
pasca mengalami abortus dan dirawat di rumah sakit selama beberapa hari, lusi akhirnya kembali kerumah. Lusi berubah drastis sejak tragedi yang menimpanya, dia banyak diam dan murung. James berusaha memperbaiki kesalahannya, namun tak membuahkan hasil. Sampai james menemukan lusi tidak berada dirumah dan juga beberapa barang milik lusi ikut pergi bersama pemiliknya. James sangat frustasi, mencoba menelpon lusi namun tak mendapat jawaban, sms yang dikirim hingga ratusan tak satupun dibalas lusi.
James mencari lusi ketempat karen dan menceritakan kejadian yang menimpa dirinya dan lusi, tapi tak menemukan lusi disana, begitu juga dengan ayah swan, lusi tak berada disana. James bahkan menelpon jasmin, namun tak mendapat apa yang dia inginkan.
Hari berlalu, james masih sendiri. Bahkan minggu dan bulan berganti james masih tidak menemukan lusi. Hari ini james kembali kekantor lusi, namun lusi tak ada disana, dakota mengatakan jika lusi telah dipindahkan ke manhattan. Kantor cabang dari art corp milik jack. Menambah sulit james untuk menemukan lusi.
Sudah enam bulan james dan lusi berpisah dan tak saling berkomunikasi. James masih dengan pekerjaannya, ia sempat berniat untuk berhenti namun prof. ken mengatakan jika hanya perlu kejujuran untuk sebuah hubungan tidak ada masalah dalam pekerjaan. James bertahan disini, menunggu lusi jika ia berubah pikiran.
"james, aku minta maaf atas tindakanku" ucap sandra
"terlambat" dan aku ingin kau jangan sebut atau panggil namaku lagi
"james, kita rekan"
"hanya rekan" tidak lebih. Jadi jangan mencoba mengacaukan semua
"james" kau sangat membenciku?
"lebih dari yang kau tahu" aku kehilangan lusi ku, kau tahu.
"james"
"enyahlah" sambil berlalu meninggalkan sandra yang mematung
***
"pagi lusi" kau tampak sangat baik hari ini
"ya" tentu jes. Jessica teman baru lusi dikantornya sekarang.
"kita akan ke pesta malam ini? "
"apa? "
"ya, tuan jack akan datang kesini" bersama istrinya dan mengadakan pesta di hotel luxury. Kau harus datang banyak tamu undangan dan juga beberapa artis dan model. pria tampan pasti banyak disana...
"haha" kau pasti...
"ayolah lusi" kau tak mau memilih salah satu dari mereka?
"tentu"
***
Hotel luxury, mengadakan pesta malam ini oleh tuan jack dan trish istrinya.
"lusi" panggil trish
"hai trish"
"aku turut menyesal atas james"
"tidak perlu"
"dia sangat frustasi selama ini" dia mungkin akan kembali seperti dulu, seperti dia yang buruk dan sangat menyedihkan.
"trish"
"ya" aku tidak ingin membelanya, tapi dia tidak seperti itu, sandra yang sengaja ingin mengacaukan hubungan kalian, dia ingin memiliki james lus. Tapi sudahlah itu sudah berlalu, james akan bangkit kembali lagi.
"ya" tentu
"selamat menikmati pesta lus" memeluk lusi dan mencium pipinya dan pergi menerima tamu lain.
Lusi diam setelah mendengar apa yang dikatakan trish, ada rasa bersalah pada james. Namun tak akan merubah apapun, james tak ada disini disisi nya, dan mereka seperti orang asing sekarang. Lusi mengambil segelas minuman yang tertata rapi, namun saat ia berbalik ia menabrak seorang pria yang sangat ia kenali...
"james" ucap lusi
"lusi"
"ya" aku lusi
"hai" ucap james sebenarnya langsung ingin memeluknya, menciumnya bahkan tak ingin melepaskannya, namun itu tak mungkin terjadi
"kau disini? " tanya lusi
"ya" aku diundang oleh art corp yang bekerja sama dengan perusahaaan kami
"ya" kau tampak kurus james
"kau tidak dirumah", tidak memberiku makan dan memperhatikan ku
"james"
"maaf" aku hanya....
