
Rabu yang cerah, semua berkumpul di gedung ballroom kampus, untuk mengikuti acara wisuda universitas newyork pagi ini. Wali mahasiswa sudah banyak yang datang. Jasmin dan carlos sedang berfoto dan bercengkrama dengan teman yang lain.
"hei dimana james dan lusi? " tanya karen pada jasmin. Karen, anna dan merri bahkan sudah datang dari tadi.
"dia belum datang" ucap jasmin
*nh*
"james, banguuuunn" kita sudah terlambat
Lusi dengan sigap bangun dari tempat tidurnya hanya menggunakan selimut yang ia tarik dari tubuh james, berlari mencari pakaiannya dan segera masuk kekamar mandi.
"jameees" apa kau dengar aku? sambil berteriak dari kamar mandi. Kita sudah terlambat.
James membuka matanya perlahan, melihat jam disamping ranjangnya dan tiba tiba membelalakkan matanya.
"uh ****" aku terlambat" lusi buka pintu kamar mandinya"
"tunggu sebentar"
"buka sekarang" atau aku akan....
Lusi membuka pintu kamar mandi, dan mereka mandi dengan tergesa gesa.
"ini handuk ku" ucap lusi
"ini milik ku lus"
"james, hentikan, kau ambil diluar sana" kau membuatku terlambat.
"kau yang duluan memulainya" kau menggodaku dan membuat ku terlambat bangun.
"kau yang duluan" james miller smith.
"kau duluan nona lusi swan"
"bagus sekali james kau menuduhku"
"itu kenyataannya"
"diam dan pakai pakaianmu" bentak lusi
"dimana pakaianku? "
"bahkan kau tidak tahub dimana pakaianmu? " tuan james
"cepat ambilkan" balas james
Lusi berlari kesana kemari tergesa gesa dengan semua persiapannya begitu juga james, lalu mereka pergi dengan mobil dan james melajukan mobilnya dengan cepat seperti sedang balapan di jalanan. Pada akhirnya mereka sampai di kampus dan melihat semua sudah mulai sepi dan masuk kegedung. Dengan mengendap lusi dan james masuk ke ballroom dan duduk dibangku yang masih kosong secara bersamaan, Prof. ken hanya bisa melirik mereka berdua dan menggeleng kepalanya.
Acara wisusa sudah mulai dilaksanakn, satu persatu mahasiswa dipanggil untuk naik podium dan memindahkan jambulnya. Nama lusi dan james sengaja dipanggil terakhir karna mereka memang datang terakhir.
"untuk mahasiswa yang sangat kami sayangi dan kami cintai berilah tepuk tangan untuk mahasiswa kita yang sangat dirindukan saat ini dan yang akan datang" James dan Lusi... ucap prof ken.
Semua bertepuk tangan dan membuat james dan lusi sangat malu sehingga menutup wajahnya dengan kedua tangan dan berangsur naik podium perlahan. Mereka sudah berada dipodium dan menunduk saat melihat prof. ken
"kalian sudah selesai" lalu kenapa kalian bisa terlambat?
Gelak tawa mahasiswa memecah keheningan aula, dan bertepuk tangan. James melihat ke belakangnya, tampak teman temannya sangat puas dan bahagia.
"ya" kalian hebat guyss! aku cinta kalian semua. ucap james diiringan tawa siswa yang lain.
"Selamat james, selamat lus" ucap prof ken sembari memindahkan jambul toga dan menyalami Mereka berdua.
James dan lusi turun dari podium sambil bergandengan tangan, membuat sorak siswa semakin ramai.
***
"selamat lusi" ucap anna
"hei gadis cantik, terimakasih" kau memberi aku ciumanmu?
"ya" jawab anna dengan lucunya.
"selamat lus" ucap karen
"james" panggil ayahnya dan juga jenny.
"ayah" kalian datang? hei jenny!
"selamat sayang" kami sengaja datang tidak memberi tahumu, ucap jenny. Ini kejutan
"ya aku sangat terkejut"
"hei jenny" ucap lusi
Lusi sungguh berbahagia, keluarganya berkumpul dihari yang istimewa dan luar biasa ini. Karen, james, lusi, anna dan merri, ayah james dan jenny. Semua sedang berbahagia.
"hei" ucap jasmin
"selamat jasmin" aku senang kau sudah lulus sekarang
"ya, dan aku akan menjadi wanita yang sesungguhnya bukan? "
"hahahaha" tawa mereka.
Sekarang mereka saling mengobrol dan bercanda di halaman kampus. Tak lama carlos pun ikut bergabung menambah anggota yang ramai. Jasmin membawa kedua orang tuanya begitu juga carlos. Mereka seperti keluarga yang besar. Hingga karen mengundang mereka semua untuk makan malam dirumahnya. Dan disambut dengan tepuk tangan yang meriah.
