Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#57



Entah dari mana tiba tiba anna berlari kearah lusi seakan sudah tahu jika lusi sedang dalam bahaya, peluru itu tepat mengenai punggung anna dan membuat tubuh mungil itu tergeletak tak berdaya.


"anna" teriak karen


Semua panik bahkan lusi menjatuhkan gelas yang di pegangnya, semua berlari menuju anna dan tuan swan segera menelpon ambulan sembilan satu satu lalu menuju anna yang masih diam membisu.


James menelpon polisi, meminta bantuan. Tak lama ambulan datang membawa anna bersama karen masuk kedalam ambulan, jari kecil anna masih bergerak dan nafasnya melambat serta matanya terlihat sayu seakan akan ingin menutup, ia lemah dan tak mampu berbicara sepatah katapun, selang oksigen terpasang segera dan beberapa alat medis telah terpasang ditubuhnya.


Polisi memeriksa TKP tempat anna ditembak dan menganalisa lokasi penembakan anna oleh orang suruhan naze. Suasana di rumah anna terasa sangat mencekam.


*nh*


Lima hari sudah anna dalam masa perawatan intensif, kondisinya belum menunjukkan kemajuan, hanya bunyi alat medis yang terdengar dari kamarnya. Ia masih berjuang untuk hidup.


Lusi mengalami tekanan yang luar biasa setelah james mengatakan semua yang terjadi selama ia mengahbiskan waktu liburannya, hingga terakhir yang terjadi adalah penembakan anna. Polisi sudah mengetahui pelaku penembakan dan segera menyelesaikan tugas mereka. Edward masih ditahan bahkan masa penahanannya diperpanjang oleh pihak kepolisian dan sepertinya tidak ada harapan untuknya bisa menghirup udara bebas lagi. Kelompok naze semakin tersudut sejak kejadian penembakan anna, bahkan sudah masuk kedalam berita tivi nasianal dan koran juga radio. Beberapa anggota naze sudah diamankan, sebagiannya menghindar bahkan keluar negri. Polisi tak kalah dengan tipuan mereka, bahkan polisi juga telah bekerja sama dengan bebebrapa tim lainnya termasuk fbi, untuk memepercepat proses penangkapan kelompok naze beserta ketua kelompok mereka.


"lusi" ucap james


Terlihat lusi seperti menjauh dari james dan keluarganya dan sering menyendiri.


"lusi" kau harus ingat jika aaron membutuhkanmu, ia perlu kau untuk ia tetap tumbuh dan sehat, semua akan berlalu dan kita akan hidup lebih baik lus.


"anna".... dia adalah anak pertamaku james


"ya... " aku tahu itu, untuk itu kau harus kuat dan tetap fokus demi anna, dia membutuhkanmu..


"apa yang harus aku lakukan untuk anna james? "


"tetap disampingnya dan bicara padanya" untuk itu kau harus kuat lus..


Anna yang tak pernah ditinggal oleh karen dirumah sakit, tak pernah terlewat satu detik pun karen disampingnya.


"karen" panggil lusi


"lusi" kau tidak perlu kesini, kau harus tetap dirumah agar kau tidak bertambah sakit


"aku ingin bertemu dengannya" pinta lusi


"baiklah" akan aku hubungi perawat disini, tunggulah disini


Lusi menatap anna dari kaca jendela, anna masih tertidur dengan tenang, tanpa ada pergerakan sedikitpun.


"masuk lah lus" ucap karen


"terimakasih"


"aku akan melihatmu dari sini" cobalah tetap tenang lus, dia juga membutuhkanmu


"ya"...ucap lusi lirih


Lusi perlahan menuju tempat tidur anna dengan mengenakan baju khusus, lusi berdiri di samping anna lalu duduk dikursi dan memegang tangan anna dengan lembut.


"anna".... hai... aku lusi... apa kau baik baik saja? aku harap kau segera pulih dan bermain kerumahku, aku merindukanmu an.. aku ingin kau memelukku dan kita bisa bersama seperti dulu lagi... anna dengarkan aku, kau harus kuat demi aku dan demi semua yang mencintaimu disini an... semua berharap kau segera pulih, aku tahu kau gadis yang kuat sama seperti ku, kita berdua sangat kuat dan sangat mirip, aku harap kau mendengar ku dan aku harap kau selalu disampingku... anna aku mencintaimu...


