
Saat Vina turun ke bawah dia melihat sang mama yang sedang mengobrak abrik isi kulkas, Vina pun langsung berjalan ke arah sang ma.
" Lagi ngpain ma " tanya Vina membuat sang mama kaget.
" Ya ampun kamu ngangetin mama aja, kamu ngapain turun kamu istirahat aja " ucap mama.
" Aku udah sembuh kok ma, udah ngak pusing lagi, mama mau masak, aku bantuin ya? " ucap Vina.
" Rencana nya sih mama mau masak cuma ngak ada bahan-bahan nya, kamu beneran udah sembuh.
Kamu mau temenin mama belanja ngak sayang, sekalian mama juga harus belanja banyak untuk acara makan malam besok " ajak sang mama.
Mendegar ucapan sang mama nya kembali menyadarkan Vina bahwa sang kakak sebantar lagi akan bertunangan lalu bagaimana dengan nasib nya, Vina pun melamun dengan muka sedih hingga membuat sang mama heran
" Kamu kenapa sayang, kok melamun? " tanya mama.
" Ngak apa-apa ma " ucap Vina sambil memeluk sang mama dari samping.
Yaudah ayo kita pergi belanja biar ngak kesorean banget kita pulang nya.
" Yaudah kamu tunggu di depan aja ya, mama mau panggil aldo dulu supaya ada yang nyetir sekalian mama mau ambil tas di kamar " ucap sang mama.
Mendegar ucapan sang mama yang mengatakan akan memanggil kak Aldo membuat Vina tidak karuan, Vina merasa belum siap untuk bertatap muka dengan sang kakak namun kalau dia mengatakan tidak ingin di antar oleh kak Aldo malah akan menimbulkan kecurigaan di mata sang mama dan Vina hanya bisa pasrah saja nanti .
5 menit Vina menunggu sang mama di luar namun sang mama belum juga turun.
Sedangkan di kamar Aldo, sang mama yang ingin mengajak Aldo pergi belanja namun lelaki itu malah tidak ingin ikut dan menyuruh sang mama mengajak papa atau naik taksi saja, memang anak durhaka di Aldo " ucap sang mama.
" Ayo dong sayang temenin mama, nanti ngak ada yang bantuin angkat barang-barang nya, mama sama Vina kan ngak sanggup angkat " ucap mama.
" Vina ikut juga ma, " tanya Aldo langsung bangun dari ranjangnya dan berdiri dengan semangat " tanya Aldo.
" Kenapa kamu tiba-tiba jadi semangat gitu pas mama bilang Vina juga ikut " tanya mama nya heran.
Mendegar ucapan mama nya Aldo pun mulai gelalapan.
" Siapa yang semangat, biasa aja kali ma.
Yaudah ayo Aldo temenin kasian kan kalian cewek-cewek ma, jadi sayang kalau angkat-angkat barang nanti capek " ucap Aldo mulai ngaur.
Mereka pun langsung turun ke bawah dan melihat Vina yang duduk di kursi teras .
" Ayo sayang kita pergi " ajak sang mama.
Tanpa mehiraukan sang kakak, Vina pun langsung berjalan ke arah mobil dan duduk di kursi penumpang dengan mama.
" Dikira aku supir apa " ucap Aldo menyindir karena Aldo duduk seorang diri di depan, namun sang mama malah menertawakan dirinya.
" Kan kamu emang jadi supir nya mama hari ini, udah jalan terus kamu jangan banyak protes " ucap mama Aldo dengan tertawa dan Aldo yang menyetir dengan muka sebal.
Kini mereka telah sampai di pasar, bukan seperti orang kaya lain yang suka berbelanja di supermaket, mama Aldo lebih suka berbelanja di pasar rakyat karena dengan begitu mereka bisa sekaligus membantu masyarakat-masyarakat kecil walaupun tidak secara langsung.