
James menarik tangan lusi masuk kedalam rumah hangatnya yang minimalis, lusi mengikuti james masuk dan meletakkan tas dan sweaternya disofa.
"kau mau minum? "
"tidak"
"kau lapar? "
"sebenarnya aku menginginkanmu james" kau mau menyentuhku atau aku pulang?
James melihat lusi yang mengharap sesuatu seperti dirinya yang sangat ingin memiliki lusi. James men*i*m lusi dengan penuh na*s*, dengan hasrat yang membara dan cinta yang vul*ar. James mulai men*iu* leher lusi dan membuka pakaian lusi, seperti hilang kendali james sangat menguasai lusi hingga akhirnya james ingin menerobos masuk ke area black hole milik lusi.
"apa kau baik baik saja"
"ya"
"kau yakin? "
"mmm" sambil mengangguk. "Aahh" lusi memejamkan matanya dan menarik lengan james dengan kuat. Ada rasa sakit saaat james memaksa masuk ke mahkotanya.
"kau mau aku berhenti?
"tidak" kau bisa pelan pelan?
"ok"
James berusaha masuk dengan perlahan, dan akhirnya james berhasil menerobos pintu masuk lusi dan erangan lusi pun terdengar sedikit memekik. James memainkan permainan dengan sedikit cepat dan berhenti saat semua mencapai kli*aks.
"are you ok? "
"ya"
"maaf jika aku sedikit kasar"
"tidak" aku baik. Lusi tampak lelah dan berbaring disamping james sambil memeluk james
"kau menyesal? "
"tidak"
"kau yakin? "
"ya"
***
"lusi" ucap karen
"hei, kau pulang"
"ya, kami pulang awal karna ada sesuatu yang harus dikerjakan! "
"apa semua baik saja? "
"ya" sedikit! ucap karen
"ok"
"kau akan kuliah hari ini? "
"ya"
"aku membelikan mu hadiah juga anna"
"ouh, thanks"
"baiklah aku harus ke kantor" apa kau perlu tumpangan?
"tidak, aku bisa sendiri"
"ok, bye lusi"
"ya, bye" sambil tersenyum lusi merasa ada yang tidak beres dengan pekerjaan karen
"anna aku berangkat dulu, kau bersenang senang dirumah ya? " merri aku pergi, titip anna!
"baiklah, kau tenang saja" kami akan bersenang senang!
"ok, bye"
***
"hei james" ucap leah
"hai leah"
"aku jarang melihat mu dikampus akhir akhir ini? "
"aku sibuk"
"sibuk dengan tawanan barumu? "
"aku tidak ingin ribut denganmu" jadi jaga bicaramu! James kesal dengan leah dan memasang wajah kesalnya
"kau tidak seperti ini sebelumnya james"
"itu karna dia bersamaku" ucap lusi cepat menanggapi
James menghampiri lusi dan menciumnya
"kau kuliah? " tanya james
"ya"
"kau hanya tidak tahu siapa james"
"dan aku akan mencari tahu lebih dari yang kau tahu" dan dengan caraku sendiri aku harap kau tidak mengganggunya lagi!
"apa kau sudah disentuh oleh james"
"aku bahkan sudah bertunangan dengan nya"
"apa? " omong kosong mu tidak berarti!
Leah meninggalkan lusi dan james dengan wajah kesal dan marah, sedangkan james hanya tersenyum melihat lusi bisa melawan siluman seperti leah.
"apa kau juga mengambil kelas akting? " tanya james senang
"mungkin aku juga harus berakting" kesal lusi
"lakukan untukku" hanya untukku
"dengan banyak syarat"
"aku penuhi itu"
***
"hei, aku dengar kau ribut dengan leah? " tanya jasmin dalam kelas
"hanya sarapan pagi" pengisi daya tenaga dan semangat
"kau semakin hebat"
"aku baru belajar"
"itu bagus untukmu" senyum jasmin bangga
***
Sementara diperusahaan karen dan brown terjadi sedikit masalah. Model yang sudah dibayar oleh brown membatalkan kontrak dan mengalami kerugian bagi pihak brown.
"akun jelas tidak bisa menerima ini" ucap brown
"kita akan buat kesepakatan ulang" jika tidak kita sebaiknya menempuh jalur hukum. Aku sudah koordinasi dengan pengacara. Ucap karen
"baiklah, kita bicarakan ini segera"
Sementara pihak agensi yang membawahi model yang dikontrak brown menyatakan jika modelnya sangat profesional.
"lalu apa masalahnya" jika kita tidak bisa menyelesaikan ini, maka kami sangat terpaksa akan memilih jalur hukum. Kalian bisa bicara dengan pengacara kami.
"baiklah tuan brown" kami setuju untuk menempuh jalur hukum
"ok"
"apa yang mereka katakan? " tanya karen
"lewat jalur hukum"
"ok" aku akan diskusikan dengan pengacara
***
Sementara kondisi semakin rumit dikantor brown dan membuatnya sedikit frustasi. Lusi siang itu hanya bermain dengan anna dan bibi merri, terlihat mereka sangat menikmati cuaca panas musim ini. Brown pulang kerumahnya dan mendapati mereka tengah bercengkrama di halaman belakang rumah.
