
Sudah empat hari keluarga lusi berada di kediamannya, sudah waktuny mereka kembali, pekerjaan tidak bisa ditinggalkan terlalu lama. Smith mulai mengemas barangnya begitu juga karen dan trish. Lusi sedikit merasa kesepian, karna baru saja ia mendapat angin segar sekarang harus berpisah dengan keluarganya kembali.
"jagalah dia baik baik james" ucap swan
"ya"
"kaub tidak boleh meninggalkannya" tambah karen
"bawa ia selalu bersamamu" lanjut trish
"ok" akun akan dengarkan itu semua, balas james
"baiklah" ucap swan
Semua sudah siap dengan kopernya masing masing dan mulai bergerak menuju pintu perpisahan. Lusi berdiri menatap seluruh orang orang yang ia sayangi sambil memegang perutnya.
"ok" baiklah, kita akan bertemu lagi, ucap lusi
"ya" segera, sahut karen. Jagalah dirimu dan bayimu, telpon aku jika sudah waktunya.
Lusi melihat semua mulai meninggalkan dirinya dan james, satu persatu uber menjemput mereka dan menghilang, kini tinggal james dan lusi lagi dirumah yang cukup besar untuk dua anak manusia itu.
"mulai besok kau akan ikut aku kekantor"
"kenapa? "
"karna dirumah sepi dan aku tidak ingin kau kesepian"
"aku tidak mau kau menjadi perhatian publik"
"tidak akan" di gedungku terdapat beberapa tempat dimana kau bisa menghabiskan waktumu, termasuk menulis.
"ok"
*nh*
Setiap hari lusi mencoba mengikuti saran suaminya dengan ikut kekantor, tempat suaminya bekerja, namun lusi merasa tidak nyaman dan bosan apalagi james sering keluar untuk syuting dan pemotretan. Akhirnya lusi pun memilih kembali kerumah dan ditemani seorang asisten rumah tangga yang baru pilihan james. Ia mencari beberapa tempat penyalur asisten dan akhirnya menemukan yang cocok untuk lusi.
James sebenarnya tak ingin melakukan dan meninggalkan lusi, namun mengingat kondisi lusi yang semakin hari semakin sulit berjalan dan butuh istirahat lebih, akhirnya ia menuruti.
*nh*
"apa kau butuh sesuatu nyonya? "tanya art lusi
"tidak" aku akan istirahat dan tidur, panggil aku jika james sudah kembali
"baiklah"
Lusi merasa dirinya sangat lelah dan memilih istirahat dikamarnya. Karna usia kandungan nya sudah menginjak sembilan bulan ia benar benar harus mempersiapkan diri jika sewaktu waktu ia akan melahirkan.
"hai lus"
"hai karen" jawab lusi via telpon
"apa kau baik baik saja? "
"ya" aku rasa aku akan segera melahirkan
"benarkah" apa aku harus kesana
"jika kau tidak keberatan"
"tentu saja tidak" aku akan kesana besok
"baiklah"
*nh*
Lusi akhirnya terlelap dikamarnya, wajah lelahnya nampak jelas.
"dimana lusi? " tanya james saat pulang dari kantornya
"dia diatas" jawab sang art
"baiklah"
James menuju keatas dan mendapati lusi tengah tertidur pulas dengan posisi miring dan dibantu bantal tidurnya. James mengecup kening lusi dan menarik selimutnya lalu membersihkan dirinya sebelum lusi bangun
*nh*
"kau sudah pulang? "
"ya" apa kau lelah
"ya" sedikit
"kau mau minum? "
"tidak" james.....
"apa? "
"ok"
Belum sempat lusi sampai ke toilet ia sudah mengeluarkan cairan bening di lantai
"james" aku.....
"kau mengompol? "
"ya"
"tidak" ini bukan air seni, kau akan melahirkan
"apa? "
"bibi jully" teriak james...
