Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#47



"hai" ucap karen happy


"karen" I miss you


"ouh" karen menyentuh dan mengelus perut lusi


"apa dia baik baik saja? "


"ya"


"lusi" ucap anna


"anna, my baby" ouh aku sangat merindukanmu, sambil memeluk anna dan mengecup pipinya, kau sungguh sudah remaja sekarang, kau sangat cantik, ucap anna sambil mencium tangan anna


"lusi" ucap ayahnya


"dad" aku merindukanmu


"aku disini"


"ya, aku harap kalian bisa tinggal lebih lama


"apa aku akan punya adik baru? " tanya anna


"ya" segera, ok ayo masuk..


"kau sudah menyiapkan makan malam enak sepertinya"


"tentu" kalian sangat istimewa, merry kau terlihat luar biasa


"thank you sayang"


"hai james" ucap karen sambil memeluk james


"aku senang kalian disini" hei baby, panggil james pada anna


"apa kau sedang menyiapkan film james? " tanya anna


"ya" sepertinya begitu


"aku akan menonton film mu"


"akub terharu"


*nh*


Karen sudah menaruh beberapa barangnya dikamar, sementara mereka masih menunggu smith dan trish.


"lusi" siapa nama calon bayimu?


"aaron" ucap james


"waou" nama yang bagus


"dia akan menjadi lelaki tangguh" ucap james


"aku yakin itu"


Suasana rumah tampak sangat ramai dan ceria, merubah mood lusi dan memberi energi positif untuknya. Tidak lama trish datang namun tanpa jack suaminya.


"maafkan aku jika aku terlambat"


"tidak kau tepat waktu" kami masih menyiapkan semuanya, ucap lusi, kau tidak membawa jack?


"ya, dia tidak bisa hadir" karna sedang ke italia, kau tahu sendiri bagaimana ia jika bekerja lus


"ya aku tahu itu" dia sangat gila kerja


"ok masuk lah" kami menunggumu, ucap karen


"terima kasih sayang" sambil menaruh beberapa buah tangan di dapur lusi.


"hei mom"..... ucap james sedikit kaku


"james" panggil ibunya


James sedikit gugup saat bicara dengan ibun kandungnya namun, lusi memberi kode jika pasti bisa. James mendekati trish lalu bersalaman dengan trish, lalu trish tiba tiba memeluknya dan menangis.


"terimakasih james"... kau memberi ruang untukku


Semua mata melihat kearah pemandangan yang langka itu, dan itu membuat sedikit haru. Smith mengetuk pintu dan lusi segera membuka pintunya, dan terkejut dengan kehadiran smith.


"hei dad" ucap lusi memeluk smith ayah mertuanya.


"apa cucuku baik? "


"jika kau lihat ibunya baik, maka bayinya juga pasti baik" ucap lusi sambil tersenyum


"hallo semua" sepertinya ini momen yang sangat baik kita semua ada disini


"ya" tentu, kita akan menyambut anggota baru disini, ucap swan ayah lusi sambil menyambut smith


"pastinya" tambah karen, semua tertawa dengan bahagia


Makan malam pun tiba, semua duduk di taman belakang dengan santapannya masing masing, sambil bercengkrama, mereka terlihat sangat menikmati makan malamnya. Lusi dengan pakaian baby dollnya berwarna navy terlihat lumayan seksi, tak lupa gelang pemberian jenny ia pakai di tangannya.


"kau terlihat cantik" ucap james


"thanks"


"bagaimana dengan pekerjaan mu james? " tanya swan


"semua berjalan lancar"


"kami sangat ingin jika bayimu lahir nanti semua nya berada disini" ucap smith


"ya, aku akan datang tepat waktu" ucap karen


"pasti" ucap trish


Makan malam yang indah dan romantis bersama keluarga malam itu sangat hangat, hingga berakhir meninggalkan lusi dan karen, karna yang lain sudah beristirahat di kamarnya masing masing


"hanya butuh istirahat dan dampingan"


"itu seharusnya" ucap karen sambil meminum anggurnya


"aku ingin kau disini saat aku melahirkan besok"


"ya, aku akan menemanimu"


"thanks" istirahatlah, kau pasti lelah


"ok" kau juga, selamat malam


"selamat malam"


