
Langit New York pagi ini terlihat mendung, cuaca dingin menyelimuti kota besar ini. Hening tanpa ada sedikit pun suara pagi ini, semua seperti tahu jika mendung memberi tanda jika sekarang langit tidak baik baik saja.
Manusia hanya terbuat dari segumpal tanah dan hanya beruntung diberi nafas oleh tuhan, jika beruntung lagi kita akan selamat jika tidak kita akan bertemu dengannya di keabadian.
Lusi gadis muda yang kuat, yang pemberani, tegar dan sabar, memiliki perjalanan dan kisah hidup yang penuh liku dan air mata. Bahkan sepanjang hidupnya banyak diselimuti air mata dan duka, diakhir cerita ia sangat berharap jika kisah nya berakhir dengan bahagia dengan pilihan yang tepat, cinta yang tulus dan bahagia yang abadi.
Belajarlah dari matahari yang selalu terbit meski ada yang tidak menyukainya, begitu juga hujan yang membuat sebagian orang panik. Namun mereka tetap menjalankan tugasnya masing masing sesuai waktu yang telah ditetapkan. Mereka berputar setiap harinya mengelilingi dunia. Tanpa bosan tanpa mengeluh.
Harapan dan keinginanmu terkadang hanya ilusi semata, karna jika kau berharap lebih itu akan sangat menyakitkan bagimu juga bagi orang terkasihmu. Kegelapan akan sirna mendung akan berlalu dan mentari akan terbit diujung sana.
Lusi gadis cantik dengan rambut pirang dan bermata biru, memiliki tubuh yang sintal, dan juga senyum yang manis. Setiap kaum adam yang melihat ingin menyentuhnya dan memilikinya, namu ia memilih james, pria yang rusak seperti jalan buntu, pria arogan dan pemabuk, hanya ketampanan yang ia miliki, itu yang diinginkan lusi. Menolak banyak pria demi cintanya.
Lusi.....
Terus berjalan meski tertatih, tetap berdiri disamping james yang terkadang menyakitinya, namun ia yakin james sangat mencintainya.
*nh*
"james" panggil alice
"hei"
"aku dengar kau akan berlibur ke islandia?"
"ya" rencananya kami akan berangkat siang ini
"aku senang mendengarnya" itu bagus untuk istirahat sejenak
"ya" aku juga berterimakasih padamu sudah banyak membantuku
"tidak" aku hanya melakukan yang pantas
"ok" kami akan menghubungimu jika sudah sampai nanti
"ok" see you james...
"bye" sambil memeluk alice lalu james masuk ke mobilnya dan pergi menuju rumahnya untuk berangkat menuju bandara
James sedikit melajukan kecepatan mobilnya agar lusi tidak menunggu lama, namun dijalan ia tak sengaja menabrak seseorang dan untungnya tidak terluka.
"apa kau baik baik saja? "
"ya" maaf kan aku, aku tidak melihat dulu sebelum menyeberang jalan.
"aku juga minta maaf"
"ok" kau pergilah, aku tidak apa apa.
"terimakasih"
James menabrak seorang wanita muda, secara fisik cukup cantik. Karna tidak ada yang terluka james memilih meninggalkannya dan melanjutkan perjalanannya.
*nh*
Jully mencoba menelpon james beberapa kali namun james tidak mengangkat ponselnya, james tidak mendengar sama sekali. Jully masih dikamarnya membereskan sedikit pakaiannya yang akan dibawa pergi bersama lusi juga james.
"lusi" apa aaron sudah tidur? tanya edward
"ya" sepertinya begitu
"aku pernah dengar jika james sangat membenciku, apa kau tidak keberatan jika aku datang kemari?
"ayolah ed" james tidak pernah menyukai pria yang dekat denganku, dia sangat cemburu dan tidak akan menerima itu. Aku harap kau tidak tersinggung tapi sebenarnya dia sangat baik.
"ya" aku tahu, tapi mungkin aku tidak ingin selalu menemuimu lagi, karna aku tidak ingin mengganggu hubungan mu
"ed" tolong jangan bicara seperti itu, kita akan tetap menjadi teman. kau teman yang baik bagiku
"kau hanya tidak tahu siapa aku"
"apa kau punya rahasia yang aku tidak tahu"
"ya" sepertinya begitu
"o.. o... " apa kau mau menceritakanya padaku?
"aku yakin ini bukan cerita yang ingin kau dengar"
"benarkah? " kau serius
"ya" aku yakin kau akan membenciku jika kau tahu siapa aku sebenarnya
"apa kau pengedar narkoba? " atau kau seorang mafia?