Dengan tergesa bibi jully menghampiri james
"ada apa? "
"istriku akan melahirkan" bantu aku menyiapkan keperluannya
"baiklah" bibi jully dengan panik pun ikut mengambil semua perlengkapan lusi dan memasukkan nya ke mobil
"tunggu sebentar" kau masih bisa menahannya? tanya james yang masih menggunakan celana pendek dan kaos putihnya
"ya"
James berlari membantu mengambil beberapa perlengkapan lusi dan memasukkannya ke dalam mobil.
"ok" ayo perlahan, kita kerumah sakit
Sampai dibawah lusi merasakan sakit yang teramat hingga membuat ia berteriak.
"aaahhh" james....
"kau baik baik saja? "
"tidak, ini sakit"
"apa kau mau duduk? "
"tidak"
"lalu kita harus bagaimana? "
"james... " sambil menarik baju suaminya dengan kuat membuat james semakin panik
"bawa dia masuk kemobil segera", ucap bibi jully
Bersama dengan james akhirnya lusi masuk kemobil dan duduk dengan gelisah. Lusi kembali berteriak dan menarik baju yang dikenakan james dengan kuat, james membiarkan apapun yang dilakukan lusi terhadapnya, ia tahu bagaimana kondisinya saat ini, ini juga akibat ulahnya.
"james"....cepatlah
James melajukan mobilnya, sedangkan bibi jully ada dibelakang mobil, cukup macet diluar sana, memaksa bibi jully membuka jendelanya dan meminta pengendara lain memberi ruang untuk mereka jalan.
"dia akan melahirkan beri kami sedikit jalan" teriak bibi jully dari jendela mobilnya.
Akhir nya dengan bantuan dan kerja sama dengan pengendara lain mereka sampai di rumah sakit. Seorang perawat membawa lusi ke ruang bersalin dan james tetap berada disampingnya karna tangan lusi tak melepaskan bajunya. Bahkan sesekali lusi menarik lenganya dengan kuat dan menimbulkan goresan dan luka. Semua itu tak dirasakan james, karna paniknya mengalahkan apa pun. Lusi masuk ke ruang bersalin didampingi james suaminya, petugas medis membantu lusi untuk mengejan agar bayinya bisa keluar, terasa sakit yang sangat luar biasa.
*nh*
"dimana lusi? " tanya trish pada jully
"dia sedang berjuang"
Trish langsung berangkat menuju rumah sakit saat mendapat telpon dari jully atas perintah james, ia merasa lusi perlu dampingan.
Didalam ruang bersalin lusi masih berusaha, james hanya menatap lusi, ia hampir merasa tak kuasa melihat lusi menahan sakit demi bayi yang akan dilahirkannya. Dua jam berlangsung lusi masih berjuang agar bayi nya hadir ke dunia.
Pukul sembilan malam lusi melahirkan bayi laki laki yang sehat juga tampan, ia menangis menahan haru dan bahagia saat mendengar tangisan yang keluar dari mulut mungil yang sangat ia harapkan, sedangkan james menangis di balik dinding dalam ruang bersalin, ia terharu karna buah cintanya dengan lusi kini hadir menambah cinta mereka. Entah apa yang james rasakan namun ia hanya menangis dengan terisak membuat perawat dan dokter ikut terharu. "Aaron", bayi tampan yang lucu itu kini berada dipangkuan lusi dengan tangan mungilnya seolah ingin menyetuh pipi lusi dan ingin berkata "terimakasih mom".... "jaga aku dan cintai aku"...
*nh*
Suara tangisan bayi aaron sampai diluar ruangan membuat trish terharubsambil memeluknjully.
"bayinya telah lahir" ucap jully
"aku sangat bahagia" tambah trish
"aku rasa mulai sekarang aku akan bertambah sibuk" ucap jully sambil menyapu air matanya
"ya" dan aku sudah tidak muda lagi, aku seorang nenek sekarang, ucap trish bahagia.
*nh*
Semua tampak terharu dan bahagia, tapi tidak dengan seseorang diujung lorong yang memandang mereka dengan tatapan tajam dan sinis, seperti ingin merusak semua kebahagiaan mereka detik itu juga, sosok yang masih menjadi misteri dan orang yang sama meneror lusi dan james. Dia berdiri seperti bayangan dengan mudahnya menghilang...
💘