
Lusi dirawat di rumah sakit theresia, selama tiga hari lusi disana, tak ada kunjungan dari james, tak ada siapapun yang mengetahui jika lusi sedang berjuang mempertahankan rahimnya. Lusi meminta dokter untuk mengobati dan tidak mengambil rahimnya, ia masih ingin berusaha. Dengan segala resikonya. Dokter mengatakan jika sebaiknya dia mencoba pengobatan di queens hospital center, jika ia tak ingin menempuh pengangkatan rahim.
James masih mencoba menghubungi lusi, namun tak ada jawaban...
***
Karen memutuskan untuk pindah ke chicago bersama anna dan merry. Ia tak ingin terlibat lagi dengan brown dan ingin memulai hidup baru disana dengan cabang kantor miliknya. Sementara swan ayah lusi dan karen memilih untuk ikut ke chicago namun tinggal disebuah kota kecil tempat ia dilahirkan. Smith masih dengan kesibukannya dan menetap di islandia. Sedangkan bryan adik smith mencoba untuk memulai hubungan dengan smith kembali sejak kepergian jenny. Meski dengan hubungan yang pelik, namun smith ingin mencoba membuka hatinya untuk bryan adik satu satunya. Mereka tidak tinggal bersama namun akan selalu menjalin hubungan, bryan sudah menikah dan memiliki seorang putra.
Lusi meninggalkan rumah sakit theresia dan pindah kerumah sakit queens hospital. Dia pernah datang kerumah, namun james tak ada ditempat, lusi meninggalkan pesan di atas ranjangnya, mengambil beberapa barang dan pergi.
"I love you james"
***
Selama proses pengobatan lusi tinggal disebuah apartemen, dia juga bekerja sebagai karyawan di sebuah food center. Lusi masih menulis dan sering mengirim beberapa judulnya ke penerbit, sejak ia memutuskan mengundurkan diri dari kantornya lusi tak pernah mendapat kabar lagi bagaimana dengan proses penerbitan karyanya, namun dakota memberi kabar jika karya nya sudah terbit dan bisa di lihat di toko buku. Lusi sangat bahagia jika karya nya sudah bisa dibaca banyak orang. Lusi mendapatkan royalti atas bukunya, namun ia tetap ingin bekerja agarbtidak bosan dirumah.
Sejak kepergian lusi, james lebih banyak menghabiskan kesehariannya di bar atau di club bersama teman temannya. Ia tetap dengan pekerjaannya sebagai model dan telah banyak tawaran untuk bermain di sebuah film, namun ia menolaknya, ia merasa belum siap dan mampu untuk itu.
***
"hei james" sapa mr. patel
"hei" apa ada yang perlu kita kerjakan hari ini?
"tidak banyak seperti biasa"
"ok"
***
Sudah setahun james dan lusi berpisah, banyak hal yang terlewatkan, banyak cerita yang terkumpul untuk diceritakan. Tapi mereka masih belum bersatu. Lusi bahkan hampir melupakan suaminya itu. tidak ada kabar, tidak ada berita. Lusi sesekali melihat james di tivi dan majalah. Tanpa lusi tahu james membeli novel milik lusi dan menyimpan novel itu yang hampir setiap hari dibacanya.
***
"lusi" terimakasih untuk hari ini
"ya" terimakasih, senang bekerja dengan mu al
Alice, karyawan tempat ia bekerja sebagai koki di food center. Teman yang cukup menarik dan sangat humble.
"kau akan pulang? " tanya alice
"kemana lagi aku harus pergi? "
"bagaimana jika menonton malam ini? "
"apa"
"ya" sesekali kita harus menghibur diri lus
"ok" tidak buruk
"ok" ayo...
***
Alice memilih satu film untuk ditonton dengan dua popcorn ditangan dan dua cangkir cola di tangan lusi.
"ok" ayo kita masuk
Lusi duduk dikursi berdampingan dengan alice sambil menunggu film diputar, lusi memakan popcorn miliknya,
"ini pasti akan menarik" ucap alice
"ya"
Film telah diputar, pintu telah ditutup, semua penonton duduk dikursinya masing masing. dengan tenang dan fokus pada layar lebar itu. Lusi terus mengambil pop cornnya dan sesekali mengambil colanya yang diletakkan didepannya. Lusi sangat fokus dengan filmnya hingga tak melihat apa yang diambilnya hingga ia tak menyadari jika cola orang lainlah yang diambilnya... dan meminumnya seketika.
