
"bagaimana bisa orang seperti dia bisa lolos dalam setiap kejadian pembunuhan? " batin bill di rumahnya, ia tak habis pikir bagaimana caranya ia bisa lolos dan siapa orang yang membantunya?.
Sementara alice mencoba menelpon james dan mengajak untuk bertemu dikantornya, namun james tak mengangkatnya, alice berusaha beberapa kali menelpon.
"hei al? " panggil edward pagi itu di food center
"ouh"...hai ed.. dengan sedikit terkejut
"ada apa? " kau terkejut melihatku
"maaf" aku sedang menelpon dan kau tiba tiba datang ed..
"maafkan aku"
"apa kau pesan seperti biasa? "
"ya" tambah burger king
"wow" kau butuh banyak energi hari ini
"sepertinya begitu"
"ok" baiklah.... segera datang...tuan
"thanks al"
*nh*
"james" apa aku boleh keluar pagi ini? aku akan belanja bersama jully dan aku akan membawa aaron bersama, kau tahu persediaan kita sudah mulai menipis
"aku tidak yakin" tapi aku akan mengantarmu
"kau tidak perlu khawatir, jully bersama ku" ok?
"jika ada apa apa"....
"aku tahu" aku akan menghubungimu ok...
"baiklah".. aku berangkat...
"ok" bye...
"bye" sambil mengecup pipi lusi dan juga aaron
*nh*
Di swalayan lusi dan jully berbelanja dan memilih keperluan dapur mereka dan juga kebutuhan aaron, perlengkapan mandi dan semua yang dibutuhkan, sambil lusi menggendong aaron.
"bibi"... apa kau punya seorang anak? maaf kita jarang komunikasi masalah pribadi selama ini...
"ya" aku minta maaf karna tidak banyak bicara dan menceritakan tentang diriku padamu lus..
"ya" jika kau tidak keberatan, sambil memilih barang barang yang dibutuhkan dan memasukkan nya kedalam troli belanja yang hampir penuh.
"ya"... aku punya anak perempuan dulunya, gadis yang manis, tapi aku harus kehilangan dia saat dia berusia delapan belas tahun, rose... nama nya..
"benarkah" apa dia pergi?
"dia meninggal" karna kecelakaan bersama pacarnya
"ouh" aku minta maaf jully, aku tidak bermaksud...
"tidak" itu sudah sangat lama, aku sudah merelakannya
"dia pasti gadis yang baik" ucap lusi, apa pacarnya juga meninggal?
"ya"...mereka ditemukan didasar tebing, saat itu sedang badai dan jalanan cukup licin, mereka mengendarai sebuah mobil dan tergelincir
"bagaimana dengan suamimu? "
"karna tidak bisa menerima kepergian rose, dia sedikit mengalami gangguan jiwa"... dia di rawat dirumah sakit sampai sekarang.
"apa kau sering mengunjunginya? "
"ya" setiap bulan.. dan aku juga mengirim biaya setiap bulan untuk pengobatannya
"jully"...aku turut berduka atas apa yang menimpa mu!
"terimakasih" aku sekarang sudah ikhlas, rose pasti bahagia disana
"ya, tentu" dia sudah bahagia tentu.... sambil mengusap punggung aaron yang tertidur dalam pelukan lusi di gendongannya.
"lusi" panggil edward.. hei..
"ouh".. hei ed.. kita berjumpa disini?
"ya" apa kau akan mengadakan party dirumahmu?
"apa? "
"kau belanja semua yang ada disini"
"hahaha" sorry.... aku hanya belanja untuk kebutuhan saja... apa kau juga belanja? kau tidak kekantor?
"ya" aku sedang membeli beberapa keperluan saja
"ok"... kau sendiri?
"ya, apa kau sudah selesai? " tanya edward kembali
"seperti nya begitu"
"mau ku antar pulang?"
"no.. no" kami bisa naik uber.. aku tidak ingin merepotkanmu.. kau bisa melanjutkan belanjamu..
"tidak apa apa" kita teman.. jadi sudah sewajarnya kita saling membantu
"ok" jika kau memaksa... aku akan bayar dulu
"ok" aku juga..
"kau membeli tali ed?"
