Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#30



braak, suara benda terjatuh dan suara benda pecah memenuhi ruangan. Merry dengan cepat membawa anna ke dalam kamarnya dan mengunci pintu. Sedangkan karen dan brown masih bertengkar diruang tamu rumah miliknya.


"tidak ada alasan lagi aku bersamamu"


"karen" ucap brown


"aku akan mengajukan perceraian, kita akan segera berpisah?"


Brown suaminya hanya diam tak berkutik dan duduk lemas di sofa ruang tamu tersebut. Brown kembali dengan membuat kesalahan yang sama, ia didapati langsung oleh karen sedang tidur dengan wanita lain disebuah hotel. Karen sangat marah dan kecewa. Hubungan nya akan berakhir dengan suaminya.


*nh*


Keputusan hakim mengatakan jika karen dan brown secara resmi bukan suami istri lagi. Mereka berpisah. Namun brown bukan lah pria yang bisa menerima keputusan dengan mudah. Ia seperti mengancam akan menghancurkan karen. Karen tak gentar sama sekali, ia akan membalas semua perbuatan mantan suaminya itu.


***


"masih seperti yang dulu" ucap lusi sambil melihat rumah mereka


"ya" sepertinya ia masih menunggu mu!


"kau sepertinya membersihkannya"


"ya" karna kau melakukan itu setiap hari


"ok"


"ada yang mau kau cek"


"kau memasang kamera cctv? "


"ya" aku memantau jika kau pulang kerumah sewaktu waktu" dan aku akan datang secepat kilat kerumah, namun tak seperti yang kuharapkan.


"aku disini sekarang"


"ya" ucap james mendekati lusi dan memeluk pinggangnya seraya mengecup kening lusi.


"tetap lah disini" jangan pergi lagi.


"bukankah kau akan mengajakku ke islandia? "


"kita akan tetap disini sampai kau sendiri yang meminta kita pergi dari sini"


"terimakasih james" memeluk james erat.


***


"lusi" panggil dakota


"dakota, hai"


"aku senang kau kembali" aku kehilangan semangat bekerja saat kau tidak disini!


"ya" dia hampir tak bekerja dan terkadang pura pura sakit! tambah tuan jack sambil berlalu


"kau begitu? "


"tidak.. sedikit... "


"bagaimana kabarmu? "


"aku baik" kau tahu aku juga sedang hamil sekarang


"sungguh" kau sedang....


"ya"..


"selamat dakota" aku turut gembira mendengar itu


"terimakasih lus" bagaimana dengan hubunganmu?


"ya" kami mencoba untuk memulai nya kembali


"akun turut senang" kau tahu james sangat buruk saat kau tak ada


"ya" aku tahu, karna itu aku kembali


"ya....ya.... " sambil senyum


"mungkin kita bisa berjalan jalan suatu saat" agar kita semua kembali fresh


"ide bagus"


***


Karwen sedang berada dirumah. Setelah mengantar anna ke asrama dan tinggal disana. Karen memutuskan membawa anna ke asrama sekolah, disana ia akan tumbuh lebih dewasa dan pintar. Dia tidak ingin anna melihat kondisinya seperti ini.


"karen, sekarang apa yang harus kau lakukan? "


"entahnlah merry" aku tidak tahu, mungkin aku harus fokus bekerja agar pria busuk itu tidak berani menggangguku juga keluargaku


"berhati hatilah" kau tahu brown bukan pria yang mudah


"ya" aku tahu


"lusi telah kembali"


"benarkah? "


"ya" aku dapat kabar dari jasmin saat bertemu dengannya diluar


"itu kabar baik, aku akan menelponnya"


***


"karen" panggil lusi


"lusi" hai


"aku turut prihatin denganmu" seraya memeluk karen


"ya" terimakasih!


"bagaimana kondisi mu saat ini? " apa kau ok?


"ya" aku baik, anna berada diasrama. Dia sekolah di sana. Aku hanya ingin dia tumbuh menjadi anak yang baik dan pintar


"itu ide bagus" aku suka itu


"bagaimana dengan james? "


"ia baik" sambil melihat sekeliling taman, karna mereka sedang berada di taman kota sambil menghangatkan diri.


Karen duduk sambil melihat kelangit yang terasa silau dengan tangan menahan tubuhnya kebelakang, dan lusi duduk disampingnya sesekali melihat karen.


"ya" dan jalan masih panjang!


