
*tok... tok... tok...
Suara pintu rumah james diketuk oleh seorang tamu perempuan, leah berkunjung kerumah james dan lusi untuk menjenguknya, karna ia mendengar percakapan antara prof. Ken dan jasmin saat dikampus.
"hai lusi"
"leah? "
"ya, aku datang untuk menjenguk james" maaf jika aku menganggu!
"tidak, ayo silahkan masuk" silahkan duduk! aku akan panggilkan dia.
***
"leah datang menjengukmu" ucap lusi dengan wajah cemburu
"dia datang" apa yang membawanya kesini?
"temuilah, dia ada dibawah" ajak lusi
***
"hain james" ucap leah
"hai" apa yang membawamu kesini?
"jangan salah sangka padaku james" aku hanya mendengar jika kau sakit, dan aku datang berkunjung! seraya memberi bunga kepada james! dan beberapa bingkisan
"terimakasih" ucap james sambil melihat lusi yang sedang membuat minuman untuk leah! namun dengan mimik yang berbeda
"apa kau sudah lebih baik?" aku dengar kau juga dioperasi?
"ya" lambungku sedikit bermasalah! sekarang lebih baik
"aku senang mendengarnya"
"silahkan leah" menyodorkan minuman dan cake di meja
"terimakasih lus"
"kau tamu dirumah ini" jangan sungkan
"kapan kalian akan kuliah kembali"
"Secepatnya" jawab lusi
"kabar bagus" sepertinya banyak yang merindukan kalian dikampus, sambil mengambil minuman yang disuguhkan lusi dan meminumnya
"sungguh? " tanya lusi. Ya aku ingin segera datang ke kampus, setelah james benar benar sembuh!
"ok, baiklah" aku permisi dulu! aku tidak ingin mengganggu kalian lebih lama, dan cepat pulih james! sambil memeluk james dan juga lusi.
"terimakasih"
James dan lusi mengantar leah ke depan pintu dan melambaikan tangan kearah leah yang mulai mengendarai mobilnya meninggalkan mereka.
"ok" lawanmu sudah pergi lus!
"aku tidak bermusuhan dengannya! " jawab lusi ketus
"sungguh" aku pikir kau memasang wajah cantikmu saat ia berkunjung tadi!
Lusi melihat james dengan tatapan curiga dan melepas pelukannya dari james dan memebereskan meja tamu lalu kedapur.
"kau terlalu banyak berpikir james"
"aku? " kau serius? kau tidak cemburu?
Lusi berhenti dari pekerjaannya dan menaruh tangannya di pinggang
"ok" kau menang! aku memang cemburu james, aku tidak mengenalnya begitu baik dan dia tiba tiba datang berkunjung untuk melihatmu dan bunga itu! sambil menunjuk bunga pemberian leah. Aku tidak pernah membelikannya untukmu saat kau sakit.
Lusi terus mengoceh dan membuat rumahnya terasa ramai, seperti di pasar. Lusi berbicara tanpa henti mewakili suara perempuan yang cemburu di bumi ini.
James melangkah kearah lusi dengan tenang, lalu memeluk pinggang lusi dan mencium bibirnya dengan mesra. James tak berhenti dan terus menciumnya, hingga lusi mulai merasa sesak, dan james melepas pautan bibirnya.
"kau puas? " atau masih ada lagi yang ingin kau jelaskan?
Lusi terdiam sambil melihat james lalu menundukkan kepalanya seraya memainkan tangannya dibaju james.
"kau tahu aku tidak ingin kehilanganmu" ucap lusi menatap james
"aku tahu, dan aku tak ingin melepaskanmu" kau disini sudah cukup bagiku, dirumah ini semua bermula dan akan berakhir disini juga!
"james" aku....
Lagi, james kembali mencium bibir lusi dengan mesra, kali ini lusi melingkarkan tangannya dileher james .
