Vina and Aldo

Vina and Aldo
# Tanda Merah



Setelah memastikan Vina memasuki kamar, baru lah Aldo keluar kembali dari kamarnya dan turun ke dapur untuk mengambil minum.


Pada saat dia turun ke dapur dia masih melihat om nya yang masih duduk di sofa sambil menyesap coklat panas.


Sedangkan Andre yang melihat Aldo turun dengan cepat meminum coklat panasnya kemudian berdiri dan kembali ke kamar karena dia cukup males berdebat dengan keponakan nya itu.


Aldo yang melihat itu hanya membiarkan saja dan berlalu kedapur dan setelah mengambil minum, Aldo pun kembali ke kamar nya.


Saat ini jam yang sudah menunjukan pukul setengah 12 malam, namun Aldo belum juga terlelap.


Aldo yang saat ini ada di kamar masih memikirkan kejadian tadi , bagaimana om Andre menyentuh gadis itu dan membuat emosinya meluap dan dia berniat untuk mempertegas pada om Andre bahwa Vina itu adalah gadisnya.


Tanpa mau membuang waktu lagi dengan segera Aldo mengambil kunci candangan yang sudah iya simpan di laci kamarnya dan berlalu menuju ke kamar gadis itu.


Aldo mulai membuka kamar itu dan masuk mengendap-ngendap kedalam kamar yang memiliki cahaya minum itu.


Dengan pelan Aldo mengelus rambut Vina dengan penuh perasaan sayang namun sayangnya perlakuan lembut itu hanya di lakukan ketika Vina dalam keadaan tidak sadar.


Berlahan bibir itu mulai menyentuh bibir pink yang selembut kapas itu dan menciumnya dengan pelan dan ciuman itu hanya berlangsung beberapa detik.


Setelah puas dengan bibir, kini ciuman itu mulai berpindah ke area leher Vina dan mulai menciumnya dengan kuat di beberapa tempat dan Aldo yakin bahwa ciuman itu besok akan meninggalkan bekas.


Memang itu lah niat Aldo sedari tadi masuk ke kamar Vina, ia ingin menghukum gadis itu karena sudah dekat-dekat dengan om Andre hingga membuat dirinya terbakar emosi cemburu dan dengan adanya tanda itu besok pagi pasti om nya itu akan melihat, dengan begitu om nya itu bisa sadar bahwa Vina itu adalah miliknya.


Setelah merasa puas, Aldo keluar dari kamar itu dan tidak lupa mengunci nya kembali seperti biasa dan masuk ke kamar sendiri untuk tidur.


Skip besok pagi.


Pagi harinya Vina terbangun pagi seperti biasa karena hari ini dia ada jadwal mata kuliah pagi.


Setelah bangun dia langsung menuju ke kamar mandi namun saat dia membuka baju lagi-lagi dia melihat tanda merah yang berada di lehernya seperti beberapa hari yang lalu.


" Ya ampun kok aku bisa di gigit serangga lagi sih, aku harus bilang ke kak Aldo supaya bisa di datangin orang pembasmi serangga, masak aku kenak gigit terus sih, sampek merah-merah gini lagi " ucap Vina sambil berbicara sendiri.


Vina pun dengan segera mandi dan kemudian setelah dia siap dengan setelan kampus nya dia pun turun ke bawah dan melihat kak Aldo dan om Andre yang saat ini sedang sarapan di meja makan.


Andre yang pertama kali menyadari kehadiran Vina mulai menyapanya.


" pagi keponakan om yang cantik "sapa Andre.


Vina pun dengan segera duduk di depan Andre dengan Aldo yang berada di sampingnya.


" Pagi juga om " jawab Vina.


Andre yang ingin berbasa-basi lagi dengan Vina mengurungkan niatnya saat dia melihat sesuatu yang dia tau dengan jelas itu apa bewarna merah berada di leher Vina dan Andre pun langsung melihat ke arah Aldo yang saat ini sedang memperhatikan nya dengan tersenyum kemenangan.