Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#32



"mom" ucap lusi dengan suara serak


"lusi" panggil james masih memegang tangannya dan duduk disamping lusi


Perlahan lusi membuka matanya, dan melihat langit langit, dan sesekali memejamkan matanya tanpa berkata apapun. Lusi kembali melihat ke arah james dan tersenyum padanya.


"kau kembali" ucap james


Lusi mengangguk, perlahan ia mulai sadar jika ia sudah bermimpi dan berharap terlalu jauh jika semua itu nyata.


"aku disini, akan selalu menunggumu lus" bangun lah, kita akan kembali pulang!


"james" panggil lusi


"ya"


Karen masuk ke dalam ruangan seraya melihat lusi sudah sadar dari mimpi buruknya, yang akan membawa ia pergi selamanya.


"Lus" panggil karen


Semua menatap lusi dengan wajah cemas, termasuk ayahnya yang tak pernah beranjak dari kamarnya.


"semua sudah aman" brown ditangkap polisi dan sudah dipenjara. Aku tidak tahu apa yang akan menimpa kita lagi esok, aku hanya ingin kita semua saling membantu.


"terimakasih karen" aku berhutang padamu, ucap lusi


"kau adikku, sudah tanggung jawabku menjagamu


"kalian akan saling menjaga" ucap ayahnya


"lusi" panggil anna


"anna"


"apa kau baik baik saja? "


"ya" aku baik baik saja, aku senang kau disini


"aku mencemaskan mu, kau tidur terlalu lama dan tak mendengarkan kami memanggilmu


"maafkan aku" mungkin aku terlalu lelah, jadi aku tidur terlalu lama sayang


"ok", anna kau bersama bibi merry dulu, biarkan lusi beristirahat, pinta karen sambil keluar dari kamar rawat inap lusi


"ok" bye lusi


"bye anna" kita akan bermain lagi besok


"ya" itu bagus, aku suka


"ok"


***


Lusi pulang kerumahnya, setelah diizinkan pulang oleh dokter, namun tidak untuk bekerja dikantornya, karna traumanya belum pulih seperti sedia kala. Sebenarnya lusi tak ingin kembali kerumah, namun james meyakinkan ia jika james akan menjaganya dengan aman.


"james"


"ya" kau butuh sesuatu?


"aku ingin mengatakan sesuatu"


"ok" kau bisa bicara perlahan, kau sedang sakit lus


"aku bermimpi ibuku memanggilku untuk pergi bersamanya, dan bibi gema ada disana bersama suaminya juga, mereka tampak bahagia, dan sangat merindukanku, ibuku bilang jika dia akan menjagaku dan tak akan ada yang menyakiti ku lagi. Bibi gema menyentuh tanganku juga mencium pipiku.


"aku pastikan aku akan lebih baik menjagamu lus"


"james"


"lusi" aku tahu aku tidak memperhatikanmu, tapi aku mohon tetaplah disini sampai kita pindah ke islandia.


"apa? "


"ya" sepertinya islandia adalah pilihan terakhir kita tinggal. Disini kau terlalu banyak mendapat masalah, dan aku ingin kau aman dan bahagia.


"james" apa kau serius?


"ya" kita akan pikirkan baik baik, dan akan mencari solusinya.


"ok"


***


Perlahan semua mulai menjauh, hidup yang sulit kini terasa sangat dekat, kehidupan yang sesungguhnya baru saja dimulai.


"lusi" terdengar suara dari pintu


"jasmin" ucap james, dia sedang duduk disofa


"ok" terimakasih


***


"lusi" teriak jasmin


"jas" kau disini?


"aku mendengar semuanya"


"ya" kau begitu...pasti...


"maafkan aku" aku tidak bisa membantumu, saat kau menghadapi masalah


"semua sudah normal kembali jas" bagaimana dengan pekerjaanmu?


"semua berjalan baik dan lancar"


"bagaimana dengan carol? "


"apa maksudmu? "


"aku pikir dia menyukaimu"


"tidak mungkin, aku melihatnya dengan seorang wanita" ya... mungkin itu pacar barunya


"kau yakin? "


"ya" mereka terlihat serasi, maksudku...


