
"so, apa yang akan kita lakukan sekarang? " tanya lusi
"kau mau ikut denganku? "
"kemana"
James mengajak lusi pergi kesebuah pesta temannya dan bertemu dengan teman teman nya.
"aku tidak pernah datang kesini james, aku rasa aku hanya perlu menunggu diluar"
"aku disampingmu"
James menarik tangan lusi dan mengajaknya masuk
"hai james"
"hai"
"apa kau membawa santapan barumu? "
"jaga sikapmu"
"ok, sorry"
"mereka semua sedikit bajingan"
"seperti kau james?"
"haha" ya, kau benar! aku memang bajingan, dan kau mau.
"berapa banyak gadis yang sudah kau tiduri? "
"aku hanya berkencan dan tidak tidur dengan sembarang wanita"
"kau yakin"
"kau akan menjadi gadis pertama yang aku tiduri"
James dengan kalimatnya yang spontan dan lantang, terkadang membungkam lawan bicaranya detik itu juga. Andai aku bisa menjawab kalimat james.
"kau mau coba? "
"tidak"
"kau takut? "
"james, plis jangan seperti itu! "
"aku mencoba membawamu kedalam dunia yang tak pernah kau coba"
"minumlah" jangan terlalu parno. Ucap teman james
"apa kau bisa tidak berisik dan menggangguku? "
"aku hanya mencairkan suasana james"
"apa kau mengajakku untuk ribut" sambil berdiri
James mulai emosi dengan salah satu temannya dan berdiri ingin sekali memukulnya. Lalu aku berdiri mencegahnya
"james" bisa kita pindah tempat?
James melihatku dan menarik tanganku keluar dari rumah dan duduk di tepi kolam renang berdua denganku
"jadi, apa kau punya seorang anak? "
"ya.. ya, anna" dia sekarang sudah berusia dua tahun!
"siapa ayahnya? "
"aku tidak tahu"
"jadi kau tidak tahu siapa yang menghamilimu? " mungkin kau lebih liar dari yang kuduga"
"james"
"kau tidak tahu dengan siapa kau tidur, itu artinya banyak pria yang sudah menidurimu! "
"plaak" tamparan keras mendarat dipipi james! dan lusi pergi meninggalkan james yang memegang pipi merahnya.
***
"aku minta maaf"
James menunggu lusi didepan kelasnya. Dia meminta maaf atas ucapannya tadi malam.
"aku tahu aku sangat kasar padamu" aku tidak bermaksud menyakitimu!
"aku tidak ingin bicara denganmu" lusi membuang muka
"lusi" aku mohon maaf kan aku!
"james, kau sama seperti ayahku yang tidak peduli dengan perasaanku dan kau sama seperti pria yang meninggalkan anna dalam keadaan dingin! "
"tidak, aku tidak seperti itu" aku memang bajingan tapi aku pastikan kau tidak akan mendapat perlakuan yang sama seperti itu.
"kita tidak bisa bersama james"
"lusi jika kau ingin marah padaku silahkan, kau boleh memukulmu" tapi aku benar benar tidak tahu jika anna....
"james, anna bukan" teriak jasmin
lusi menarik tangan jasmin dan memberi kode untuk diam dan tidak memberi tahu james.
"jangan" lusi menggelengkan kepalanya kepada jasmin
"kau akan menyesal james" ucap jasmin
"lusi apa kita masih bisa bersama? "
Lusi menatap james lama, dia tidak ingin james tahu jika anna bukan lah anaknya melainkan ibu tirinya. Lusi ingin jika pria yang mencintainya juga harus mencintai anna seperti anak nya sendiri.
"tentu" kita masih bersama
"peluk" sahut james
Lusi memeluk james memberi maaf untuk james saat ini, dan lusi pun sadar james tidaklah salah seratus persen, karna dia tidak tahu kebenarannya.
Leah, menatap kami berdua yang berpelukan. Dan pergi dengan senyum sinisnya.
"aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu"
"apa kali ini"
"tenanglah, ini tidak sama seperti kemarin"
"apa lebih baik? "
"tentu"
"ok"
James mengajak lusi ke sebuah bukit, disana terdapat sebuah rumah menyerupai villa yang indah ditengah hutan yang rindang.
"ini milik ayahku" ayahku seorang pilot dan jarang berada dirumah, lalu ibuku dia sudah menikah lagi dengan seorang pengusaha pemilik art corp.
