
Lusi berangkat kekantor menggunakan taxi dengan wajah kesal dan menggerutu, ia tak habis pikir kenapa james sangat protective akhir akhir ini padanya. Ia suka james memperhatikannya, tapi tidak dengan mengekangnya seperti ini. Lusi juga ingin berdiri sendiri dengan kakinya dan butuh motivasi dari orang terdekatnya.
"hei, lus" ucap dakota
"hai"
"sepertinya kau membawa berita buruk"
"tidak, tidak, aku hanya tegang dan gugup"
"benarkah? " jadi kita akan berangkat?
"ya"
"james akan ikut? "
"aku akan memastiakn lagi"
"ok, baiklah, kita akan segera menyiapkan berkas berkasnya"
"ya"
Lusi duduk di ruangannya seraya menatap laptopnya, dia tak tahu, apa lagi yang harus ia katakan pada james, ia tak ingin melepas kesempatan ini, dia sudah sangat lama menunggu. Lusi tak ingin melepas impiannya.
"james bantu aku" batin lusi
***
Lusi membuka pintu dan langsung masuk tanpa melihat james yang sedang duduk disofa menatap nya. Ia hanya melangkah dan menuju kamarnya. James mengikutinya dari belakang.
"aku minta maaf"
"ok"
"kau tidak akan pergi"
"ya" aku akan pergi pekan depan, ucap lusi tak ingin menatap james, yang pasti akan membuatnya lemah.
"kau marah padaku? "
"tidak" sambil mengganti pakaiannya dengan baju rumahan
"lus" kau akan meninggalkanku?
"tidak" aku hanya bekerja" james aku mohon, izinkan aku, aku ingin mencapai impianku! lusi mulai menangis.
"lus" pergilah
"apa? "
"aku memberi mu izin" pergilah
"kau serius? "
"ya"
"terima kasih james"
James pergi keluar dan meninggalkan lusi dikamar. James mendatangi rumah lusi dan bertemu dengan tuan swan.
"hei james" apa yang membawamu kesini? tanya ayah lusi yang sedang merapikan dapurnya, karna baru pulang bekerja.
"aku sedang frustasi"
"apa? " Karna lusi
"tidak" dia ingin pergi ke kanada pekan depan untuk pekerjaan.
"kau tidak mengizinkannya"
"aku hanya takut"
"james, kami semua tahu lusi sangat berarti bagimu" tapi kau tahu cinta saja tidak cukup agar kita merasa puas. Kau mencintai dia, dia juga mencintaimu! jika kau takut pergilah bersamanya.
"aku ada jadwal pemotretan yang tertunda kemarin"
"kau bisa pergi setelah menyelesaikannya" jika kau mau
"apa lusi akan membenciku karna aku terlalu membatasinya?"
"lusi bukan orang yang mudah marah dan dendam ataupun membenci orang lain" dia sangat dewasa di banding karen. Ia bisa menjadi apapun yang orang lain harapkan. Mungkin jika membenci seseorang, akulah orang yang harus dia benci. Aku meninggalkannya tanpa apapun, tanpa peduli perasaannya, usinya, bahkan impiannya. Ia membesarkan anna sendiri dengan tangannya seperti seorang ibu kepada anaknya. Kau tahu, ia tak pernah mengeluh, ia bahkan menelan air matanya sendiri. "James, jaga dia untukku" jangan sakiti dia atau tinggalkan dia jika kau tak ingin membahagiakannya. Ucap tuan swan sambil menghapus sudut matanya yang berair, lalu masuk meninggalkan james di tangga depan rumahnya.
James kembali menuju rumahnya, ia tak ingin terlambat, ia tak ingin lusi mengingat kenangan buruk bersamanya, itu impian james saat ini dan selanjutnya.
***
James menemukan lusi tidur disofa seperti biasanya, ia menunggu james pulang. James memandang lusi dengan penuh penyesalan. Ia mengangkat lusi menuju kamar perlahan agar ia tak bangun dari lelahnya.
"kau pulang? " tanya lusi masih dalam gendongan james sambil berjalan
"ya" kau tidur
"aku hanya lelah" ucap lusi sambil memeluk leher james.
