Uncomfortable Love

Uncomfortable Love
BAB 63. Untung Tidak Jadi Salah Faham.



Baru saja Zodi memasuki rumah sakit dan hendak berjalan masuk ke dalam gedung ketika ia melihat Ibra dan Nilam berjalan ke arah samping. Tidak menunggu waktu lama lagi, ia segera mengikuti mereka. Ia bersembunyi di balik dinding dan memperhatikan keduanya.


“Ib, bilang kalau ini semua Cuma bohong? Kamu lagi ngeprank aku, kan? Kamu bilang Zodi itu sepupu kamu? Kok kalian pacaran? Gak mungkin banget. Iya, kan?” nampaknya Nilam sednag berusaha menolak semua informasi yang ia ketahui.


Ibra masih diam saja menatap tajam kepada Nilam.


“Aku pacar kamu lho, Ib. Kok kamu tega selingkuhin aku? Kan......”


“Aku bukan pacar kamu, Lam. Kita gak pernah pacaran. Dan Zodi, bukan sepupu aku.” Ibra memotong kalimat Nilam. Wajahnya nampak geram sekali.


“Terus kedekatan kita selama ini kamu anggap apa?” Nilam mulai terisak.


“Aku cuma nganggap kamu temen. Sama kayak yang lainnya. Aku deket sama kamu itu, biasa kayak aku deket sama yang lain. Kenapa kamu jadi baper?”


“Tapi kamu dulu nembak aku kan, Ib?”


“Aku memang pernah suka sama kamu. Tapi kamu sendiri yang gak pernah respon perasaanku, Lam. Sekarang aku udah gak punya perasaan sama kamu. Jadi tolong, jangan berprasangka sendiri. aku gak pernah bilang kalau kita ini pacaran.” Elak Ibra. Ia sadar ia terkesan menjadi pria brengsek saat ini. “Kita dekat selama ini juga karna kamu yang selalu merengek minta ikut sama aku. Minta diantar pulang, minta ini-itu. aku gak nolak karna memang posisiku sedang free. Tapi sekarang aku mohon kamu buat jaga jarak sama aku. Aku gak mau Zodi salah faham sama kedekatan kita.”


“Gak, Ib. Aku gak mau. Aku bakalan tetap anggap dia sepupu kamu. Pokoknya aku gak terima di giniin, Ib. Aku gak terima. Kamu jahat. Kamu permainin perasaanku. Kamu brengsek. Aku bakalan buat perhitungan sama cewek kegatelan itu.” sepertinya Nilam sedang kalap sehingga ia tidak bisa menyadari apa yang sudah keluar dari mulutnya.


“Jangan sekali-kali kamu ganggu tunanganku. Atau aku gak akan tinggal diam. Aku gak mau mempermalukan kamu, Lam. Jadi cukup. Tolong.” Mohon Ibra dengan raut wajah putus asa. Dia khawatir kalau Nilam benar-benar akan mencelakai Zodi.


“Tu-na-ngan? Kalian udah tunangan?” tanya Nilam yang semakin panik dan tidak percaya. Ia bahkan menggelengkan kepala. Tetap menolak ucapan Ibra.


Ibra memamerkan cincin yang tersemat di jari manisnya. Cincin tanda pengikat antara dirinya dan juga gadis yang sangat di cintainya. “Zodi adalah gadis yang kupilih buat jadi istriku. Aku mohon sama kamu, tolong terima keputusanku. Kalau kamu tetep gak mau denger, semua orang bakalan tau kalau selama ini kita sama sekali gak ada hubungan apapun. Temen-temenku semua juga tau kalau sebenernya kita memang gak ada hubungan. Berhenti mempermalukan dirimu sendiri, Lam.”


Wajah Nilam berubah menjadi merah. Ia marah dan kecewa  terhadap keputusan Ibra. Dengan masih menangis, Nilam berlari menuju ke luar area rumah sakit. Entah pergi kemana. Nampak Ibra mengusap kasar wajahnya dan menghembuskan nafas keras.


Ia terkejut ketika melihat Zodi yang berdiri di dekat dinding dan sedang menatapnya intens. “Sayang? dari kapan kamu disitu?” tanya Ibra. Ia takut gadisnya itu akan salah faham kalau hanya mendengar separuhnya saja.


