Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#10



"hallo james"


"hai yah"


"apa semua berjalan baik? "


"ya" dengan suara malas


"kenapa suaramu seperti itu? "


"lusi baru kehilangan bibinya" dia tampak sedih dan selalu menyendiri!


"ajak lah dia kesini, disini mungkin dia bisa melupakan sejenak sedihnya" sekarang sudah masuk musim dingin! nenekmu sangat merindukanmu!


"aku akan bicarakan padanya"


"kabari aku jika kau sudah mendapat tiketnya"


"baiklah ayah"


*nh*


James masih berusaha bagaimana caranya lusi kembali seperti dulu, banyak masalah yang telah ia hadapi akhir akhir ini, seolah seperti ia sedang dikejar oleh masalah. Lusi yang biasanya kuat sekarang seperti kehilangan semangat hidup.


"lusi" panggil james


"ya" apa aku tidak memperhatikanmu belakangan ini?


"tidak, aku hanya ingin mengatakan sesuatu"


"apa? "


"ayahku menunggu kita jika kau mau, kita akan ke islandia"


"entahlah, aku belum yakin"


"aku tidak akan memaksa jika kau tak ingin"


"maafkan aku james"


***


Sementara karen mengunjungi lusi membawa anna, mungkin bisa mengobati kerinduan lusi pada bibi gema


"hei james" ucap karen


"hai" lusi ada didalam, masuklah!


"lusi" ucap karen


"anna" kau membawa anna!


"ya, aku pikir kau merindukannya"


"ya, itu benar"


Lusi mengambil anna dan memeluknya, lusi tersenyum melihat anna yang menurutnya semakin tinggi, lusi tak henti mencium anna.


"kau tahu dia sudah bisa berlari"


"benarkah"


"ya" aku rasa sebentar lagi dia akan mengejarmu!


"oh, aku sangat menantikan itu"


"jika dia sudah berusia sepuluh tahun, aku akan memasukkannya ke sekolah asrama"


"kenapa? "


"aku hanya ingin dia mendapat pendidikan yang bagus dan banyak bersosialisasi!"


"aku setuju"


"aku tahu maksudmu" jawab karen


"terimakasih karen"


"aku minta maaf padamu lusi" aku seharusnya malu padamu, aku sebagai kakak tidak menjagamu dengan baik. Ini semua salahku.


"tidak karen" mungkin jika tidak seperti ini jalan hidupku, aku tidak akan bertemu james.


"lusi" ucap james memelas


"ya, aku tahu" tapi tetap saja!


"sudahlah, semua sudah berakhir" aku hanya ingin yang terbaik untuk anna, ayah dan kau karen"


"ya, aku akan memastikan semua berjalan dengan baik sekarang"


"bagaimana dengan masalah perusahaanmu? "


"hampir selesai, kami harap kami akan menang dipersidangan nanti"


"smoga saja"


"salam dari merri"


"oh, aku juga merindukannya"


"ada yang lebih merindukanmu lus"


"siapa"


"james" kau tidak memperhatikannya sejak kepergian bibi gema!


"maafkan aku james"


"aku baik" sedikit!....


"pergilah, ke islandia" aku ingin kau menikmati waktumu sejenak" disana sedang banyak festival, kau akan menyukainya.


"ya, baiklah"


"ok, aku akan pulang, sudah petang"! lain kali aku akan datang lagi!


"ya, baiklah" cepat besar anna!


"bye lus, james"


"ok, bye"


Karen mencium lusi dan memeluknya sesaat, memberi kekuatan pada lusi untuk bangkit dan kembali kuat. hari esok masih panjang.


***


"james, aku minta maaf mengabaikanmu akhir akhir ini" ucap lusi setelah karen pergi dan mereka duduk disofa


"aku mengerti kondisimu" walau aku sangat kesepian disini tanpa tawamu


"apa kita akan pergi? " islandia!


"kau mau"


"aku rasa,... ya"


"terima kasih lus" kita akan memesan tiket dan berangkat ke islandia. Ayahku sudah menunggu disana bersama nenek ku, mereka sudah tidak sabar.


"ok"


James memeluk lusi, dan mencium keningnya. James mendapat angin segar berkat karen dan anna.


"kau tahu, musim dingin sedang banyak festival disana, kau juga bisa melihat aurora yang indah!"


"benarkah? " festival apa?


"ok" disana ada beberapa festival salah satunya lampu musim dingin! itu sangat indah dan akan membuatmu takjub.


"kau membuat ku penasaran james"


"kita akan kesana"


"thanks james, kau membuat ku merasa berharga! "


James mengecup bibir indah lusi dan mereka berpelukan disofa yang sempit, sampai matahari bersinar cukup hangat. Rumah james banyak memiliki jendelanya yang indah. Cahaya matahari dengan mudah menyusup kedalam rumah menyentuh kulit. James yang malas dan lusi yang enggan beranjak justru menarik selimutnya dan mendekap di dada james. Biarlah saat ini seperti ini, hanya seperti ini. Hingga suara gemuruh terdengar dari perut james.