"aku minta maaf" meletakkan lusi diranjangnya, dan james mengganti pakaiannya. Lalu langsung tidur disamping lusi.
"james"
"maksudmu"?
"aku akan menyusul jika pekerjaan ku disini selesai"
"benarkah" james kau serius
"ya"
"James" teriak lusi happy dan memeluk kekasihnya itu dan menciumnya.
***
"apa semua sudah siap? "
"mmm"
"tidak ada yang tinggal? "
"ya"
"aku membawa seperlunya dulu"
"disana sangat dingin" jangan sampai sakit sampai aku datang.
"cepatlah datang"
***
Hari pertama tanpa lusi dirumah, james merasa bingung, ia harus melakukan semua sendiri dan itu sangat merepotkan dirinya. Ia tak tahu apa yang harus dilakukan saat berada dirumah, tidak ada suara lusi bahkan wajahnya dirumah, sepi....
James melihat sekitar rumah dan luar rumahnya, hampir setiap sudut rumahnya terlihat lusi yang sedang sibuk dan tersenyum dengan manis sambil melambaikan tangan. James berbaring diranjangnya sambil menekan tombol diponselnya, namun lusi tak menjawabnya, james benar benar sudah tak sabar ingin pergi.
***
"lusi, ayo cepatlah" aku sudah mulai beku, ucap dakota
"kenapa disini sangat dingin" aku bisa berubah menjadi beruang kutub jika lama disini balas lusi
Hari ini mereka mengadakan pertemuan di sebuah restoran dengan pihak agensi golden. Dengan mengenakan jaket tebal, sarung tangan, penutup telinga, juga syal , wajah lusi hampir tak terlihat lagi.
"apa aku seperti pinguin? " tanya dakota
"hahaha" lebih seperti beruang kutub" lusi sambil tertawa terbahak bahak
"ayo"
"apa yang membuat kalian tertawa? " tanya jack"
"kami hanya, kami hanya merasa aneh dengan semua yang kami kenakan"
"kalian bisa lepaskan jika sudah sampai di restoran"
"ok, baiklah"
***
James, menyelesaikan sesi pemotretannya dengan baik hari ini dan ia bisa melanjutkan perjalanan ke kanada.
"james, kau bisa ikut makan malam?"
"sebenarnya aku"...
"tidak lama" ucap kepala manjer agensinya tuan charlie
"ok baiklah"
"hei, apa lusi menunggumu? " tanya sandra
"ya"
"aku sangat bangga melihat kalian berdua" sangat kuno...
"apa maksudmu? "
"kalian tidak modern, tidak seperti kebanyakan pasangan lain nya"
"aku tidak minta pendapatmu tentang hubunganku"
"ayolah james, kau tahu maksudku" apa kau pikir lusi bisa setia padamu hanya karna kau tampan, banyak pria tampan dan kaya didunia ini! yang bisa memberi apa yang tidak bisa kau beri, cinta tak kan ada gunanya jika apa yang wanita inginkan ada di pria lain.
"lusiku tidak seperti itu"
"kita lihat saja nanti" kau akan menyesal memilih dia, karna ia akan berpindah darimu jika sudah menemukan yang lebih dewasa dan tidak posesive.
James sangat kesal dengan sandra atas kalimatnya yang sangat konyol. James sangat tidak menikmati makan malam dengan koleganya. Ia hanya diam dan kesal dengan sandra.
***
Pukul sembilan penerbangan newyork to kanada. James sudah dibandara sambil memainkan ponselnya, sudah dua hari ia tidak menelpon lusi dan tak tahu bagaimana kabarnya disana.
Sepuluh lewat tiga puluh menit, james berada dikota paling utara amerika dan terdingin di benua ini. James menuju hotel yang ditunjuk lusi, tempat ia menginap selama sepekan. James menuju hotel hilton toronto. James mencoba menelpon lusi, namun tak ada jawaban. James menunggu dilobi hotel sambil masih menekan tombol ponsel. Setengah jam berlalu, james melihat lusi datang dari pintu masuk hotel bersama seorang pria dengan pakaian formal sambil berbicara dengan sumringah, dan Mereka berpisah sambil berpelukan. James berdiri dan menatap lusi penuh kemarahan....
💘