Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#15



"nona lusi"


"ya"


"anda bisa ikut keruang dokter sebentar? "


"ya"


"pergilah, aku disini" sahut jasmin


Lusi mengikuti perawat yang membawanya keruang dokter lucky, dokter bedah yang menangani james.


"silahkan nona"


"terimakasih"


"nona lusi" apa kau penanggung jawabnya?


"ya"


"james mengalami pendarahan, itu karna lambungnya mengalami luka" kami sudah menanganinya dan dia masih perlu perawatan. Aku hanya ingin memastikan jika james tidak menyentuh alkohol lagi, jika tidak maka lambungnya akan bertambah parah.


"ok, baiklah dokter" apa yang harus aku lakukan?


"kaun cukup mengatur makanan dan minumannya"


"apa itu saja? "


"dia sudah lama mengkonsumsi alkohol dan juga minuman sejenis lainnya, untuk itu lambungnya sudah tidak bisa menerima hal itun lagi. Jika di biarkan maka dia bisa tewas.


"jadi aku harus lakukan apa? "


"jangan biarkan dia stres"


"ok"


***


Lusi kembali kekamar perawatan james, dia menemukan james terbaring lemah, ia melihat dari kaca pintu kamarnya. ada jasmin disana, lusi sepertinya sangat kacau. kenapa hidupnya selalu berakhir seperti ini? apa bisa ia bertahan untuk james!.


"lusi" panggil jasmin. Apa yang dokter katakan?


"dia akan segera pulih"


"dia masih tidur?, aku rasa pengaruh obat biusnya!


"ya"


"ayo kita bicara diluar" ajak jasmin


***


"lus, kau selalu menghadapi hal tersulit dalam hidupmu, dan kau selalu mampu melewatinya! " aku yakin suatu saat kau akan mendapat apa yang kau inginkan, kau hanya perlu menunggu.


"aku tidak tahu jas" semua terasa sangat berat. Jasmin memeluk lusi


***


Lusi pulang kerumahnya mengambil beberapa pakaian dan barang yang akan dibutuhkannya selama james dirawat. Ia juga sudah menelpon dakota untuk meminta izin kembali. Kuliahnya terpaksa harus diganti dengan jadwal lain. Lusi mampir ke sebuah mini market membeli makanan dan kebutuhan lainnya.


"hei james" kau sudah bangun? " sahut lusi sambil mendekati james dan mencium kening james.


"apa kau dari rumah? "


"ya, aku mengambil beberapa barang"


"kau lelah? "


Lusi duduk disamping james, dan memegang tangannya dengan lembut.


"ya, aku lelah" aku ingin melepas semua lelahku di pundakmu! agar aku bisa menghirup udara sebanyak yang aku mau james. lekas lah pulih, kita akan pergi berlibur.


"ya"... maafkan aku selalu menyusahkanmu!


Lusi menggeleng kepalanya.


"kita punya tanggung jawab james, kita harus saling melengkapi". Apa kau lupa janjimu di islandia? Jenny menunggu kita disana diatas altar.


James tersenyum, dia mencium tangan lusi dan menyentuh pipi lusi dengan lembut.


"apa aku harus menelpon ayahmu? "


"tidak" aku tidak mau mereka khawatir!


"baiklah"


"kau akan tidur disini beberapa hari ini? "


"ya, akub tidak bisa meninggalkanmu" jawab lusi sambil membereskan barang yang ia bawa.


"apa kau sudah makan? "


"belum, aku akan makan bersamamu" sebentar lagi makanan mu akan datang.


"ya, aku harus mengikuti aturan disini untuk sembuh" pungkasnya


"ya, sebelum kita makan enak diluar" lusi tersenyum.


***


"lus, apa aku bermimpi kemarin kau mengatakan bertemu ibuku? "


Lusi terdiam, karna ia tak menyangka jika james mendengar perkataannya saat dia mabuk. Lusi berpikir james tak mendengarnya.


"ya"


"apa dia sudah tahu? "


"ya"


"apa kita harus pindah segera keislandia? "


"ya, setelah kuliah ini selesai" dan aku akan mengundurkan diri dari pekerjaaanku lalu ikut denganmu.


"kau mau! "


"tentu"


"aku senang mendengarnya"


Meski membunuh impiannya, paling tidak lusi tidak akan menghabiskan masa tuanya dengan sendiri. Karen akan menjaga anna dengan baik.


***


"dakota! "


"ya nyonya jack"


"apa lusi tidak bekerja hari ini? "


"tidak nyonya" dia izin karna james kekasihnya sedang sakit dan dirawat!


