Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Aldo Cuci Mata



Mendegar permintaan Vina untuk melarangnya dekat dengan Kevin sebenarnya membuat hati Aldo menjadi panas namun karena mengingat situasi yang saat ini tidak memungkinkan untuk mengekang Vina membuat Aldo harus mengesamping kan dulu sikap egoisnya, karena akan ada saat nya suatu hari nanti dia akan mengurung gadis itu untuk dirinya sendiri dan tidak akan membiarkan lelaki lain mendekati nya.


" Oke " jawab Aldo singkat.


Acara makan malam itu pun selesai dengan Vina yang segera pergi ke dapur untuk membersihkan kekecauan yang di buat kakak nya sedangkan lelaki itu hanya duduk diam di meja makan sambil memperhatikan semua gerak gerik Vina tanpa merasa bosan dengan tatapan mata yang tidak berkedip.


Setengah jam Vina membersihkan dapur membuat Vina merasa lelah dan dapur yang tadi nya berantakan kini sudah bersih kembali, sedangkan sipembuat kekecauan masih betah duduk di meja makan selama setengah jam.


Vina yang sudah siap beres-beres berjalan ke luar dapur dan melihat kakak nya yang masih duduk di situ.


" Kak ngapain masih di sini ? " tanya Vina.


" Tungguin kamu " jawab Aldo.


Meskipun merasa heran karena untuk apa juga kakaknya menunggu dia beres-beres, lagian juga dia tidak perlu di temenin.


" Yaudah deh kak, aku mau ke kamar dulu ya,


aku mau istirahat " ucap Vina.


" Iya " jawab Aldo.


Vina pun langsung berjalan melewati Aldo dan menuju kamar nya, ketika sudah sampai di kamar, Vina langsung melepaskan baju dan memasukan ke dalam keranjang baju kotor, kemudian mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.


Lima belas menit Vina sudah menyelesaikan ritual bersih-bersihnya, Vina keluar dengan wajah yang segar dan rambut yang basah terbungkus handuk di kepala dan handuk kecil yang membungkus badannya.


AC yang hidup di kamar itu membuat sang pemilik kamar menjadi kedinginan dan tidak ingin berlama-lama dengan kondisi seperti itu.


Vina segera menuju lemari dan mengambil sepasang gaun tidur tipis yang akan dia kenakan.


Vina pun melepaskan handuk di badannya dan kini hanya tersisa sepasang daleman yang sexy yang membungkus tubuh montok itu.


Vina yang berniat ingin memakai baju tidur, terkejut dengan suara pintu yang tiba-tiba terbuka membuat Vina menoleh kepala nya kebelakang dan melihat sang kakak yang saat ini berdiri di depan pintu dengan keadaan terdiam.


Melihat itu membuat Vina segera sadar dari keterkejutannya dan dengan segera Vina mengambil handuk nya kembali dan menutupi badannya.


Sedangkan Aldo yang berada di pintu seakan sadar bahwa dia sudah melakukan kesalahan dengan masuk ke kamar gadis itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan pasti membuat sang pemilik kamar menjadi marah karena sikap tidak sopan nya.


Aldo dengan segera keluar kembali dari kamar itu dan berdiri di depan pintu kamar Vina dengan keadaan jantung yang masih berdebar dag dig dug.


Padahal sebenarnya Aldo hanya berniat ingin memberikan hpnya pada gadis itu, karena mama nya menelfon dan ingin berbicara dengan Vina. mama nya tadi juga sudah menelfon ke no Vina namun gadis itu tidak mengangkat nya, maka diri itu Aldo berniat ingin mengecek apakah gadis itu sudah tertidur apa belum.


Aldo tadi bahkan bisa melihat dengan jelas walaupun masih terhalang dengan bra bahwa dada gadis itu sudah tumbuh menjadi lebih besar, bulat dan kencang. Itu terlihat lebih mempesona dibandingkan pertama kali dia melihat nya.


Meskipun hal tadi pasti akan membuat gadis itu marah, namun Aldo merasa sangat senang walaupun dia hanya melihat sebentar .


Sedangkan Vina di dalam kamar yang khawatir kalau kejadian tadi akan terulang lagi membuat dia tidak jadi memakai gaun tidur tipis itu dan menganti nya dengan baju tidur lengan panjang.


5 menit sudah Aldo menunggu di depan pintu tanpa suara hingga Aldo memutuskan untuk mengetuk pintu kamar itu sekaligus ingin meminta maaf dan dalam sehari Aldo sudah dua kali meminta maaf hari ini pada Vina.


Tok...tok..tok..


" Kamu udah selesai pakek baju ?


boleh aku masuk? " tanya Aldo menunggu persetujuan dari pemilik kamar.


Sedangkan Vina yang berada di dalam kamar, mengira kalau kakak nya sudah kembali ke kamar nya namun setelah mendegar suara ketukan pintu membuat dia berfikir apakah kakaknya sedari tadi berada di depan pintu kamarnya.


Untuk apa lagi kakak nya itu ke kamar nya, Vina juga merasa sangat malu harus bertatap muka dengan kak Aldo setelah kejadian tadi, membayangkan itu membuat muka Vina menjadi sangat merah seperti kepiting rebus.


" Udah kak.


Boleh, masuk aja " jawab Vina dari dalam.


Aldo pun mulai membuka kembali pintu itu dengan canggung dan masuk kedalam,


tidak ingin membuat suasana menjadi tidak nyaman berlama-berlamaan membuat Aldo segera meminta maaf.


" Maaf ya, aku tadi ngak sopan langsung masuk ke kamar kamu " ucap Aldo.


Karena mau bagaimana pun Aldo tidak ingin membuat gadis itu tidak nyaman apa lagi sampai harus menghindari nya nanti, karena kejadian tadi terjadi dalam keadaan gadis itu sadar, berbeda dengan kejadian-kejadian yang Aldo lakukan ketika gadis itu tidak sadar, Aldo tidak merasa menyesal sedikit pun melakukan nya malah dia merasa sangat bahagia dan bangga pada diri sendiri.


" Iya ngak apa-apa kak, tapi lain kali kak Aldo jangan lupa ketuk pintu dulu sebelum masuk,


ngomong-ngomong kakak mau ngapain ke kamar aku " tanya Vina.


" Iya, itu tadi mama nelfon ke aku dan nanyak kenapa kamu ngak akan telfon mama dan rupanya kamu lagi mandi,


yaudah kamu telfon mama sendiri aja ya, pakek hp kamu " jawab Aldo.