Lusi menangis disamping anna sambil mengambil tangan anna dan meletakkan jari kecil itu di mata lusi yang semakin basah dengan air mata.


Karen yang melihat kedua wanita yang dicintainya itu hanya bisa menangis dan menutup mulutnya dengan jarinya, lalu swan memegang bahu karen dan memberinya semangat lagi.


"aku yakin dia akan segera pulih" bersabarlah.. anggap saja saat ini dia sedang tidur..


"ayah" ucap karen sambil memeluk ayahnya dan menangis dengan tersedu


Lusi berdiri dari tempat duduknya dan melepas genggamannya dari jari anna, mengusap air matanya dan mencium kening anna.


*nh*


Sementara james sibuk berurusan dengan pihak kepolisian terkait kasus edward dan juga anna, ia bahkan tak sempat untuk mandi dan membersihkan dirinya, aaron bersama jully tetap berada dirumah dan diawasi oleh polisi dan juga kamera cctv. James tak ingin terjadi sesuatu lagi pada keluarganya apalagj aaron, putra semata wayangnya.


"james" ucap jully


"ya" apa terjadi sesuatu?


"tidak" istirahatlah, kau sudah sangat lelah dan kau perlu memulihkan tenaga mu, aku akan menyiapkan air hangat untukmu


"baiklah" thanks jully


Air hangat ini sangat membantu memulihkan kondisi james yang letih, ia berendam di dalam bathupnya sambil memejamkan matanya dan menarik nafas panjang, lalu membuang semua beban dipundaknya untuk sesaat.


*nh*


Karen masih bersandar di pundak ayahnya sambil sesekali menyeka air matanya yang terus jatuh.


"semua akan baik baik saja" ucap swan lirih


"ya" aku tahu, semua akan baik baik saja dan kembali dalam keadaan semula


"ya.... pasti" ucap swan


Sementara lusi masih berada dikamar anna, masih menatap wajah cantik itu dan jari mungilnya, lusi terus menatapnya sampai ia tak bisa menahan sesak didadanya. Lusi perlahan beranjak dari tempat tidur anna, melepas sentuhan hangat untuk anna dan membiarkan anna memgumpulkan tenaga untuk berjuang kembali, belum jauh lusi melangkah suara kecil dan serak itu berusaha memanggilnya.


"lusi".......ucap anna


Seketika lusi berbalik dan melihat kearah anna yang mencoba memanggilnya dan membuka matanya.


"anna"... panggil lusi


"lusi"....


Lusi memencet tombol untuk memanggil perawat yang berjaga agar datang melihat kondisi anna, karen dan swan segera berdiri melihat apa yang terjadi didalam ruang anna.


Perawat datang menghampiri lusi dan mengecek monitor yang terpasang.


"dia memanggilku tadi" ucap lusi


"dia baik baik saja" dia menunjukkan tanda vital yang membaik, kami akan memantaunya, sebaiknya kau keluar dulu.


"ya, baiklah"


Perawat kembali mengecek kondisi anna.


"apa yang terjadi? " tanya karen


"anna memanggilku" dia memanggilku beberapa kali dan sepertinya ia membuka matanya.


"itu kabar baik lus"


"ya" dia akan baik saja, ucap swan


"Sebaiknya kau pulang lus, aaron pasti membutuhkanmu begitu juga james"


"ya" ayah benar, sebaiknya kau pulang dan juga istirahat dirumah, aku akan menelponmu jika sudah ada kabar dari anna.


"baiklah" aku akan pulang, telpon aku...


"ok" pasti, kau istirahatlah.


Lusi memilih pulang karna anak dan suaminya juga pasti membutuhkannya, tragadi ini sungguh memilukan, lusi tidak ingin hal buruk lagi menimpa keluarganya, sebaiknya ia berdamai dengan dirinya dan orang disekitarnya.


"james" panggil lusi


"lusi" kau sudah pulang? james memeluk lusi dengan erat dan mencium keningnya


"ya"


"ayo" istirahatlah, apa kau mau makan sesuatu?


"tidak"


"sebaiknya kau mandi dulu agar tubuhmu kembali segar"


"baiklah"


Waktu terus berlalu, hingga kita merubah keadaan dan semua akan baik baik saja....


Lusi swan, akan terus berjalan seiring dengan detik waktu...


💘