
Saat ini Vina dan Aldo sedang berada di rumah berdua sedangkan sang mama sedang pergi ke kantor dengan membawa bekal makan siang untuk sang suami.
Aldo sendiri sudah menyelesaikan Kuliahnya tidak lama setelah ia sembuh beberapa bulan lalu dan sekarang lelaki itu sudah bekerja di perusahaan papa nya dan menjabat sebagai direktur perusahaan.
Namun kondisi Vina yang sudah memasuki Hamil tua membuat Aldo lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dari pada di kantor, ia hanya akan kekantor kalau keadaan mendesak saja namun selebihnya semua pekerjaan akan dia lakukan di rumah atau di serahkan ke sekretaris pribadinya.
Beruntung Aldo juga mendapatkan sekretaris yang pinter dan cekatan hingga membuat beban dia sedikit berkurang dan dia jadi mempunyai lebih banyak waktu bersama Vina karena dengan kondisi Vina yang seperti sekarang membuat Ia tidak tega meninggalkannya sendiri.
Dan Alasan lainnya karena Aldo ingin ketika Vina mau melahirkan nanti Aldo bisa jadi orang yang selalu ada di dekat dia dan itu semua ia lakukan untuk menebus masa beberapa bulan kehamilan Vina yang tanpa di temenin dirinya.
Vina yang dulu selalu di perlakukan seperti adik tiri sekarang malah kebalikan karena sekarang Aldo memperlakukan vina seperti ratu di rumah itu, segala kebutuhan Vina kini di sediakan oleh Aldo bahkan untuk makan saja sering kali Aldo mengantarkan ke kamar perempuan itu dengan alasan tidak ingin membuat sang ibu dan anak dalam kandungannya capek.
Tidak hanya itu saja bahkan untuk ke kamar mandi Vina tidak di perbolehkan pergi sendiri tanpa ada aldo yang menemani karena takut Vina terpeleset di kamar mandi yang nantinya akan membahayakan kandungannya. Lelaki itu benar-benar berubah dari kebalikan sifatnya yang dulu hingga membuat Vina merasa sangat senang akan perhartian dari papa anaknya.
Dan saat ini mereka berdua sedang duduk di ruang tamu dengan sepiring buah yang sudah di potong-potong berada di pangkuan Vina sedangkan Aldo berada di sampingnya dengan laptop yang menyala dan beberapa berkas yang sedang ia kerjakan.
" Ahhhkkk " Teriak Vina sambil memegang perutnya yang sakit hingga membuat Aldo yang sedari tadi fokus pada laptopnya beralih melihat ke arah Vina.
" Kamu kenapa sayang?
Perut kamu sakit ya?
Kamu sih kebanyakan makan dari tadi " omel Aldo namun omelan itu berhenti ketika melihat darah mulai mengalir di kaki Vina.
" Ya ampun sayang kamu berdarah.
Mendegar suara kesakitan dari Vina membuat Aldo panik hingga menambah kecepatan mobilnya hingga beberapa kali kata-kata makian keluar dari para pengemudi lain karena Aldo yang mengemudi dengan cepat.
" Sabar dulu sayang ya, kita udah mau sampai ni, kamu jangan tertidur ya.
Kamu harus bertahan supaya bayi kita baik-baik aja " Aldo terus saja mengajak Vina berbicara walaupun perempuan itu sedari tadi tidak menjawab satu pertanyaan pun.
Hingga kini mereka sampai lah di rumah sakit dan dengan tidak sabaran Aldo mengendong Vina sambil berteriak memanggil suster.
" Suster...Suster...
Tolongin istri saya mau melahirkan " pekik Aldo dengan suara keras hingga membuat beberapa orang yang berada di rumah sakit itu melihat ke arah mereka namun lelaki itu terlihat tidak perduli sama sekali.
sangking kerasnya suara Aldo berteriak tadi membuat Vina yang berada di dalam gendongan Aldo ikut terkaget hingga dengan kesal Vina pun mengigit teliga Aldo karena kebetulan mulutnya berdekatan dengan teliga Aldo.
" Ngak usah teriak-teriak kak bikin kaget aja tau, malu juga kali diliatin banyak orang " ucap Vina dengan kesal sambil menahan sakit.
Namun kepanikan yang di rasa Aldo mengalahkan rasa sakit yang ia rasakan saat Vina mengigit teliganya padahal bisa di katakan perempuan itu mengigitnya lumayan kencang.
Kini Vina yang sudah di rebahkan di ranjang pasien langsung saja diperika oleh dokter dan Aldo yang ingat belum menghubungi sang mama langsung saja menelfonnya dan mengatakan Vina akan melahirkan sekarang juga di rumah sakit Xxx.
Setelah menelfon sang mama Aldo pun Ikut masuk kedalam rumah Ruangan setelah meminta izin pada dokter dan Dokter mengatakan kalau sang Suami di izinkan untuk mendampingi sang istri melahirkan.
Meskipun proses melahirkannya akan dilakukan beberapa saat lagi karena masih harus menunggu beberapa pembukaan lagi namun Aldo tidak beranjak sedikitpun dari ruangan itu dan setia menemani dan mengengam tangan Vina menyalurkan kekuatan agar wanita itu bisa kuat dan memberikan beberapa kata penyemangat agar wanita itu tidak terlalu takut dan gugup.