"hahaha" aku bukan pengedar narkoba atau juga mafia, tapi mungkin lebih dari itu
"ed"..kau membuat ku takut dan juga penasaran
"lusi" kau tahu aku masih mencintaimu
"ya" tak mudah menghilangkan rasa cinta di hati untuk seseorang
"maafkan aku"
"tidak" itu bukan kesalahan, itu takdirmu, dan takdirku hanya mencintai.
"kau pasti akan menemukan gadis baik dariku ed" kau pria yang baik dan wanitamu pasti juga seorang yang baik
"kau berharap begitu? "
"tentu" aku akan berdoa untukmu, kau akan dapat gadis yang terbaik untukmu
"bagaimana jika tidak dapat"
"pasti... suatu saat" jangan menyerah
"ok"...aku akan menunggu
*nh*
Aaron masih tertidur nyenyak dan jully masih dikamarnya sedangkan james masih dalam perjalanan menuju rumahnya. Entah mengapa perjalan terasa sangat jauh dan lama hari ini. Begitu panjang dan sangat melelahkan. Beberapa kali james melirik jam tangannya dan waktu masih menunjukkan pukul sembilan pagi, masih sangat pagi untuk berangkat dan menuju bandara, namun ia merasa tidak nyaman saat berkendara.
James mencoba mengambil ponselnya dan melihat jika ada panggilan beberapa kali dari rumahnya, ia mencoba menelpon kembali mencari tahu ada apa dirumah, namun tidak ada jawaban, james memberhentikan mobilnya dipinggir jalan dan mengexek ponselnya dan memantau kamera pemantaunya, james terkejut ada edward disana.
"kenapa dia ada dirumahku? " ucap james kesal dan marah. James menelpon rumah dan ponsel lusi namu tak ada jawaban. Akhirnya james melajukan mobilnya dengan cepat, ia ingin cepat sampai dirumah dan segera mengusir edward dari rumahnya. Kehadiran edward bagi james sangat membuatnya gelisah dan sangat tidak menyukainya. James kesal dan marah, kenapa harus menerima edward dirumahnya itu, lusi tidak tahu ada apa sebenarnya, ia hanya tahu jika ia berteman dengan edward dan tidak berpikir buruk tentang edward.
"lusi" angkat lah telpon mu, ucap james berkali kali dan hampir putus asa.
*nh*
Lusi mendapat pesan singkat dari alice,...
"sebentar ada yang menelponku" ucap lusi pada edward
"ya, silahkan"
Lusi mengambil ponselnya dimeja dapurnya dan membuka isi pesan tersebut.
"alice" kenapa dia mengirim pesan untukku, dan james menlponnyanbeberapa kali. Lusi membuka isi pesan alice diponselnya dan mulai membaca pesan tersebut. Cukup lama lusi mencerna isi pesan tersebut hingga ia sadar saat ini ia sedang berhadapan dengan siapa, ternyata benar yang dikatakan james selama ini, lusi bingung harus bagaimana ia saat ini, tidak mungkin menghindar dan gugup.
"ok" hadapi, ucap lusi dengan wajah santai dan tenang.
"apa james menelponmu? "
"tidak" itu alice, ia mengatakan tidak bisa mengantarku ke bandara dan dia bilang untuk menlpon jika sudah sampai.
"kau tidak memberitahu nya jika ingin pergi? "
"tidak" aku lupa
"tidak apa, aku akan menjelaskan padanya nanti
"thanks ed"
"ya" kita teman bukan
"ya" tentu
"kenapa kau terlihat cemas? "
"tidak" aku hanya berpikir kenapa james belum sampai juga, padahal ia bilang hanya sebentar saja
"mungkin dalam perjalanan"
"ya"
Edward belum juga pergi dari rumah lusi, bahkan ia berjalan jalan di sekitar rumah lusi dan melihat kearah taman belakang. Membuat ketakutan lusi bertambah.
"rumahmu bagus, aku suka"
"benarkah? " terimakasih
Lusi mengambil aaron yang mulai gelisah dan menggendongnya perlahan.
"apa dia bangun? "
"ya" dia sedikit gelisah..
Edward menatap lusi dengan tajam, membuat lusi sedikit gugup, dan memalingkan wajahnya kearah aaron. Edward mencoba mendekati lusi, namun lusi segera menjaga jarak.
"kau tidak suka aku? "
"aku sudah menikah" aku tidak ingin james kembali memukulmu
"aku sama sekali tidak merasa ia sedang memukulku, justru itu terasa seperti sebuah pelukan. Jawab edward dengan sinis dan tersenyum seperti ia ingin menerkam lusi saat itu juga, mencekiknya bahkan menggantung tubuh indah itu dipintu rumah.
"ed"... kau....
💘