"lusi terlihat lebih baik dari karen" batin brown
"lusi, bisa tolong ambilkan aku baju ganti anna? " dia terlihat sedikit kepanasan!
"ok baiklah" aku akan kedalam mengambilnya!
Lusi tidak tahu jika brown memperhatikan mereka sejak dari tadi. Dan saat ini brown merasa akan menang.
"bagus, karen tidak disini" tidak salah jika aku meminta bayaran sedikit denganya. Batin brown
"hei lusi"
"hei brown" kau sudah pulang? mana karen?
"dia masih dikantor" ada sedikit masalah dikantor!
"apa semua baik baik saja"
"ya, masalah kecil sering terjadi diperkantoran"
"aku harap semua cepat kembali pulih"
"ya, terimakasih" apa yang kau cari?
"baju untuk anna"
"apa kau bisa membantuku?"
"ya" ambilkan aku kopi! aku sangat pusing saat ini!
"baiklah, aku buatkan untukmu"
Lusi pergi kedapur dan membuat secangkir kopi untuk brown tanpa tahu maksud brown terhadapnya. Secangkir kopi siap diantar kan kepada brown menjelang sore hari.
"permisi, aku mengantarmu kopi brown"
"masuklah lusi" terimakasih
"ya, baiklah aku permisi dulu"
"tunggu dulu" aku ingin bertanya padamu"
"ya"
"siapa nama pacarmu? "
"james"
"apa dia teman kampusmu"
"ya"
Brown mendekati lusi yang duduk dikursi dalam kantor pribadinya. brown duduk dimeja tepat didepan lusi duduk.
"maaf brown, anna menungguku"
"kenapa" apa kau takut aku akan mengganggumu?
"bukan seperti itu, tapi anna dan merri sedang menungguku"
Brown berusaha mencegah lusi dengan memegang perut lusi, membuat lusi berontak dan berusaha menepis tangan brown, namun brown dengan kuat menarik lusi dan memegang tangan lusi dengan kuat.
"lepaskan aku brown" kau tidak bisa seperti ini!
"aku hanya ingin bermain denganmu"
"kau sangat tidak sopan brown" kau suami karen!
"aku hanya ingin meminta bayaran padamu karna telah tinggal disini! "
"apa? " jadi kau menganggap aku tamu hotel?
"ayolah lusi, bukannya james juga sudah menyentuhmu! "
"lepaskan aku" tolooong!
"ruang ku kedap suara"
"kau baj*ngan" lepaskan
Lusi berusaha menggapai pintu dengan kuat dan melempar kepala brown dengan buku. Brown membalas dengan menarik baju lusi hingga robek dan lusi kembali membalas dengan memukul kembali kepala brown dengan vas bunga hingga membuat brown mengerang kesakitan dan melepas pegangan tangan nya. Lusi menendang kemal*an brown dan pergi dari ruang kerjanya dengan menangis.
Lusi masuk kedalam kamarnya dan menelpon james. Lusi menceritakan kejadian yang menimpanya dan membuat james marah dan pergi menjemput lusi kerumah brown.
"lusi" teriak james
Lusi yang mendengar suara james berlari keluar kamar dan memeluk james dengan erat sambil menangis.
"dimana dia? "
"dia mungkin masih tersungkur karna tendanganku"
"apa yang terjadi" tanya karen tiba tiba pulang kerumah
"tanyakan pada suamimu" jawab james
"lusi"
"kau lihat suamimu" teriak james
Karen masuk dan naik ke ruang kerja suaminya, dan mendapati brown berdarah dan meringis kesakitan.
"apa yang terjadi"
"adikmu berlaku kurang ajar padaku"
"kau mulai lagi brown"
"kau tidak percaya padaku"
Karen meninggalkan brown dan menemui lusi dan james.
"aku minta maaf atas tindakan brown" aku akan mengurusnya!
"karen" kau harus berpisah dengannya" kau tidak bisa hidup dengan lelaki seperti dia! teriak lusi
"james, kau bawa pergi lusi dari sini" jaga dia untukku! anna akan tinggal denganku, dia aman disini bersama merri.
"karen" sahut lusi
"kau jaga diri lusi" aku minta maaf padamu slalu membuatmu menderita
James mengambil barang barang lusi dikamar dibantu oleh bibi merri dan keluar dari rumah karen dan meninggalkan anna bersama karen.
"jaga anna" ucap lusi menangis
"aku pastikan dia baik baik saja" aku akan berkunjung ke tempatmu membawa anna lain kali
Lusi pergi bersama james. Dengan rasa kesal, kecewa dan marah lusi berusaha untuk tetap kuat, ia tahu saat ini kondisinya sedang terpuruk kembali. Lusi masih menangis didalam mobil yang dibawa oleh james. james hanya diam dan menyetir sambil sesekali melihat lusi dan memegang tangan lusi.
💘