Lusi membereskan beberapa bekas makanan, dan juga mengemas barang barang yang masih berantakan. Pukul satu malam, lusi melihat ada bayangan seperti sedang berjalan di luar rumahnya, ia mencoba melihat namun bayangan itu segera menghilang. Lusi heran siapa yang berada disekitar rumahnya saat tengah malam begini. Lusi kembali membereskan sampai semuanya selesai. Namun saat lusi mematikan lampu rumahnya dan ia hendak naik ke kamarnya, ia kembali melihat sosok bayangan di luar rumahnya namun tidak jelas siapa itu. Lusi pergi dan meninggalkan ruang tamunya dan masuk kekamarnya.


"kenapa lama sekali"


"ya" aku membereskan sedikit bekas makanan dibawah.


"ok" ayo kita tidur


Lusi memaksakan matanya untuk terpejam dan tidur malam itu dengan pelukan hangat james, membuatnya terlelap juga.


*nh*


"aahh" teriak anna di luar rumah saat hendak bermain di taman belakang. Semua yang mendengar langsung berlari menuju anna dengan panik


"ada apa?" tanya swan


Anna menunjuk sebuah tulisan yang ditulis dengan warna merah seperti darah di atas sebuah papan yang berwarna putih.


"siapa yang menulis ini? " tanya swan


"tulisan ini apa maksudnya? " ucap smith


Karen, trish dan merry juga heran, siapa orang yang meninggalkan tulisan seperti ini. "aku akan membalas dendamku" ucap tulisan yang ditemukan anna.


"ini tidak baik untuk lusi" ucap trish


"apa ada seseorang yang menerornya? " tanya merry


Sementara lusi dan james masih tertidur dengan lelap, lalu karen mencoba untuk naik dan mengetuk pintu kamar lusi


"ya" ucap james, siapa?


"karen"


"masuklah" balas james


"james" apa lusi masih tertidur?


"ya"


"bisa aku bicara padamu sebentar? "


"ok"


James turun dengan piyamanya mengikuti karen dan dibawah semua sudah berkumpul dan sedang menatap james cemas.


"ada apa? " tanya james


Karen memberikan tulisan ini pada james, dengan terkejut james melihat tulisan itu dan sangat cemas. Ia pergi melihat rekaman cctv rumahnya di layar tivinya, terdapat lima kamera pengawas dirumahnya. James mengecek satu persatu, dan ia menemukan seseorang yang lewat disana, menggunakan baju serba hitam, penutup kepala dan juga penutup mulutnya.


"siapa dia? " tanya karen


"coba kau perbesar? " tanya smith


James membesar tangkapan kamera pengawasnya, sedikit terlihat jelas, karna malam hari dan dia sangat licik dengan menggunakan pakaian serba hitam.


"kita tidak bisa tinggal diam" kita harus mencari tahu siapa dia sebenarnya.


"apa kita tidak perlu menelpon polisi? " tanya trish


"kita akan mencari tahu dulu siapa dia"


"ya" jika tidak memungkinkan kita akan menelpon polisi ucap smith


"jangan beritahu lusi tentang hal ini" tambah james


*nh*


Lusi yang terlambat bangun dengan ceria turun dari kamarnya.


"hei" kalian sudah bangun semua, maaf aku terlambat bangun


"tidak apa apa" kau memang harus banyak istirahat, ayo sini aku sudah menyiapkan sarapan untukmu


"ini sangat baik jika aku bisa seperti ini terus"


"ya" kami akan disini sesuai permintaanmu, ucap karen


"benarkah? "


"iya sayang" ucap swan sambil mengecup kepala putrinya.


"baiklah, habiskan susumu dan sarapanmu" ucap trish


"baiklah"


James kembali kekamarnya untuk mengganti pakaiannya sambil sekali lagi melihat siapa orang dibalik semua ini, ia teringat saat dirumah sakit jika ia juga melihat ada seseorang yang mengikutinya, dan lusi pernah mengatakan jika ada orang yang berusaha membuka pintu kamarnya. Saat ini james mengutamakan keselamatan lusi.


Sedangkan dibawah semua kembali ceria seolah tak terjadi apa apa, dan sarapan bersama dengan sambil mengobrol. Hanya james yang tampak sedikit gelisah...


"siapa dia? " batin james


💘