Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#21



Kita di berjalan diatas bumi, hanya punya satu tujuan, menyelesaikan masalah dan bukan lari dari masalah. Terkesan sangat klasik dan mudah. Namun sulit dijalani, aku pernah merasa dititik terendahku, ingin masuk kedalam perut bumi, mengubur impian, melepas asa. Sebelum semua berubah saat aku bertemu james, dan menciptakan dunia baru.


***


Lusi menikmati harinya pasca wisuda dengan bersemangat untuk bekerja, walau masa depannya ada ditangan james. Dan james dengan segala kesibukannya, tampak menikmati profesi nya kini.


"minggu pertama setelah wisuda" rasanya ada yang aneh, aku merasa ada sesuatu yang hilang kau tahu


"ya" sekarang kita lebih terasa seperti orang dewasa. Jawab james


"apa kaun mau menemaniku belanja? " dapur kita mulai sepi dari bahan makanan


"aku setuju"


"baiklah, aku akan ganti baju dulu"


***


Swalayan, salah satu tujuan wajib setiap manusia, apa yang kau inginkan kebanyakan ada disini.


"kau mau makan apa malam ini? " tanya lusi


"memakanmu? "


Lusi melihat james dengan wajah kesal


"aku tidak akan habis dimakan, dan kau tidak akan puas"


"aku menikmatinya" jawab james cuek sambil melihat bermacam produk yang tertata rapi


"james"


"apa? "


"kau"....


"ya"


"ah, ayolah james, kita sedang berbelanja makanan"


"aku tahu itu, kau bertanya padaku, dan aku menjawabnya" kau makanan ku


"ok" terserah


***


Lusi mengambil beberapa bahan makanan hingga troli nya penuh dan tinggi, lalu membawa trolinya kekasir untuk membayar. Tanpa disangka james bertemu sandra, temannya, yang bekerja juga sebagai model di agensi yang sama, dan sekarang terlibat dalam pemotretan yang sama untuk sebuah majalah.


"hei james" panggil sandra


"hei san"


"kau berbelanja sendiri"


"tidak, aku bersama lusi" sambil memegang bahu lusi


"oh, hai lusi" aku sandra teman james di studio


"uh, hai" senang bertemu denganmu


"ok" aku duluan, bye james


"ok"


***


"kau yakin dia teman mu? "


"ya"


"tidak terlihat seperti teman"


"kau cemburu? "


"sedikit untuk saat ini"


"kau tahu apa yang membuat aku suka padamu"


"apa? "


"kau selalu mengatakan isi hatimu padaku" dan itu membuatku berharga


Lusi tersenyun sambil melihat keluar jendela mobilnya menuju jalan pulang.


"aku ingin kau seperti ini terus untukku" hanya untukku!


"bagaimana jika aku berubah? "


"aku akan mengikatmu"


"apa"


"lalu aku masuk kedalam pikiran mu setiap detik"


"dan aku hanya memikirkanmu"


"good"


"kau tahu apa yang membuat aku suka padamu? "


"apa"


"caramu merebut hati dan pikiranku"


"aku ahlinya"


***


Smith ayah james dan jenny telah pulang kembali ke islandia. Namun sebelum smith kembali ia memutuskan untuk bertemu dengan trish, mantan istrinya. Dia bertemu diam diam tanpa sepengetahuan james dan jenny. Disebuah restoran, malam sebelum ia kembali ke islandia.


"terimakasih kau mau memenuhi undanganku"


"ya" sama sama


"kau mau memesan makanan dulu"


"ya, tentu"


"ok, baiklah"


"sebenarnya aku malu bertemu denganmu, tapi aku tidak bisa berjalan sendiri tanpamu" maksudku james"


"kau belum bertemu dengannya? "


"aku sudah mencoba dan dia menolakku" aku merindukannya smith, aku ingin memeluknya.


"ya, kau ibunya" aku tahu itu


"apa kau ada saran untukku, agar aku bisa menemuinya? "


"aku tidak bisa membantu terlalu banyak, tapi aku akan mencoba bicara dengannya"


"terima kasih smith"


"kau tahu hubunganya dengan lusi? "


"ya" aku menyukai lusi, dia wanita yang bisa menghadapi james, aku yakin itu


"ya, mungkin kita sependapat" lusi bisa mengubah james, tidak salah jika kau juga minta bantuannya.


"ya" aku akan mencoba, jadi kau akan pulang besok?


"ya" aku harus terbang kembali


"kau sangat sibuk smith? " apa kau menjalin hubungan dengan seseorang?


"kau harus mencoba"


"ya" mungkin, jawab smith sambil melihat trish


***


Lusi turun dari mobil membawa beberapa barang, dibantu oleh james.