"aku tidak yakin"


"apa maksudmu? "


"aku ingat dia pernah mengatakan jika kau gadis yang ceria dan dia menyukai itu


"itu dulu, tidak berlaku untuk sekarang lus!


"ya" mungkin saja


***


"lusi, apa aku boleh datang menjengukmu? " panggilan via telpon oleh trish


Lusi tak menjawab, dan melihat james disampingnya


"trish" ya.. kau boleh menjengukku, aku sangat berterima kasih.. ok... bye...


"apa maksudmu" kau mengundang nya kemari? tanya james


"dia ingin melihatku" bukan kau


"lusi"


"james" sampai kapan kita harus bersembunyi?


"kita tidak sedang bermain lus"


"kapan kau akan membuka hatimu jika, kaubtidak memaksakannya"


"akubhanyantidak mau membuka luka lama"


"bukan membuka" tapi memoerbaiki dan mengobati, kaubtidak akan sembuh jikankaubtidak inhin memgobatinya. Jalannyangbkaubambil salah, memaafkan bukan berarti kita harus menjadi rendah.


"lusi"...


tok.. tok.. tok..


"buka lah" itu ibumu


"kau"


"aku mohon"


James mencoba melangkahkan kakinya, dan membuka pintu pertama kalinya untuk ibunya sendiri yang selama ini baginya tidak pernah ada.


"james" ucap trish


"hai" silahkan masuk


"terimakasih"


"trish ibunya james" panggil lusi yang duduk disofa


"maafkan aku tidak bisa menjengukmu"


"tidak apa" semua sudah baik baik saja!


"aku menyesal dengan apa yang telah terjadi padamu lus"


"ya" semua terjadi begitu saja! aku disini sekarang, dan semua sudah membaik


"aku senang mendengarnya"


James duduk disamping lusi hanya diam saja dan tak ikut mengobrol bersama mereka.


"james" apa kau baik baik saja? tanya trish


"ya" aku baik


"lenganmu tertembak? "


"ya" sudah membaik, aku tidak apa apa, jawabnya cuek


"syukurlah"


"kami berencana pindah ke islandia"


"apa? " benarkah?


"ya" kami masih merencanakannya, dan kami akan berpikir dengan perlahan


"ya" itu mungkin ide yang bagus untuk kalian berdua, aku setuju itu ucap trish dengan raut wajah sedih, karna akan semakin sulit untuk bertemu lusi dan james.


"aku akan menyelesaikan pekerjaan ku disini, begitu juga james" setelah itu mungkin kami akan berpikir untuk pindah bersama jenny dan smith! ucap lusi


"ya" jenny pasti sangat senang, dia akan memiliki teman juga smith. mereka pasti akan sangat bahagia.


***


"james" bisa bantu aku? teriak lusi dari kamar dan membuat james berlari keatas melihat lusi disana


"ada apa"


"apa kau bisa menggendong ku kebawah untuk makan?" aku lapar...


"baiklah nyonya james" kau mendapatkannya


"terimakasih tuan lusi" aku sangat tersanjung


"aku pikir kau bertambah berat"


"benarkah? "


"apa aku makan terlalu banyak"


"itu bagus" agar kau lekas sembuh, sambil menaruh lusi dikursi didapurnya.


"kau masak apa hari ini? "


"aku hanya bisa membuat sandwich seperti yang kau ajarkan lus" aku belum berbakat memasak yang lain


"aku suka kau mencoba" ini luar biasa


"kau akan terlihat sexy jika gemuk"


"kau mengejekku? "


"sedikit"


"kau dihukum"


"kenapa" tanya james


"kau mengejekku" ucap lusi


"apa hukumannya? "


"mandikan aku" karna kau tahu kakiku sakit dan tanganku juga masih terasa sakit, kau lihat wajahku masih banyak luka disini, sambil menunjuk lukanya


"kau ingin bermanja denganku? "


"tidak" aku serius, aku hanya minta bantuanmu


"tidak gratis lus" kau minta bantuanku, dan aku akan beri bantuan dengan bayaran cukup tinggi


"aku belum gajian"


"pikirkanlah kau harus membayar mahal untuk seorang model terkenal"


"baiklah tuan james" bagaimana caranya aku membayarmu


"kau tahu caranya lus"


"habiskan makananmu" lalu lakukan tugasmu dengan baik, ucap lusi serius


💘