Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#9



Terkadang menjadi hebat tidak harus menjalani kehidupan yang mewah dan selalu diselimuti kecukupan, ada hal hal kecil terkadang membuat kita puas dan tawa disudut bibir. Banyak hal yang sudah kulewati sampai sejauh ini, dan aku bangga dengan diriku.


"kau bahagia? " tanya james


"ya, aku sudah meluapkan sedikit emosi pada ayahku"


"kau mau aku ajak jalan? "


"ide yang bagus"


James mengajak lusi jalan ke sebuah taman bermain, hanya dengan melihat nya tersenyum bahagia membuat james sedikit lega. Butuh waktu mengembalikan trauma seseorang kembali pulih. James hanya perlu menunggu. Beberapa wahana mereka naiki dan lusi sangat menikmati.


"apa kau senang? "


"mm" ucap lusi tersenyum


"kau mau lagi? "


"tapi tidak yang ini"


"kau mau melakukan sesuatu? "


"ya" sambil menunjuk sebuah perahu didanau


"naik perahu" apa kau yakin


"tentu" ayo! ajak lusi


James agak terkejut mendengar permintaan lusi, ia pernah hampir tenggelam saat wisata sekolah dengan orang tuanya ke sebuah danau saat masih kecil, dan sejak saat itu dia sedikit trauma naik perahu.


"ok" kita bisa naik" ajak lusi


"ok" jawab james gugup


Lusi mencoba mendayung perahunya perlahan, banyak pasangan yang lain juga ikut menaiki perahu, mereka sangat menikmatinya. Sedangkan james memasang wajah tegangnya.


"apa kau baik baik saja"


"ya, aku baik"


"tapi wajahmu berkata lain"


"aku hanya gugup"


"kau mau kita berhenti bermain? "


"tidak, kita akan selesaikan permainan ini"


"cuacanya sangat bagus kau tahu? "


"ya"


Lusi kembali mendayung sedikit ketengah


"hei lusi, kau tidak bisa berenang" jadi jangan terlalu ketengah disana dalam!


"kau akan menyelamatkan aku jika tenggelam"


"ok" kau pintar menjawab


Lusi tersenyum mendengar jawaban james. Beberapa menit mereka mendayung, tiba tiba perahu oleng dan air masuk kedalam perahu.


"apa yang terjadi? " tanya james


"entahlah" mungkin perahu kita bocor!


"apa" james mulai panik dan meminta pertolongan dengan berteriak


"james, kau tidak perlu panik"


Perahu semakin oleng dan air mulai penuh


"kita tidak bisa disini, ayo keluar dan berenang" ajak james


"james, aku tidak mau"


James berhasil berenang ketepi dengan lusi dipunggungnya. Sekarang keduanya basah kuyup.


"ok, bajuku basah" dan kita tidak punya ganti! ucap lusi


"kita duduk disini dulu"


"kita bisa saja tidak basah, jika kau sabar menunggu bantuan datang"


"Dan kita akan tenggelam? " ucap james


"baiklah, kita akan duduk sampai baju ini kering"


"kau marah" tanya james


"tidak" paling tidak aku selamat karna pacar ku pandai berenang!


"kau sangat beruntung"


"james" ayolah! kau masih bisa bercanda saat seperti ini?


"aku hanya ingin menggodamu" tawa james


"kau menang james"


"apa waktu seperti ini akan berlalu? "


"tidak jika aku masih disampingmu"


James memandang lusi dengan tersenyum, senyum yang bahagia dan penuh makna.


***


"jasmin" hei


"bibi gema berada dirumah sakit"


"apa" kenapa kau tidak menelpon ku?


"maaf, ayo kita kerumah sakit"


Lusi dan jasmin pergi kesalah satu rumah sakit tempat bibi gema dirawat. Disana mereka melihat bibi gema sedang berjuang untuk sembuh dengan alat yang terpasang ditubuhnya. Bibi gema tampak sangat lemah


"kapan dia masuk"


"kemarin sore, kondisinya memburuk"


"apa dia mengatakan sesuatu padamu? "


"dia hanya ingin bertemu suaminya"


"ah, tidak" aku belum siap kehilangannya!


"apa ada keluarganya? " tanya suster


"kami keluarganya" sahut lusi


"dia ingin bertemu"


"baiklah, terimakasih"


Lusi dan jasmin masuk ke ruang perawatan bibi gema dengan baju khusus dan menggunakan masker. Mereka melihat bibi gema terbaring lemah.