Dari jauh, ibu james, trish sedang melihat mereka saling bercanda, ada rasa penyesalan yang tak terhingga didada trish, tak bisa memeluk anaknya bahkan tak bisa mengucap selamat padanya. Trish hanya bisa memandang dari kejauhan, melihat anaknya sudah tumbuh dewasa dan sangat tampan. Trish ibu yang malang. Karna kesalahannya ia harus kehilangan anaknya bahkan suami yang sangat mencintainya lebih dari apapun, juga jenny yang sangat lembut dan baik pada nya.
"trish" panggil lusi
"lusi" kau disini?
"maafkan aku" aku bukan ibu yang baik bagi putraku, aku sangat menyesal, andai aku bisa memutar waktu maka aku tak ingin ini terjadi. Ini sudah menjadi takdirku lus, aku titip james bersamamu
"berusahalah" selagi masih bisa jangan menyerah, teruslah berusaha, kau akan mendapatkan yang kau inginkan suatu saat trish.
***
trish pergi meninggalkan kampus dimana lusi dan yang lain asyik bercengkrama, smith mantan suaminya melihat lusi dan trish berbicara namun tak ingin mengatakan apapun pada lusi. Ia membiarkan arus seperti ini, melihat apa yang akan terjadi kedepannya. Smith hanya diam membisu sebelum ia akan menemui trish mantan istrinya.
***
Lusi, james pulang kerumah bersama jenny dan juga smith
"hari ini sungguh melelahkan" ucap lusi
"ya" kita juga harus memenuhi undangan karen nanti malam
"aku tahu" ucap lusi sambil merebahkan tubuhnya disofa dan mengambil nafas panjang.
"kau mau minum? "
"tidak" ucap lusi yang mulai mengantuk
"apa kau akan tidur? " kita akan terlambat lagi untuk makan malam
"aah, kenapa kau berisik sekali" aku hanya lelah
"baiklah, aku akan mengangkat mu untuk mandi
"biarkan dia istirahat dulu" ucap jenny
"aku akan mandi" smith pergi masuk kamar dan membersihkan diri sebelum makan malam.
Jenny juga memilih untuk masuk kekamar tamunya beristirahat.
"kau mau tidur disitu? "
Lusi tak bergeming, akhirnya memaksa james mengangkatnya dibahu dan membawanya kekamar mandi dilantai atas kamar mereka.
"turunkan aku james" aku tidak mau mandi, turunkan aku. teriak lusi
Smith dan jenny keluar dari kamar dan melihat kelakuan james dan lusi yang ribut sambil melongo. Mereka menggelang kepalanya dan memilih masuk kembali kekamar.
"dasar kau" aku tidak mau mandi, sambil duduk diranjangnya
"apa kau menyuruhku memandikanmu? james berjalan kearah lusi dengan tatapan aneh
"james" teriak lusi
***
"kau tampak cantik lus" ucap jenny
"cucumu yang memaksaku begini"
"benarkah? " berarti dia sangat mencintaimu
Mendengar jenny berbicara seperti itu lusi seperti kalah KO.
"ya baiklah, kalian hebat" sambil masuk kemobil dan berangkat menuju rumah karen
***
"anna, kau sangat cantik" ucap karen
"aku cantik seperti lusi"
"ya, kau sangat cantik seperti lusi" ucap karen memuji.
"hei karen" panggil jasmin
"hei, silahkan ambil tempatmu" jasmin bersama orang tuanya datang
Tak lama carlos menyusul bersama orang tuannya, dan juga lusi terkahir datang bersama james, jenny dan smith.
"kau memang cantik" ucap karen pada lusi.
"lusi" panggil anna"
"hei nona manis" sambil berjalan kearah meja bersama
Makan malam sangat romantis malam ini, brown juga tampak hadir namun tak banyak bicara, james juga sangat protective terhadap lusi dari pandangan brown. Sedikit kenyamanan terganggu. Namun tak menyurutkan makan malam yang diadakan karen untuk kelulusan lusi dan james.
"apa kau dari paris tuan jhon? " tanya ayah jasmin kepada ayah carlos
"ya, kami sebenarnya dari paris"
Seketika jasmin terbatuk dan wajahnya terlihat merah.
"ada apa denganmu jas? " tanya ibunya
Lusi, james dan karen hanya tersenyum melihat jasmin yang bertingkah aneh.
"aku tidak apa bu"
Jasmin tak percaya jika carlos berasal dari paris dan dia tampak salah tingkah sendiri.....
Jodohku....
Jasmin
💘