak terlalu banyak menu karena juga tidak akan ada yang menghabiskannya.
Vina yang sedari dulu sewaktu tinggal di panti asuhan hanya makan secukupnya karena mereka harus irit, membuat Vina jadi terbiasa untuk tidak menyia-nyiakan makanan, jadi dia akan memasak secukupnya saja agar tidak ada makanan yang terbuang hingga mubazir.
Vina yang saat ini sedang fokus memasak ayam kecap tiba-tiba terganggu dengan suara bel pintu rumah dan dia yakin itu adalah om Andre.
Berhubung ayam kecap yang sedang dia masak saat ini sudah selesai, Vina pun mamatikan kompornya dan berlalu meninggalkan dapur menuju ke pintu depan.
Saat dia buka pintu, benar saja orang yang tadi iya pikirkan sedang berdiri di depannya dengan sebuah koper besar di tangan.
" Hai keponakan om yang cantik . " ucap Andre genit dan memeluk Vina.
Vina yang tidak terbiasa dengan sikap andre tersebut tentu saja merasa risih dan segera melepaskannya.
" Masuk om, aku tadi lagi masak buat makan malam kita dan kebetulan belum selesai jadi aku mau lanjut masak dulu.
" Wah kebetulan banget om juga laper banget butuh makan malam. " jawab Andre ambigu dengan menatap vina aneh namun Vina tidak menyadarinya.
" Barang-barang om tarok aja di kamar di bawah tangga, kamarnya juga udah aku bersihin tadi. " ucap Vina berlalu kedapur dan meninggalkan Andre di ruang tamu .
Melihat Vina yang berjalan di depannya tentu saja mata Andre tidak lepas dari tubuh Vina hingga dia menghilang dari balik dinding dapur dan setelah itu Andre pun masuk ke kamarnya dan memberes-bereskan barangnya.
Andre yang saat ini sedang ada di kamar pun dengan segera membereskan pakaiannya dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Saat ini Vina yang sedang menuangkan jus jeruknya untuk mereka ber 3, mendegar suara langkah kaki dari arah tangga yang itu artinya kak Aldo sedang menuju dapur.
sedangkan Aldo yang melihat Vina sudah selesai memasak pun langsung saja duduk di meja makan.
" kenapa piringnya ada tiga ? " tanya Aldo melupakan kehadiran om Andre.
" om Andre barusan udah datang dan sekarang lagi di kamar kak .
Tidak lama setelah itu, orang yang mereka bicarakan pun muncul di meja makan dengan keadaan yang lebih fres di bandingkan tadi karena baru saja siap mandi .
" Wah udah pada siap ni, lagi nungguin om ya " ucap Andre dengan tatapan yang terarah ke Vina bukan ke arah makanan.
" Iya om, yaudah ayok kita makan om, Vina udah laper banget ni, tadi siang ngak sempat makan gara-gara ketiduran " ucap Vina dengan cengar-cengir.
Mendegar ucapan Vina, Andre pun merasa gemas dengan keponakan sexy nya itu, Andre pun tanpa sadar mengelus rambut Vina dan mencubit pipi Vina.
Sedangkan Aldo yang sedari tadi diam saja, hanya makan dalam diam, namun dalam hati merasa sangat kesal dengan om yang tidak di anggap nya itu.
Berani-beraninya lelaki itu menyentuh gadisnya itu, awas saja aku pasti bakalan nyari cara supaya ngebuat om Andre cepet balik ke asalnya dan ngak nganggu waktu aku sama Vina lagi " ucap Aldo dalam hati dengan kesal.