"apa kau akan masak hari ini? "


"apa maksudmu? " sambil membuka pintu dan menaruh barang di dapur


"kita akan makan malam? "


"tidak"


"kenapa? "


"bukankah kau kenyang hanya dengan memakanku? "


"sekarang? "


"james" teriak lusi sambil mengejar james dan melemparkan bantal sofa padanya.


James menangkap lusi dan menggendongnya dari belakang, mereka terlihat tertawa dan menikmati akhir minggu pasca wisuda. James juga membantu lusi memasak dan mereka mengahabiskan akhir pekan dengan bahagia.


"kau layak menjadi ibu"


"apa maksudmu? "


"kau pandai memasak"


"aku seorang ibu, dulunya, sekarang anakku sudah besar"


"ya, aku tahu"


"kau mau merasakan menjadi ibu sungguhan? "


"apa?"


"aku pikir kau mau mencoba"


"itu bukan stu hal yang harus dicoba james"


"kau tidak ingin hamil? "


"tentu aku mau"


"kau masih minum pil kontrasepsi mu? "


"ya" aku...


"kau akan melepaskan jika kita sudah menikah? "


"tentu"


"kalau begitu ayo kita menikah"


"james, lakukan pekerjaaan mu dengan baik jika kau ingin menikah dan bina hubunganmu dengan setiap orang dengan harmonis? "


"apa maksudmu ibuku? "


"dia ibumu james" sampai kapan pun


"ayolah lus" aku belum siap untuk itu


"aku menunggu mu siap"


"kau tidak mau menikah denganku jika aku dan ibuku tidak harmonis? "


"aku hanya ingin kita semua baik baik saja" sambil duduk menghadap james dengan serius di sofa"


"entahlah"


"tidak sekarang, tapi cobalah mengalah dengan hatimu dan dirimu sendiri"


James memandang lusi, dan berpikir bahwa ia tak akan mampu. Ia takut jika terluka lagi dengan mengingat masa kelam itu, masa ia terpuruk dan pergi dari dunia indahnya.


"aku ingin mencoba"


"terima kasih james" sambil mencium james dengan mesra dan memeluknya


***


Jika tak mencoba maka kau tak akan pernah tahu, seperti air dilaut, jika kau hanya melihat dan tak ingin menyentuh dan mencobanya, kau tak akan tahu jika ia sangat asin dan rasa asin itu ternyata bermanfaat untuk dirimu sendiri.


***


Pukul tujuh, lusi bangun dan menyiapkan sarapan sebelum berangkat kekantornya, lusi juga menyiapkan pakaian untuk james agar dia tidak berisik dipagi hari, tepatnya mereka layak menjadi seperti suami istri, hanya menungu waktu. Lalu lusi bergerak menuju kamar mandi dan bersiap siap.


"james, apa kau tidak ingin bangun? "aku akan meninggalkanmu"


"apa tidak ada kalimat yang indah? " ini masih pagi, dan kau tak menciumku? jawab james malas


"ok" bangunlah, sambil mencium james. Aku tunggu dibawah


***


"hai lusi" dakota menelpon


"hai dakota, kau menelpon ku pagi sekali? "


"ya, entah aku memberi kabar baik untukmu atau tidak" jack meminta mu untuk ikut bersama kami ke kanada mengikuti seminar dan melakukan kontrak tulisan mu, karna perusahaan golden ingin mendanai proyek kita.


"ouh" ya aku senang mendengarnya, itu berita baik"


"ok, itu artinya kau setuju berangkat? "


"aku tidak tahu, aku harus meminta izin james, kau tahu dia sangat.... "


"ya aku tahu" bicarakan ini padanya, jika dia mau, dia boleh ikut bersama kita"


"ok" baiklah, terimakasih, aku akan datang sebentar lagi


"ok" aku harap kau membawa berita bagus


"ya"


***


James selesai mandi dan sudah rapi, terlihat sangat tampan dan berkharisma, hingga lusi memandangnya tidak berkedip dari meja dapurnya membuat james tersenyum lalu menghampirinya dan menciumnya, membuat lusi sadar akan lamunannya.


"ouh" james.. emmm... ada yang ingin aku katakan. Aku harap kau tidak emosi, aku baru saja menerima telpon dari dakota dan ia mengatakan ada perusahaan yang akan mendanai perusahaan tempat ku bekerja


"art corp"


"ya" dan aku harus ikut dengan dakota dan tuan jack ke kanada


"apa? " kanada? kau pikir itu dekat? kau tidak akan pergi lus


"james dengar, kau bisa ikut jika kau mau! "


"aku sudah buat keputusan lus" jangan berdebat


"james, aku akan pergi, kau tidak bisa menahanku"


"aku bilang tidak"


"james, kau keterlaluaan" aku membencimu


Lusi pergi duluan kekantir dan meninggalkan james sendirian dimeja makan, sambil memegang kepalanya seraya menunduk....


💘