
" aldo mau jujur sama mama sama papa.
hal itu terjadi sebulan yang lalu tepatnya pas makan malam saat papa ngomongin perjodohan aku sama clara.
saat itu aku yang tidak bisa menerima itu semua merasa marah banget hingga aku ke club sampai mabuk dan batender di club itu menghubungin vina buat jemput aku karena keadaan aku yang mabok berat dan karena tidak ingin membuat aku di marahin papa saat itu vina pun membawa ku hotel.
namun saat itu aku yang dalam keadaan tidak sadar malah memerkosa vina ma. " jelas aldo sambil menunduk menyembuyikan rasa bersalahnya.
plakk..plaakk..plakk..plakkk
" dan suara tamparan kembali terdegar di ruangan itu dan bukannya sekali tapi berkali-kali sang mama menampar aldo melampiaskan amarahnya terhadapat kelakuan bejat anaknya namun aldo hanya diam dan menerima saja karena memang dia tau cara yang dia lakukan selama ini salah.
" dia itu adik kamu , anak mama aldo.
kenapa kamu tega banget ngelakuin itu ke dia, mama tau selama ini kamu ngak suka sama dia tapi mama benar-benar ngak nyangka kamu sejahat itu aldo. dan mama kira selama ini mama sudah mendidik kamu dengar benar tapi apa semua ini .
" aldo juga ngak sengaja ma, aldo waktu itu mabuk. " ucap aldo mencoba membela diri
meskipun aldo sudah menceritakan kejadianya namun aldo tidak sepenuhnya jujur, ada beberapa kejadian yang masih dia karang dengan kebohongan seperti dia bilang tidak sadarkan diri/melakukan dengan keadaan mabuk dan tidak sengaja melakukannya.
" mama benar-benar kecewa sama kamu dan kamu harus temukan vina secepatnya dan kalau sampai terjadi apa-apa pada cucu mama sampai kapanpun mama ngak akan maafin kamu. " ucap sang mama sambil keluar dari kamar itu
duk.. dukk..dukk
belum hilang rasa sakit dari akibat tamparan sang mama tadi kini aldo kembali merasakan bogem mentah sang papa hingga membuat aldo tergeletak di lantai tanpa sempat melawan.
" dasar anak kurang ajar kamu, tidak tau diri dan bisanya bikin malu keluarga.
pernikahan kamu dengan clara dua minggu lagi dan kamu malah berulah. kamu benar-benar bikin malu papa dengan keluarga om alvin kalau sampai mereka tau. " ucap sang papa dengan suara keras
" ini semua gara-gara papa, kalau saja papa saat itu tidak menjodohkan aldo semua ini ngak akan seperti ini . " jawab aldo dengan lantang
hingga bertambah dua kali lagi bogem sang papa mengenai pipi aldo dan kondisi aldo saat ini seperti baru saja di hajar oleh segerombolan preman dan itu terlihat menyedihkan.
dan sang papa setelah merasa puas menghajar anak laki-lakinya, sang papa pun berniat ingin keluar dari kamar itu namun sebelum ia keluar dari kamar itu sang papa tetap mengutarakan ketidak setujuannya terhadap pernikahan aldo dan vina.
" terserah kamu mau cari vina kemana atau kamu mau bawa dia pulang kembali ke rumah ini namun papa tetap tidak setuju kalau kamu harus menikah dengan vina. " setelah mengucapkan itu sang papa pun keluar dari kamar itu meninggalkan aldo sendiri di kamar orang tuanya.
dan untuk pertama kalinya setelah aldo melewati masak kanak-kanaknya lelaki itu kini kembali menangis , aldo menangis dengan histeris menumpahkan segala beban yang selama ini selalu menganjal di hatinya.
hati aldo begitu sakit melihat tatapan kecewa sang mama dan begitu marah terhadap keras kepala nya sang papa dan yang lebih membuatnya sakit kini fikirannya terus di hantui oleh bayangan vina, bagaimana kondisi vina saat ini dan keadaan bayi mereka bahkan saat ini aldo merasa sangat merindukan perempuan itu.