"hai, bibi gema" ucap lusi


"kau datang? "


"akun akan membawamu bersamaku" kau tahu aku akan menikah. Kau harus datang!


"tentu aku akan datang" aku senang jika kau sudah menemukan pasanganmu! aku selalu ada untukmu! aku ingin kau bahagia! ucap bibi gema dengan nada lemah


"bibi gema, banyak hal yang ingin ku ceritakan padamu" kau tahu kemarin aku bertemu ayahku, dan kami saling berpelukan.


"itu kabar bagus" kita semua akan berbahagia suatu saat nanti. Jaga anna dengan baik, kalian adalah saudara yang sangat mirip.


"bibi" aku mohon bertahanlah demi kami, demi anna, kami membutuhkanmu! lusi menangis


"aku ingin kau dan jasmin menjadi wanita yang hebat dan kuat" apapun yang terjadi tetaplah bersama, kau tahu suamiku seperti sedang tersenyum padaku! bibi gema diam dan tersenyum.


"lusi" sahut jasmin menunjuk monitor yang menunjukkan garis lurus.


"tidak.. tidak.. " bibi gema bangun lah aku mohon! lusi berteriak sambil memanggil bibi gema


"bibigema kenapa seperti ini? " ucap jasmin menangis di samping bibi gema seraya memeluknya


"bibi aku mohon bangunlah" aku membutuhkanmu! ucap lusi


Perawat datang keruangan, melepas semua peralatan medis dari tubuh bibi gema dan akhirnya menutup tubuh bibi gema dengan kain putih selimut bibi gema sendiri. Suasana menjadi hening, waktu seakan berhenti berputar, lusi duduk disamping bibi lusi menundukkan wajahnya dan memegang ranjang yang masih membiarkan bibi gema tidur disana.


Kematian membuat lusi trauma, sejak ia kecil harus kehilangan ibu kandungnya, ibu tirinya, dan sekarang harus kehilangan bibi gema. Ia berpikir kenapa orang terdekatnya sekarang pergi perlahan darinya?. Apa yang telah ia perbuat sampai harus dihadapkan dengan kematian.


Peti bibi lusi masih berada dirumah duka, semua datang melayat, ayahku, karen dan brown, anna, james, aku dan jasmin. Semua memberi salam perpisahan untuk bibi gema terakhir kalinya. Ini sangat menyakitkan.


"aku turut berduka lusi" ucap karen


"menangislah jika ingin lusi" ucap ayahnya


"aku yakin kau akan kuat" ucap karen. Ini yang terbaik untuknya, dia sudah berada bersama dengan suaminya. Dia sudah bahagia lusi.


Karen ikut menangis dan memeluk lusi yang masih duduk disamping peti bibi gema. James yang hanya jadi penonton dari tadi dan mencoba mendekati lusi. James memegang bahu lusi dan mengecup kepalanya.


"kau wanitaku yang kuat" ucap james


"aku tidak tahu harus bagaimana tanpa bibi gema disampingku, dia sudah sangat banyak membantuku. Dia hidupku selama ini james!.


"ya aku tahu"


***


Pemakaman sudah usai, bibi gema telah pergi selamanya, dunia seakan sunyi, sepi, hening. Lusi kembali mengingat masa masa bibi gema bersamanya, mengasuh anna dan lusi dan bahkan saat mereka jalan bersama sambil bercanda. Lusi berada dalam kondisi terpuruk. Lusi hampir tak beranjak dari kamarnya. Jasmin mencoba berkunjung kerumahnya dan menjenguk lusi, namun tidak mengubah kondisi apapun.


"lusi" apa kau akan berdiam seperti ini terus?


"aku hanya belum bisa menerima" ucap lusi sambil menghapus air matanya yang mengalir tanpa henti.


"kita harus melanjutkan hidup, itulah yang diinginkan bibi gema" kita harus sukses dan kuat, apa kau lupa?


"jasmin, aku hanya"...


"kau boleh bersedih, jika kau rindu maka kau bisa datang kerumah bibi gema yang baru" aku harap kau cepat kembali ke duniamu yang sesungguhnya. Bangunlah lusi, kau kuat!


***


"terimakasih sudah berkunjung" ucap james


"ya, jaga dia"


"ok"


Lusi, seorang gadis yang berani, kuat, juga pantang menyerah, saat ini dalam titik terendahnya. Duduk disudut kamar memandang keluar jendela. Berpikir, andai aku bisa bertemu ibuku, aku akan bercerita padanya bahwa hidup ini sangat sulit. Tanpa ibu, tanpa ayah. Aku tak ingin sendiri.....


💘