
Setelah mereka bertiga turun dari mobil langsung saja mereka masuk ke dalam pasar dengan Vina dan mama nya yang berjalan di depan dan Aldo yang berjalan di belakang seperti bodyguard.
Berbeda dengan mama nya yang biasa dengan suasana pasar yang rame, ribut dan bau, begitu pun dengan Vina yang sudah tidak merasa asing karena sedari dulu dia juga sering membantu ibu panti belanja di pasar.
Tapi berbeda lagi dengan Aldo yang paling malas ketempat seperti itu karena dia terbiasa berbelanja di mall seperti orang kaya lainnya.
Aldo sedari tadi asik mengeluh dan cerewet berkomentar pada mama nya kenapa mama nya harus berbelanja di tempat seperti ini, namun sang mama hanya menghiraukan saja seperti angin lalu.
Saat ini mereka sudah hampir setengah jam berbelanja dengan kondisi tangan Aldo yang sudah penuh dengan kresek belanjaan membuat dia kesusahan membawa nya, namun sang mama dan Vina tidak sedikit pun niat membantu.
Dalam hati Aldo terus saja mengomel terhadap dua wanita di depan nya ini, mereka seperti sengaja mengerjainya bahkan mama nya sudah dua kali bolak-balik di tempat yang sama entah apa yang mamanya cari.
Karena sudah merasa lelah dan pegel Aldo pun berencana mengajak mama nya pulang.
" Ma udahan aja ya belanja nya, aku pegel ni bawa belanjaan banyak banget " ucap Aldo.
Entah Aldo sadar atau tidak sebenarnya mama nya sudah selesai berbelanja semua kebutuhan dapur namun mama nya merasa kesal dengan Aldo yang tadi tidak mau di ajak berbelanja namun saat di bilang Vina ikut langsung saja pergi dan juga dengan tingkah ke kanak-kanakan Aldo yang sedari tadi terus saja protes dan cerewet saat mereka pertama belanja.
Maka dari itu mamanya memberikan kode lewat mata pada Vina untuk mengerjain Aldo dengan mengajak Aldo keliling pasar rakyat yang lumayan luas dengan banyak belanjaan di tangan dan di sebabkan parkiran yang lumayan jauh membuat Aldo males bolak balik untuk meletakkan belanjaan.
Vina yang sepertinya langsung mengerti kode yang di berikan sang mama langsung saja bergabung dengan rencana itu untuk mengerjain lelaki itu. Namun sedari tadi mereka bertiga bersama tidak ada satu patah kata pun keluar dari bibir wanita itu untuk Aldo.
Vina sedari tadi hanya berbicara dengan sang mama dan mengabaikan sang kakak, Vina menganggap saat ini mereka hanya berdua dengan mama membuat Aldo yang sedari tadi sudah bete dengan belanjaan itu di tambah lagi dengan sikap Vina yang acuh.
Meskipun Aldo menyadari itu semua juga karena ulah nya sendiri tapi tetap saja dia merasa tidak terima di cuekin seperti itu apa lagi selama ini banyak gadis yang mengejar-ngejarnya dan biasa nya dia yang selalu mengabaikan para wanita-wanita itu dan sekarang keadaan itu berbalik pada nya.
~ Hai -hai untuk para pembaca, kalau author mau minta tip nya boleh ngak. bagi yang bersedia dan suka dengan novel ini author berharap sedikit tip dari para pembaca, tapi kalau ngak mau kasih ngak apa-apa juga. 😊😁