"kau benar"


"bagaimana ayah? "


"dia baik" jawab karen


"mungkin kita bisa kesana lain kali" makan bersama misalnya


"ide bagus, aku suka", kita akan membawa anna bersama


"ya"


Siang itu berlalu dengan sendu, hanya ada semangat lusi dan karen yang masih berjuang dengan kehidupan mereka, kehidupan yang entah mana yang harus mereka jalani. Karen yang mengakhiri hubungannya, dan lusi yang memulai hubungannya. Seperti sudah terlukis oleh pencipta, mereka akan saling menguatkan.


Tak terasa air mata karen mengalir disudut matanya, dan ia membiarkan air itu mengalir tanpa berniat untuk menghapusnya, mungkin karen ingin melepaskan semua beban yang ada dipundaknya. Sama seperti lusi saat harus menjadi wali bagi anna, ditinggal ayahnya dan ibunya juga karen saat itu. Ingin membuang semua rasa takut dan kecewa juga sedih yang membendung didadanya.


Menjadi sewasa dan kuat adalah pilihan mereka dalam bertahan hidup.


***


"hei" ucap james


"kau duluan? "


"ya" aku sengaja menunggumu


"ok", kau punya sesuatu untukku?


"no"


"kau yakin? "


"ya"


"aku curiga"


"kau boleh curiga"


Lusi melihat sekeliling rumahnya, namun tak ada yang mencurigakan, lalu ia naik kekamar untuk mengganti baju dan mandi.


"ok" aku akan mandi


"ya"


James menyiapkan sesuatu diatas ranjangnya, kejutan kecil penyambutan lusi yang telah pulang dalam pelukannya kembali. Kembali menata hidupnya bersama lagi.


"james" teriak lusi memanggil


"apa? "


"apa ini? "


"apa? "


"kau menyiapkan untukku? "


"menurutmu? " sambil berbicara bersahutan dari bawah dan lusi diatas.


"james" aku suka ini, teriak lusi kembali


"aku senang jika kau suka"


"terima kasih james" tanpa lusi sadar james berjalan menuju ke kamar


"welcome" ucap james ditelinga lusi!


Sebuah bunga mawar putih bertaburan di ranjang dan juga dilantai kamarnya, sebuah hiasan kecil dan juga sebuah cake putih yang sangat indah, membuat lusi terpesona dan menangis sambil memeluk erat hingga kaki nya tak menapak dilantai karna digendong oleh suaminya.


"terima kasih james" I love you james


"maafkan aku terlambat menyatakannya"


"I love you james"


James mencium bibir lusi dengan mesra diikuti rasa rindu seorang suami pada istri yang telah lama ia rindukan, james tak bisa menahannya lagi, mereka sudah lama terpisah jarak dan waktu, dan sekarang mereka memulai dan tak ingin hal bodoh terjadi lagi.


"you want? "


"ya"


James mengambil lusi dalam pelukannya hingga mereka berbalut emosi, begitu juga lusi, hanya berbalut cinta dan kerinduan, menghabiskan malam berdua.


Lusi menarik kain yang menutupi tempat tidurnyanya, sedikit keras, dan sesekali menarik rambut james dengan lembut. James yang tak bisa menguasai diri seperti kesurupan, istrinya, kekasihnya, wanita yang sangat berarti dalam hidupnya.


"ok".... kita mendapatkannya..


"ya".... aku juga mendapatkannya.


"thanks james"


"thankyou lus"


Malam panjang, diselimuti mawar putih yang wangi dan indah terasa lembut menyentuh kulit, membuat siapa pun yang melihat dan menciumnya merasa seperti kecanduan akan indahnya. Malam yang panjang, membawa lusi dan james masuk kedalam mimpi indah, bersama berpegang tangan dan berpakaian putih berjalan menyusuri jalan yang penuh hamparan mawar putih yang menakjubkan..


Langit yang cerah dan udara yang hangat, angin berhembus menyentuh kulit, mimpi ini jangan berakhir...


***


Lusi terbangun dengan nafas tersengal dan keringat yang menetes seraya menjerit.


"aaaahhh"... seperi orang ketakutan


"lusi.. lusi.. " ini aku, kau mimpi, ya kau hanya bermimpi...


"james"


"ya" ini aku


"aku takut" dia datang padaku... dia datang kembali...


"tenanglah...."


Lusi bermimpi buruk, mimpi indahnya ternodai dengan tragedi masa lalunya....


"dia datang..... " ucap lusi...


💘