"lusi" ouh.. kau menemukan pria disini ucap jessica
"ya" kenalkan james
"hai james"
"hai"
"ok" boleh aku pinjam lusi sebentar, menarik tangan lusi sedikit menjauh
"dengar" kau harus membantuku, aku baru kenal dengan seorang pria, dia sangat tampan. aku akan menginap disini kau bisa pulang sendiri?
"ya" tentu
"ok" baiklah, terima kasih
"bye james" ucap jessica
"hmmm" bye...
"maaf itu jessica teman kantorku"
"ya" apa kau mau mengobrol denganku
"ya" ok..
James mengajak lusi keluar dari pesta dan duduk di sebuah taman dipinggir kota
"kau dingin? "
"maaf aku tidak membawa jaketku" lusi tak membawa baju hangatnya karna memang ingin ke pesta, lalu james memasang jas miliknya menghangatkan lusi.
"terimakasih"
"hm" ya, mencoba hal baru
"ya" kau harus, kau tampak cantik lus
"thanks"
"aku merindukanmu"
"james"
"itu semua membuatku frustasi" kau pergi dan tak kembali, kau masih marah padaku?
"james, semua sudah berlalu"
"apa kita tidak bisa memulai yang baru"
"james, aku"...
"ya" kau tidak mau, tidak akan, aku tahu. Maaf aku sudah mengganggumu, dan berharap padamu. Semoga harimu menyenangkan dan lebih bahagia lus. Ucap james ingin pergi dan meninggalkan lusi
"james" lusi menarik tangan james dan mencium pipinya. Maaf membuat mu menderita, kita....
James tak menunggu lusi menjelaskan, ia langsung mencium bibir lusi dan memeluknya sangat erat, bahkan tak seperti james biasanya. dengan penuh kerinduan dan rasa sayang yang menumpuk seperti gunung yang meledak, james menumpahkan semua pada lusi malam itu, ia tak tahu apa lusi menerimanya atau tidak.
"james"
"maaf, aku hanya tidak bisa menahannya"
"ya" kau pasti sangat ingin..
"kau boleh membenciku" tapi izinkan aku memelukmu hanya sebentar saja. Aku tidak akan mengganggumu lagi.
"kau boleh menggangguku lagi james" jika kau minta..
"apa? "
"aku minta maaf karna terlalu egois" aku tidak memberikan kau untuk menjelaskannya, dan aku hanya marah dan emosi pada diriku sendiri yang tidak bisa menjaga bayimu..
James kembali mencium lusi dan hampir menangis. Mereka saling berpelukan malam itu dan melepas rindu.
"apa kau mau pesan layanan kamar? " ucap lusi
"kau akan membenciku besok"
"aku sudah membencimu james"
"ok"
Akhirnya lusi dan james memilih salah satu kamar dan tinggal disana satu malam. Mereka bercerita selama mereka berpisah dan menghadapi dunia baru tanpa satu sama lainnya. mereka bercerita hingga pagi menjemput. Dan lusi tertidur dalam pelukan james. Sperti mimpi james dan lusi kembali dalam posisinya masing masing. Seperti saat mereka berpacaran dan menghabiskan waktu bersama. Terasa begitu indah.
"james" aku terlambat bekerja! lusi bangun tiba tiba
"kau akan bekerja? "
"ya" tidak jika kau ingin
"james, menarik tangan lusi memasukkannya dalam pukan hangat dan mengecup keningnya.
"Kau mau mencoba nya bersamaku lagi?" tanya james
"ya"
"kau yakin? "
"tanpa pil"
"tanpa plastik"
"ok"
James benar benar mencurahkan semua rasa rindunya, dengan sangat mesra dan penuh gairah yang tertahan seperti seorang yang sedang menikmati obatnya, lusi adalah obatnya, candunya. Tanpa tekanan, james memulai hal baru dengan lusi, bersama.
"aah" kau ok? tanya james lelah dan puas
"ya"
"kau boleh bekerja sekarang"
"james" kau...
"hahahaha" aku merindukan mu! mencium lusi
"me too"
"aku mencintaimu"
"me too"
"kau mengikutiku? "
"no" aku hanya menyimpan kata katamu
"ok" itu bagus
"ya"..
"kembalilah lus" tinggal bersamaku
"kau mau?"
"lebih dari yang kau tahu"
"ok"
"kau serius? " tanya james
"mungkin"
"hei"....
"hahaha"
"kemarilah" sambil mendekap dengan lusi dengan erat dan tidur bersama...
💘