"ya" untuk dirumahku...
"ok"... kau unik sekali..
*nh*
"james" aku ingin bicara padamu.. ini serius, aku akan kekantormu..
"ada apa? " apa yang terjadi?
"nanti kau akan tahu"
"baiklah" aku tunggu di kantor, kau datanglah
Alice segera pergi kekantor james dan bertemu dengannya disana, dengan terburu buru alice mempercepat langkahnya dan memilih taxi yang lewat menuju kantor james. Alice sampai dikantor james dan james sudah menunggunya disana.
"hei"..ada apa? kau terlihat gelisah dan gugup
"bisa kita bicara empat mata?"
"baiklah" james meminta mr. patel untuk meninggalkan mereka berdua di ruang james
"james"....begini, aku...
Alice mulai menceritakan semua yang ia tahu dari bill tentang edward, termasuk kejadian yang menimpa edward dimasa lalu, ia juga menceritakan tentang pembunuhan yang dilakukan edward, sampai ia dibebaskan dari hukuman, ia tidak tahu apa kah nanti lusi akan bernasib serupa jika berteman dengan edward, alice hanya takut hal buruk menimpa sahabatnya.
James pun menceritakan jika ia pernah diteror belakangan ini oleh orang yang tak dikenal. Namun james tidak tahu siapa sebenarnya dia, kejadian itu beberapa kali terulang, bahkan james tidak berpikir jika itu edward. Lusi pun juga pernah mengalami hal serupa.
"apa yang harus kita lakukan sekarang? "
"bagaimana dengan polisi? " tanya james
"mungkin akan sangat berbahaya dan akan ketahuan jika kita berhubungan dengan polisi" kita belum dapat buktinya yang cukup
"aku akan menambah kamera cctv dirumah yang tidak terlihat oleh orang lain untuk mengawasi jika ada orang asing dirumah ku"
"itu ide yang bagus"
"dimana edward bekerja? "
"dia bilang diperusahaan otomotif, di ford"
"aku juga akan melacaknya, apa benar dia bekerja disana"
"ya"
"kau berhati hatilah al"
"aku tahu" sebenarnya aku juga takut, tapi aku tidak mungkin menjauh darinya, karna pasti akan menimbulkan curiga
"ya, bersikaplah biasa saja" untuk sementara
"ok"
*nh*
Sementara lusi telah selesai membayar belanjanya, dan juga edward.
"lusi" bagaimana jika kita makan dulu? mungkin kita cukup lelah berbelanja!
"kau serius? " lusi sambil melihat jully
"terserah padamu" ucap jully
"ok" ucap lusi Menerima tawaran edward
"baikah" kita akan makan di restoran dekat di sini saja, agar tidak jauh berjalan dari mobilku
"baiklah"
Lusi memesan makanan begitu juga jully dan edward.
"bagaimana dengan aaron? " apa dia cukup membuatmu sibuk? tanya edward
"ya"..dia sangat riuh dipagi hari dan itu membuat kami bersemangat... ucap lusi tertawa...
"itu luar biasa" ucap edward
"ya"...
Mereka mengobrol dengan sesekali bercanda, sambil menikmati makanannya. Bahkan ponsel lusi bergetar namun tidak terdengar oleh lusi karna ponselnya berada dalam tas nya. Hingga mereka selesai dan pulang.
"terimakasih ed"
"sama sama" apa kau tidak mau mampir dulu?
"tidak, lain kali saja" aku harus ke kantor
"baiklah" sampai jumpa...
"bye lusi"...
"dia pria yang ramah" ucap jully
"ya" teman yang baik
*nh*
"lusi"...panggil james terburu buru..
"hei"...ada apa?
"kau tidak menjawab telponku? "
"ouh" maaf, aku tidak mendengarnya, dia ada dalam tasku
"ok" kau terlihat cemas, ada apa?
"tidak ada" apa kalian sudah belanja?
"ya" aku membeli ini untukmu, makanlah
"spageti? " ya, tadi aku berjumpa dengan edward di swalayan dan kami makan bersama lalu ia mengantar kami pulang! aku berhutang budi padanya..
"apaaa? ".... ucap james terkejut
💘