"hei" itu cola milikku bisik seorang pria ditelinganya, lusi kaget dan menyemburkan minuman dimulutnya kewajah pria tersebut.
"maaf" aku tidak sengaja, aku benar benar minta maaf, ucap lusi gugup
Lusi membuat konsentrasi penonton lain terpecah, hingga ia memilih izin pada alice untuk keluar bersama pria yang disemburnya.
"ok" aku minta maaf, aku tidak tahu jika minuman itu milikmu karna aku tidak fokus.
"tidak apa" aku mengerti, ucap pria itu sambil mencuci wajahnya dari cola
"ok" aku sepertinya mengacaukan filmmu..
"aku edward" ngomong ngomong...
"aku lusi" hai..
"bisa kita duduk sampai filmnya selesai dan temanmu keluar
"ya"...ok..
"apa kau baru pertama ke bioskop"
"ya"... aku pernah tapi sudah sangat lama
"ya" mungkin karna itu kau gugup saat menonton lagi
"apa"...ah.. kau..
"aku hanya bercanda"
"you good"..
"aku tinggal di sebuah apartemen dekat food center aku juga bekerja disana
"ok" mungkin kita akan bertemu lagi lusi"
"ya" mungkin.. ok sampai jumpa dan sekali lagi maafkan aku, sambil berjalan karna alice sudah keluar dan mereka segera pulang
"nice to meet you"... ucap edward melihat lusi yang pergi meninggalkannya.
***
"kau ok lus? "
"ya"
"siapa namanya? "
"edward"
"wow" kau mendapat singa tampan hari ini
"alice" kau tahu aku tidak...
"ya" aku tahu, kau tidak ingin bercinta
"alice"....
"just kidding" selamat malam lus
"selamat malam alice"
***
Lusi berbaring diranjangnya, sudah setahun ia tak saling komunikasi dengan james, bagaimana ia saat ini lusi pun tak tahu, ia pernah mencoba menghubungi namun tak james tak menjawabnya.
"james"....
"aaahhh" james terbangun dari mimpinya, seakan ia melihat lusi berlari kearahnya dan tersenyum bahagia...
***
"pagi lus" ucap alice
"ya" morning, kita akan bekerja hari ini?
"ya" kau mau dipecat?
"ah, aku masih mengantuk, jawab lusi
***
Sabtu, sebelum libur dihari minggu. Lusi bekerja seperti biasa malayani pelanggan yang setiap harinya seperti kelaparan..
"fried chiken satu" teriak lusi dari meja pesanannya
"ok" ucap tim koki dibelakang
"naco tacco dua" kembali lusi berteriak
"ok"
"pesan kentang goreng, beef burger dan lemon tea" ucap salah satu pelanggan,
"kentang gor..... " lusi tak meneruskan kalimatnya karna ia tak menyangka akan bertemu kembali dengan edward, pria yang tak sengaja ia semburkan dengan cola.
"ouh" hai... edward right?
"ya" hai... kau sibuk?
"ya" begitulah... kau mau pesan sesuatu?
"sesuai pesanan tadi"
"bisa kau ulangi"
"kau kembali tidak fokus", apa aku terlalu tampan hingga kau selalu tidak fokus saat bersama ku?
"edwars plis"
"ok" aku akan menunggu mu selesai bekerja
"ok" aku akan mengantar secangkir cola untuk mu
"cola" aku sedikit trauma dengan cola...
Edward tersenyum lalu memilih duduk di salah satu kursi yang ada di food center. Dari jauh edward memperhatikan lusi bekerja, ia mulai berpikir, apa lusi sudah memiliki kekasih! ia mulai tertarik dengan lusi. Edward tersenyum lalu memalingkan mukanya saat melihat membawa secangkir lemon tea untuknya.
"lemon tea"
"ok" terima kasih...
"aku akan kembali" lusi tersenym lalu pergi melanjutkan pekerjaannya
Lusi... wanita yang secara hukum masih memiliki suami, dan istri sah james, kini merasa hatinya berdebar kembali saat bertemu dengan edward.. untuk pertama kalinya...
💘