
Kampus masih tampak seperti biasa, ada yang belajar kelompok sambil duduk di halaman kampus, ada yang asyik mengobrol, ada yang bermesraan, ada yang yang diskusi. Aku beruntung berada disini, paling tidak aku bisa bernafas sejenak dengan tenang tanpa rutinitas pekerjaanku menjadi penulis dan baby sitter.
"kau tampak happy lusi"
"aku? " mungkin
"aku ikut happy"
"thanks jasmin"
"ada kabar tentang ayah dan kakakmu? "
"tidak, dan aku tidak ingin mencari tahu"
"ok" bersenang senanglah!
Tampak dari jauh james mendekati ku dan tersenyum pada ku, james mencium ku dan merangkulku masuk kedalam kelas seperti biasanya.
***
"hai lusi" sapa karen diteras rumahnya sedang menunggu lusi pulang dari kampus
"untuk apa kau datang kesini? "
"lusi, aku tidak ingin ribut, aku hanya berkunjung"
"kenapa? " apa kekasihmu telah mencampakkanmu?
"lusi, jaga bicaramu"
"kau tidak perlu berkunjung" karna aku tidak ingin dikunjungi
"aku minta maaf sudah meninggalkan kau dan anna"
"kau sudah sadar? "
Lusi masuk sambil menggendong anna diikuti oleh karen.
"dengar lusi, aku kesini ingin mengajakmu tinggal bersama ku" kau tidak perlu repot menjaga anna sendirian dan bisa fokus untuk belajar!
"terima kasih tawaranmu" tapi aku senang disini!
"lusi, minggu depan aku akan menikah dengan brown" aku harap kau hadir dan tinggal bersamaku!
"selamat" "aku akan datang bersama anna"
"baiklah, aku harap kau memikirkan permintaanku untuk tinggal bersama" aku juga akan membantu biaya kuliahmu dan anna!
Karen berpacaran dengan seorang direktur perusahaan majalah dewasa. Entah apa yang membuat karen menyukai pria hidung belang seperti brown, mungkin uang yang ia dapat dari brown membuatnya bertahan.
"hai james"
"lusi" kau menelponku apa terjadi sesuatu?
"karen mengajak ku pindah"
"kau mau"
"entah lah"
"apa dia baik padamu? "
"karen tidak pernah menyakitiku, hanya saja terkadang dia sedikit egois mementingkan kekasihnya dari pada keluarganya sendiri"
"ok" jika kau mau pindah bersamanya, aku hanya bisa mendukungmu
"thanks"
***
"lusi, apa kau akan pindah? " tanya jasmin
"kau sudah dengar"
"bibi gema bilang padaku" tapi apa kau sudah memikirkannya? kau akan tinggal dengan karen dan brown, pria mata keranjang itu! aku tidak menyukainya.
"karen yang menyukainya, kita tidak"
"ya kau benar" lalu bagaimana dengan anna?
"aku tidak akan meninggalkannya"
"ok, itu jawaban yang benar"
"hei, james datang" sambil menunjuk james dengan dagunya. Aku duluan.
"aku mendengar jika brown bukan pria yang baik"
"semua orang mungkin tahu itu"
"kau akan tetap pindah? "
"aku tidak punya pilihan, aku hanya ingin mencoba" aku butuh biaya lebih james!
"aku akan membiayaimu dan anna! "
"apa kau bekerja? "
"tidak begitu banyak penghasilanku, tapi gajiku cukup untuk kita bertiga" lagi pula ayahku selalu mengirim aku uang kuliah lebih setiap bulannya.
"james, aku akan tinggal denganmu jika kau sudah mapan"
"kau mengejekku? "
"tidak" aku hanya tidak percaya padamu!
"ya"
"kau bahkan tak ingin menyentuhku"
"hei, aku bukan tak ingin menyentuh mu" aku menahan semuanya! aku tidak ingin mengambil kehormatanmu dengan egois.
"ya, aku percaya"
Aku memilih memeluk james dari pada berdebat dengannya. Lelahku terbayar jika berada dipelukannya.
"aku hanya lelah james"
"aku akan menghilangkan rasa lelahmu"
"ya"
***
"aku akan sangat merindukanmu lusi" ucap bibi gema
"bibi, terimakasih banyak sudah membantuku selama ini" aku akan sering berkunjung
"aku menunggumu" aku sudah terbiasa dengan kehadiranmu, dan aku harap kau selalu berkunjung melihat ku dan jangan lupa bawa anna
"baiklah" sambil memeluk bibi gema penuh haru
"kau akan menjaga bibi gema jasmin"
"sesuai permintaanmu lusi"
***
Lusi akhirnya mengikuti karen untuk tinggal bersamanya begitu juga anna, mereka dijemput oleh karen dan pergi menuju kediaman brown dan karen.