"apa? " art corp?
"ya, perusahaan penerbit"
"apa kau anak tunggal? "
"ya, aku tidak punya saudara" hanya aku dan disini tempat aku sering menghabiskan waktu.
"tempat ini sangat cantik dan rapi"
"kau suka? "
"ya.. ya aku suka"
"aku tidak punya banyak kenangan tentang orang tuaku, aku hanya tahu mereka semua sibuk dengan pekerjaan dan pribadi masing masing"
"apa ayahmu sering berkunjung kesini? "
"tidak" dia hanya membangunkannya untukku! tapi tidak pernah datang berkunjung
"apa aku boleh berkunjung kesini lebih sering? "
"kenapa? " kau ingin tinggal denganku?
"tidak maksud ku aku bisa mendapat banyak inspirasi disini, karna disini lebih tenang"
"aku bercanda" tapi jika kau mau, kau boleh tinggal disini kapan pun kau mau! aku letakkan kunci di dalam pot bunga lavender didekat jendela, kau bisa masuk jika kau mau.
"oh, terimakasih james" aku menghargai itu!
"lusi"... apa kau membesarkan anna sendirian?
"ya"
"kau tak ingin mencari ayahnya? "
"tidak" aku bahagia dengan hidupku sekarang!
"kau sangat bersemangat"
"thanks"
"apa kau lapar? "
"ada makanan"
"hmm" james tersenyum lalu pergi kedapur mengambil beberapa roti dan membuat sandwich
"wah, kau pria berbakat"
"kau tidak salah pilih"
"apa"
"aku serius" selain tampan dan pintar aku juga pandai memasak!
"aku suka dengan kejujuranmu james" bisa aku makan?
"tentu" jika kau mau!
"apa ada sesuatu didalamnya? "
"yup, ada cinta disana"
Lusi melihat james dengan penuh makna, hingga ia tak percaya jika pria didepannya begitu tegas dan sangat terbuka dengan apa yang dirasakannya.
"kau mau makan atau menggodaku? " tanya james
"apa kau tertarik jika aku menggodamu? "
"kau akan menyesal lusi"
James menghampiri lusi dan mencium bi**r lusi dengan mesra, memeluk dan mengangkat lusi keatas meja disampingnya. Masih dengan ci*ma*nnya, kali ini james menarik lusi kedalam pelukannya dengan lebih erat.
"kau yang mulai" ucap james
Lusi memandang wajah itu dan menarik rambut james dengan mesra, james membalas cium**n lusi dan mencoba membuka baju lusi dengan perlahan. Sedang james membuka bajunya sendiri lebih dulu. James menggendong lusi kekamar tidurnya, james menaruh lusi diranjang dan berusaha menerobos tembok kokoh milik lusi sangat kuat dan sempit.
James menghentikan permainannya, dan berdiri didepan lusi yang tak menggunakan sehelai benangpun.
"apa kau masih per**an? "
"james, aku"
"bukan kah kau sudah memiliki anak? " bukankah kau pernah tidur dengan pria lain? kenapa kau masih suci?
Lusi bangun dari ranjangnya dan memeluk james.
"maaf aku tidak jujur padamu"
"siapa kau sebenarnya" tanya james
"aku"..
James mengambil pakaiannya begitu juga dengan lusi, james memasang pakaian lusi dengan perlahan.
"kau mau cerita padaku? "
"hmm"
James menggendong lusi dan duduk disebuah sofa dengan lusi di pangkuannya sambil melingkarkan tangannya di pinggang lusi
"anna adalah anak dari ibu tiriku"
"apa? "
"dia lahir karna hubungan gelap ibu tiriku dengan selingkuhannya, karna tidak ingin melihat aibnya dia bunuh diri"
"jadi kau bukan ibu kandungnya? "
"bukan aku"
"lusi maafkan aku karna sudah kasar padamu" aku menyebutmu wanita murahan yang tidur dengan banyak pria hingga tidak tahu ayah dari anakmu!
"aku yang tidak jujur" lusi menunduk
"kau wanita hebat" aku yakin tidak salah memilihmu!
"apa kau mau menerima anna? "
"anna atau siapapun, kita akan menjadi keluarga yang bahagia! "
"thanks james"
Lusi dan james saling berpelukan, sangat erat hingga air mata lusi menetes karna terlalu bahagia..
💘