"aku tidak meminta apapun padamu, cukup berada disampingku, aku sangat membutuhkanmu". Aku hampir berada pada diriku sendiri, jadi jangan berpikir untuk pergi dariku. Bersabarlah lus. Ucap james menjelaskan.
"apa aku boleh meminta bunga ku? " tanya james
"mmm" gumam lusi
James tersenyum, ia tahu jika lusi menahan rasa rindunya karna dirinya sedang sakit dan tak ingin selalu menggodanya.
Akhirnya james kembali dengan aktifitasnya, membuat lusi kembali dengan gerakan balasannya. James men*a**kat lusi keatas meja dapurnya dan kembali m**c*** lusi dan sesekali me**i*m b**i**ya, hingga james mel**uti paka**nnya dan juga lusi. Dengan rasa yang tertahan selama ini james tanpa ragu langsung masuk ke black ho*e dan membuat lusi sedikit menggumam perlahan memecah suasana, james semakin bersemangat.
"ya" jawab lusi
Akhirnya james berhasil membuang rindunya dalam black hole, dan keduanya berhenti sesaat dalam pelukan yang penuh getaran dan bunyi gemuruh didada masing masing. Lelah.... Ya itulah yang dirasakan oleh kedua insan yang melepas rindu tersebut.
"kau sudah cukup menjadi obat buatku! " aku tak ingin ditambah yang lain lagi.
Lusi memandang james dan mencium kembali b***rnya dengan me**a.
"terimakasih" apa kita perlu mandi?
"bersama" ucap james
"ok"
Sekarang keduanya tengah berada dibathup yang cukup buat menikmati segarnya air dan busa. Keduanya saling memandang dan sesekali memainkan kaki mereka dibawah air dengan sengaja, sambil sesekali tertawa james sangat menikmati kebersamaanya dengan lusi
"apa luka mu tidak apa apa jika lama terkena air? "
"itu sudah kering" aku bahkan bisa berenang sekarang!
"kau mau berenang di pantai akhir pekan? "
"ide yang bagus" jawab james
"ok" kita bisa pergi bersama dengan yang lain nanti. "james apa kau bisa menghentikan kakimu? " aku rasa ia berada ditempat yang salah.
James memainkan kakinya di black hole dan itu membuat lusi sedikit geli dan tanpa terasa menikmati permainan james.
"apa kau mau lagi? "
"aku belum puas"
"kau serius? " apa ini baik
"kali ini kau yang bermain"
Lusi naik dan duduk diatas james dan masih dalam bathup yang penuh air dan busa yang sudah mulai habis karna james juga menghidupkan shower kran airnya, sehingga mereka seperti mandi hujan didalam kolam yang melimpah, basah, dingin dan penuh cinta. Lusi memandang james dan menyentuh area bekas operasi, ada bekas luka disana. Luka yang membuat james harus menikmati istirahatnya dirumah sakit. Membuat james tak berdaya dan sangat lemah. Lusi menangis dan memeluk kekasihnya itu. Lama mereka terpaut hingga keduanya berhenti dan saling berpelukan dibawah hujan buatan.
"ok" aku lelah! ucap lusi
"dan kakiku terasa kaku"
"hahahaha" mereka tertawa karna tidak bisa bergerak karna tubuh yang dingin dan lelah yang teramat.
Keduanya hanya bisa berpelukan dan diam didalam bathup untuk sementara sebelum mereka beranjak dan menikmati hangatnya sebuah ranjang dan dibawah selimut tebal yang memberi kerinduan dan kehangatan james dan lusi. Mereka lelah dan tertidur. Dibawa kealam mimpi yang terasa begitu nyata. Hingga lusi dan james tak sadar jika mentari sudah naik di ufuk timur, membuat lusi memaksa matanya terbuka dan melihat james masih terlelap disampingnya, masih dengan pelukannya dipinggang lusi begitu erat dan sangat mesra, lusi tersenyum dan menutup wajahnya dengan sebelah tanganya.
💘