"apa? " baiklah terimakasih informasinya


"tentu nyonya"


***


"kau harus banyak istirahat, aku akan tidur dibawah"


"kau harus tidur dibawah? "


"ya" kau belum pulih, abdomenmu masih luka dan basah, tidak boleh banyak bergerak"


"aku benar benar frustasi"


"ya" kau harus bersabar james!


"kau akan tetap disini? "


"ya" selalu!


"baiklah"


James diam tak menjawab lusi, ia hanya melihat lusi dari atas tempat tidurnya. Lusi wanita kuat yang tuhan berikan untuknya, dan sedang berjuang untuk cinta dan masa depannya.


***


"permisi, apa pasien dengan nama james miller smith dirawat disini? " tanya tris


"ya nyonya" kamar tiga kosong satu, dilantai tiga


"baiklah, terima kasih"


Tris, ibu james dengan membawa buah tangan dan bunga untuk anaknya, berharap bertemu dengan anaknya dan mengucapkan sesuatu untuk james. Langkah kaki yang penuh semangat dan tangan serta bibir yang gemetar, ia takut jika kehadirannya akan membuat james marah dan kembali mengingat masa lalu nya yang kelam.


Pintu kamar nomor tiga kosong satu, tepat dihadapan tris, ia menatap nomor kamar dan pintu didepannya, ia tak sanggup masuk, ia harus menahan tangisnya, dan pada akhirnya, ia hanya bisa meletakkan bunga dan buah tangannya didepan pintu itu. Mengusap air matanya dan menyentuh pintu kamar tempat anaknya dirawat dan pergi.


Lusi yang tanpa sengaja melihat tris berada dipintu kamar james, bersembunyi dibalik tembok seraya memperhatikan tris disana. Ia tak ingin mengganggu tris jika dia bertemu dengan james, Namun sayangnya tris pergi meninggalkan bunga didepan pintu dan tak melihat anaknya disana. Lusi sedikit kecewa, sampai kapan ia harus menghindar lari dari masa kelamnya.


Akhirnya lusi mengambil bunga yang ditinggalkan tris didepan pintu, membawanya masuk seolah itu adalah miliknya.


"hei"


"hei" jawab james


"apa kau butuh sesuatu? "


"tidak, kau membawa bunga untukku? "


"ya, aku membeli dari seorang ibu penjual dibawah" dia bilang bunga ini akan menyembuhkan kekasihku!


"ya, aku suka itu"


Lusi meletakkan bunga didalam vas di atas meja kamar james, terlihat indah.


"kau juga membawa banyak makanan! "


"aku butuh energi lebih akhir akhir ini"


"ya, kau harus punya energi tambahan"


"kau merasa lebih baik? "


"tentu, karna kau disini" sebenarnya aku merindukan rumah kita!


"ya, rumah kita dan kehangatannya" jawab lusi seraya mencium james


"bagaimana dengan pekerjaanmu? "


"berjalan dengan baik"


"aku senang mendengarnya"


"kau mau berjalan? " aku akan bantu, dokter menyuruhmu untuk mulai bergerak!


"apa harus? "


"ya"


"baiklah"


***


"lusi" panggil karen lewat telpon


"hai"


"bagaimana keadaannya? "


"sudah mulai membaik"


"aku memberitahu ayah, mungkin dia akan datang menjengukmu"


"ya, baiklah" apa anna baik?


"ya dia sehat" aku akan datang malam nanti kesana!


"ya, tidak usah repot, kau juga sibuk"


"ok" sampai nanti!


"ok"


***


"tok tok"


"ayah" sambil memeluk ayahnya


"hei james"


"hei tuan swan"


"kau tampak lebih baik"


"ya, berkat putrimu" sambil melihat lusi yang berada disampingnya dengan senyum.


"kapan kau akan pulang? "


"mungkin dua hari lagi"


"ya, baiklah" aku akan berkunjung kerumahmu membawa pie!


"hahahaha" mereka tertawa mendengar ucapan ayah lusi.


"ok, baiklah" aku akan pergi, smoga kau cepat sembuh!


"terima kasih tuan swan"


"bye james"


Lusi mengantar ayahnya ke depan pintu dan memeluk ayahnya sebelum ayahnya pergi.


"apa dia akan baik baik saja? " tanya ayah lusi


"aku harap begitu"


"baiklah" jaga dia


"jaga dirimu yah"


"hmm" ok, aku pergi


" bye"


***


"derg. derg"


"ayahmu menelpon james"


"mungkin dia sudah tahu"


"apa aku harus menjawab"


"mungkin"


***


"hallo tuan smith"


"bagaimana keadaannya"


"sudah lebih baik, mungkin kami akan pulang dua hari lagi"


"baiklah" apa dia baik baik saja?


"ya, dia sangat baik" sambil memegang tangan james.


💘