"ayo.. "
"apa kau tinggal di rumah mewah ini? "
"ya" aku harap kau suka tinggal disini!
"ini kamarmu" dan disebelah sini kamar anna! dia akan dijaga oleh seorang baby sitter yang sudah aku siapkan, jadi kau tidak perlu khawatir dengannya
"thanks karen"
"ok, aku harus mempersiapkan pesta pernikahanku, kau istirahatlah"
"ok"
***
"apa kau sudah sampai? "
"ya"
"kau suka disana? "
"entahlah" aku akan mencoba nyaman disini
"telpon aku jika terjadi sesuatu"
"apa yang akan terjadi? "
"sesuatu" jawab james
"apa itu? "
"lusi apa kau mengundangku bercinta? "
"touch me" jawab lusi
"and believed" sahut james
"aku merindukanmu"
"kita akan segera bertemu"
***
Lusi tersenyu mendengar james hari ini. Aku harap jika ini akan baik baik saja dan tidak terjadi hal yang menakutkan lagi bagiku.
"hei lusi? " apa kau lusi? sapa brown tiba tiba dikamarku
"ya, aku lusi"
"kenalkan, aku brown calon suami karen"
"apa kau betah dikamar ini? "
"aku harap begitu"
"katakan saja jika kau butuh sesuatu"
"thanks"
"baiklah aku permisi dulu" brown melirik ku dengan tatapan menggoda, aku sedikit takut tapi aku menepis semua itu dan berusaha berpikir positif.
"honey, apa kau sudah menemui lusi? "
"ya, kami bertemu tadi" adikmu cantik dia juga terlihat pintar seperti mu!
"jangan menggodanya mr. Brown"
"ayolah sayang, kita akan menikah" kau tidak percaya padaku?
"kau nakal" sambil mencium brown calon suaminya.
***
"hei anna, apa kau betah tinggal disini? " aku membawa anna kekamarku untuk bermain dengannya
"mommy"
"apa" kau bilang apa? kau memanggilku mommy? apa sekarang kau sudah besar hah? kau bahkan sudah bisa bicara! memeluk anna dan mencium pipinya
***
"aku lapar, aku lupa jika aku belum makan hari ini"
Lusi turun dari kamarnya dan menuju dapur, lalu membuka kulkas dan melihat apa yang bisa dimakannya. Lusi tidak menyadari jika brown memandang tubuhnya yang menggunakan hot pants dan kaos pendek.
"astaga" apa kau disana dari tadi mr brown? "
"tidak juga, aku baru datang" apa kau lapar?
"aku rasa iya"
"sebentar lagi makan malam" tunggulah dimeja!
Mr brown pergi meninggalkan lusi didapur dengan senyum menggoda dan lusi merasa tidak nyaman dengan tuan brown.
"lusi, apa kau akan kekampus besok? "
"iya"
"pernikahanku hari minggu, aku harap kau membawa pasanganmu besok"
"tentu"
"kaun sudah punya pacar? " tanya karen
"iya" aku berkencan dengan seorang pria
"sebaiknya kau hati hati" kau tahu pria zaman sekarang kan! ucap brown
"aku tahu semua yang mungkin orang lain tidak tahu"
"ok, baiklah" aku ingin bertemu dengannya!
"apa kau sudah menyiapkan semuanya sayang? " tanya brown
"tentu, semua sudah siap" dan gaunmu besok akan diantar lusi, smoga kau cocok dengan gaun itu
"apa kau tahu ayah dimana? " tanya lusi
"ya"
"dia akan datang? "
"aku tidak tahu" tapi aku mengundangnya
"terimakasih masih peduli dengannya"
"dia ayah kita lusi kau tahu itu"
"baiklah"
***
Minggu digereja, karen masih diruang riasnya. Aku tidak menyangka ayahku sudah dua tahun pergi meninggalkan aku dan anna, datang di acara pernikahan karen
"ayah"
"ayah minta maaf lusi, sudah membuatmu menderita selama ini" sambil memelukku dan menangis
"ayah akan kembali kerumah? "
"iya" disana harusnya ayah berada!
"jangan pergi lagi yah" aku mohon
Ayahku menjemput karen dikamarnya dan kembali menangis melihat putrinya akan menikah.
"kau sangat cantik seperti ibumu"
"thanks ayah"
"ayo, aku akan mengantarmu menikah"
Karen menggandeng tangan ayahnya menuju altar pernikahan. Suasana cukup tenang, jasmin dan bibi gema turut hadir begitu juga anna yang digendong oleh pengasuh barunya.
"kau cantik" ucap james
"kau telat"
"maaf" aku tertidur
"ouh"
Pernikahan sedang berlangsung dan semua tamu sedang senyap sampai pernikahan disahkan oleh pendeta dan kedua pengantin saling berciuman diikuti tepuk tangan para tamu undangan.
💘