Zodi tidak menyahut. Ia justru berlari dan langsung memeluk Ibra dengan sangat erat. Airmatanya juga ikut mengalir sampai membuat Ibra bingung dengan tingkahnya.


“Aku gak bakalan salah faham sama kamu, Kak. Aku percaya sepenuhnya sama kamu. Aku janji, gak akan lagi ngeraguin kamu. Aku bakalan percaya sama kamu sampai akhir hayatku.” Zodi berucap sambil mengeratkan pelukannya.


Terdengar hembusan nafas lega dari Ibra. Ada secuil senyuman yang muncul di bibir pria itu. ia mengangkat tangannya kemudian mengelus belakang kepala kekasihnya.


“Makasih, sayang. aku takut banget kalau kamu sampai salah faham sama hubunganku sama Nilam.”


Zodi menggeleng di pelukan Ibra. “Makasih udah milih aku ya, Kak.”


Hampir lima menit lamanya mereka berpelukan seperti itu. untung saja tidak ada orang yang lewat disana.


“Hmm?”


“Kita nikah sekarang aja, yuk. Aku takut banyak godaan kalau kita lama nikahnya. Secara kan, aku banyak yang naksir.” Seloroh Ibra.


Plak!


Zodi memukul dada bidang Ibra sampai pria itu mengaduh sambil terkekeh lucu. Memegangi dadanya dengan tertawa.


“Ganjen banget sih. Mentang-mentang ganteng!” dengus Zodi kesal.


“Hahahahahahaha. Sumpah, Zo, aku gak tahan kalau nunggu lama-lama. Kita percepat aja ya? Ya ya ya?” mohon Ibra.


Zodi hanya menatapi tunangannya itu tajam. “Aku rembukan dulu sama Mamak.”


Mendengar jawaban itu, Ibra langsung melompat kegirangan. Ia senang bukan main. Beberapa detik kemudian ia menarik tubuh Zodi dan kembali mendekapnya dengan sangat erat.


“Kak, lepasin, aku gak bisa nafas...” keluh Zodi seraya menolak dada bidang Ibra yang menempel padanya.


“Oh. Maaf, sayang. Maaf. Hehehehe”


Dan, Ibra telah memenangkan gadisnya. Ia tau kalau kedepannya juga akan ada banyak masalah yang datang menghampiri mereka. Tapi ia sudah berkomitmen untuk tetap menjaga perasaannya hanya untuk satu wanita saja. Yaitu gadis yang ada di pelukannya saat ini. Ia tidak akan melepaskannya, apalagi sampai melepaskan diri dari gadis ini. Hatinya sudah penuh oleh nama Zodi akira.


Dua bulan kemudian, pernikahan merekapun di langsungkan. Zodi memilih mengalah dengan ambisinya daripada harus pusing dengan masalah baru tentang hubungan mereka. Raut wajah mereka sangat bahagia. Terlebih Ibra. Pria itu terus tersenyum sepanjang hari duduk di pelaminan. Tidak merasa lelah sama sekali.


Pesta pernikahan di langsungkan di dua tempat. Di kampung halaman Zodi, dan acara ngunduh mantu di joga.


Perasaan yang di awali dengan salah faham, sampai tarik ulur dan saling menahan sakit, kini telah terpaut oleh janji suci pernikahan. Lewat ijab kabul yang sakral, Ibra telah sah menjadi pemilik Zodi seutuhnya. Ikatan yang akan dia jaga sampai mati.


^SELESAI^


Dari PiEl buat semua warga kebun labu.


Guys, makasih banyak ya atas dukungan kalian selama ini. Maaf kalau endingnya terkesan buru-buru. Aku belum bener-bener pulih, jadi aku gak mau buat kalian nunggu. Jadilah aku paksa buat tamatin nih cerita.


Pokoknya makasih banget kalian udah setia sama aku. Mungkin setelah novel ini aku bakalan hiatus dulu. Kit heart sama entun. Hehehehehe..


Sehat-sehat ya kalian. Salam sayang dan peluk jauh dariku...


Sayang kalian banyak-banyak.