"apa kau bercanda james? "


"seperti nya itu serius"


"kau mau memakanku atau spageti, apa pilihanmu? "


"itu terlihat rumit untuk dijelaskan"


"hahaha" kau payah!


"ayolah, kita bahkan belum makan dari kemarin! " ucap james


"benarkah, kalau begitu aku akan masak untukmu"


"jangan anggap remeh aku tuan james miller smith"


"aku senang kau tahu nama lengkapku! "


"sepertinya begitu"


"baiklah nona swan, aku akan menunggu mu masak"


"dan kau harus menggosok gigimu dulu"


"apa aku boleh menciummu dulu? "


"no"


"ok" kau menang


Lusi tersenyum, dan dia kembali fokus membuat sarapan untuknya dan james. Sepertinya dia berjodoh dengan james, karna mereka memang mandiri dan pandai memasak.


"satu sandwich dan jus melon untukmu tuan smith"


"waw, thanks nona" apa aku harus membayar lebih?


"tentu saja" one kiss please!


"aku rasa kau semakin lincah"


"kau yang mengajariku tuan james"


"kemarilah" james mencium lusi dan memeluknya dengan mesra.


"kita bisa sarapan? "


"ya" ucap james


***


"penerbangan jam sepuluh pagi ini, apa kau sudah siap? "


"ya, aku siap" ucap lusi


"apa ada yang tinggal? "


"aku rasa tidak"


"ok, ayo kita berangkat"


***


"apa keluargamu akan menerimaku? " tanya lusi saat dipesawat


"mereka menerima siapapun yang berkunjung"


"apa ayahmu sudah menikah lagi? "


"tidak, dia tak ingin menikah lagi setelah perceraian dengan ibuku" karna dia berpikir akhirnya mungkin sama seperti ibuku!


"kenapa kau tidak mengikuti jejak ayahmu menjadi pilot? "


"sebenarnya aku ingin sekali saat masih kecil" tapi melihat rumah tangga orang tuaku sebaiknya aku menjadi montir!


"hahaha" lusi tertawa mendengar james mulai dengan candanya


"apa aku tidak cocok! "


"kau terlalu tampan untuk berhias dengan oli" tapi aku suka itu, jadi tidak ada gadis lain yang menggodamu.


"kalau begitu aku akan menjadi actor"


"kau yakin! "


"aku akan mencoba"


"dan aku akan menjadi penulis untuk film mu"


"kau serius" kau tidak takut jika aku beradegan mesra dengan wanita lain?


"apa ada adegan mesra dalam film horor?"


"hah" kau memang pintar lusi.


"dan kau tidak salah pilih" ucap lusi menang


***


Lusi tertidur di bahu james dalam perjalanan ke islandia yang menghabiskan waktu lima puluh tujuh menit.


"welcome to islandia" ucap james


"ya, ini sangat dingin"


"james" teriak ayahnya


"ayah"


"hai" aku lusi


"kau sangat cantik seperti yang dikatakan james


"benarkah" lusi melirik james dan james memalingkan wajahnya


"ok, ayo kita kerumah" nenek sudah menunggu dengan masakannya!


"aku jadi lapar" ucap lusi


"kau pasti suka"


"tentu"


***


"lusi aku dengar kau seorang penulis? "


"ya, masih pemula"


"itu bagus, dan karyamu akan terbit bulan depan"


"ya, smoga tidak ada kendala"


"selamat" oh ya, aku turut berduka untuk bibi gema!


"ya, thanks"


"apa anna baik? "


"ya, dia tumbuh menjadi gadis kecil yang hebat"


"salam untuk ayahmu" mungkin kami perlu bertemu lain waktu


"ok" jawab lusi sambil melihat keluar jendela mobil yang dibawa ayah james menuju rumahnya.


***


"nenek" ucap james


"ouh, lusi yang cantik" akhirnya kau datang


"jadi aku akan menjadi anak tiri dirumah ini" sindir james


"kau bawa masuk barang barang itu dan bawa kekamar"


"ok, baiklah"


Lusi tersenyum melihat james sedikit kesal dan terlihat cemberut. Ayah james hanya tersenyum melihat anaknya cemburu dengan neneknya yang justru menyambut lusi.


"mau ku bantu? " ucap ayah james


"aku bisa sendiri ayah" sambil mengangkat kopernya dan membawa kekamarnya dilantai atas rumah neneknya.


"apa kau lelah sayang? " tanya nenek pada lusi


"tidak juga" aku justru merasa semangat sekarang!


"baiklah kalau begitu kita akan makan dulu, kau pasti suka dengan masakan disini"


"silahkan" sahut ayah james


"apa aku boleh ikut makan? " tanya james


"jika kau mau" jika tidak bisa makan diluar


"ah, nenek aku cucu kesayanganmu, jangan lupakan aku! "


"hahahaha" semua tertawa melihat tingkah james seperti anak kecil yang cemburu, dan james benar benar mampu membuat suasana menjadi cair....


💘