Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#8



Lusi langsung masuk ke kamar james dan berbaring diranjang, sambil meringkuk dan menangis, lusi menutup kedua wajahnya seolah malu dan membenci apa yang baru saja terjadi padanya. James melihat lusi dari balik pintu, ingin rasanya ia menghabisi pria yang menyentuh kekasihnya, namun lusi mencegahnya. James tak tahu harus bagaimana menghadapi lusi saat ini. Ia tentu ingin menyendiri.


"lusi"


"aku membencinya" dia sangat menjijikkan!


"kau boleh marah" kau mau memukulnya! lakukan padaku!


James mendekati lusi dan memeluknya, lusi membenamkan wajahnya didada james dan meluapkan rasa sakitnya dan juga kebenciannya pada brown. Tangisan lusi memecah keheningan malam itu dan menarik baju james dengan kuat, lusi menjerit meluapkan amarahnya.


James mengangkat lusi membawanya kedalam kamar mandi dan membuka pakaiannya, lusi hanya diam membatu.


"bersihkan dirimu" Agar kau merasa lebih baik!


"bantu aku" bantu aku membersihkan brown dari tubuhku! bantu aku agar dia hilang dari tubuhku! dari ingatanku!


"lusi" sambil memeluk lusi


James membuka pakaian lusi dan membuka kran air, yang mengguyur tubuh lusi begitu juga james. James membasuh tubuh lusi dan menggosok seluruh tubuh lusi dengan sabun hingga tak ada sedikit pun kulit lusi yang terlewati. Lusi kembali menangis.


"apa aku kotor? "


"lusi"


"apa kau masih mau menyentuhku?"


"lusi, aku orang pertama yang menyentuhmu" tidak ada orang lain yang berani menyentuhmu selain aku!


"sentuh aku"


"lusi"


"bantu aku agar dia hilang dari ingatanku" bantu aku agar dia tidak berada dalam ingatanku! bantu aku agar dia pergi jauh! agar dia hilang! sambil menangis lusi menjerit


"lusi"


James mencium bi**r lusi dengan mesra, merangkulnya dan menarik rambut lusi. James melihat lusi memejamkan matanya.


"lihat aku" buka matamu!


Lusi membuka matanya dan memeluk james dengan erat. Dibawah guyuran air, lusi mencoba memberanikan diri kembali pada masa indahnya bersama james. James kembali mencoba hubungan b***n dengan lusi, mencoba membuat lusi kembali kedalam kehidupannya yang dulu, membuat lusi ingin selalu bersama james dan melupakan pria yang berusaha membuatnya takut.


"lusi"


"terima kasih"


"apa aku sama seperti brown? " tanya james


"kau adalah apa yang aku inginkan"


"lusi" sambil melihat mata lusi dengan penuh tatapan cinta nya


"cukup sentuh aku dan yakin padaku" ucap lusi


"demi mu" aku akan selalu ada jika kau butuh


Mereka berpelukan satu sama lain dibayar guyuran air.


***


"kau lapar? " tanya james


"apa kali ini aku akan makan? " jawab lusi masih dengan piyama tidurnya


"kau akan dapatkan apa yang kau mau"


"ok" jawab lusi tersenyum


"spesial untukmu" ucap james sambil menyerahkan spageti buatannya.


"terimakasih" kau sudah mau membantuku!


"aku tidak menolongmu" tapi itu tugas ku sekarang, tidak hanya menjagamu tapi semua yang kau butuhkan, aku harap aku bisa.


"james"


"kau cukup berada disampingku" selamanya


"aku mau" jawab lusi


"libur musim dingin nanti aku akan membawamu ke islandia!"


"ada apa disana? "


"ayahku juga nenekku" keluarga ayahku berasal dari sana!


"aku akan menanti hari itu"


"aku mencintaimu" ucap james


"aku tidak dengar" jawab lusi


"apa kurang jelas? "


"hmm" sambil tersenyum


"aku mencintai lusi swan" sambil mencium lusi melalui batas meja dapurnya


"aku membutuhkanmu"


"apapun itu" aku ada


***


"james, apa hari ini aku bisa kerumah ku dulu? "


"kau ingin melihat ayahmu? "


"ya, mungkin dia membutuhkan ku"


"aku menceritakan kau pada ayahku"


"aku hanya tidak tahu apa yang harus aku lakukan padamu kemarin"


"aku tidak berani bertemu dengannya"


"dia sangat kecewa pada brown dan karen, dan itu membuatnya sedikit marah" dia menawarkan bantuan hukum untukmu jika kau ingin menuntutnya


"james, itu tidak perlu" karen akan menjaganya!


"ok"


"aku akan pulang telat"


"aku akan mengantarmu"


"baiklah, tapi tidak usah menjemputku" ayahku mungkin tidak nyaman!


"baiklah"


***


"tok..tok..tok


"ayah, apa kau didalam? "


Tidak ada jawaban dari dalam rumah, lusi mencoba masuk ternyata pintunya tidak dikunci. Lusi melihat ayahnya tergeletak dibawah kursi tak bergerak.


"ayah" jerit lusi. Apa yang terjadi? ayah bangun! Lusi menggoyang tubuh ayahnya


"lusi" sahut ayahnya


Lusi jatuh terduduk disamping ayahnya dengan wajah cemas.


"apa yang terjadi? " apa ayah mabuk lagi?


"ah, ayah hanya minum sedikit! "


"ayo bangunlah" aku akan buatkan sarapan untukmu!


Lusi membantu ayahnya bangun dan mengantar ayahnya kekamar mandi. Lusi membereskan rumahnya yang berantakan dan membuat sarapan untuk ayahnya. Dengan celemek di tubuhnya lusi sangat cekatan dan benar benar seperti ibunya.


"apa james mengantar mu kesini? "


"ya" dia sudah pulang


"karen menceritakan padaku"


"ya, dia pasti akan menceritakannya padamu"


"apa kau aman tinggal dengan james? "


"ya" aku akan memastikan sendiri dia aman!


"ayah minta maaf tidak bisa menjadi ayah yang baik untuk mu dan karen! "


"aku hanya ingin ayah bahagia" jika ayah menemukan wanita yang baik aku setuju!


"kau tidak marah pada ayah? "


"marah tidak menyelesaikan masalah yah"


"kau layak bahagia dan mendapatkan apa yang kau inginkan lusi" dengan wajah sendu ayah lusi tertunduk sedih.


"makanlah" aku akan mengirimmu uang setiap bulannya!


"tidak, aku tidak mau"


"aku akan menjenguk mu tiap bulan dan membawa keperluanmu! "


"lusi"


"kita masih hidup sebagai keluarga yah, kita saling bertanggung jawab" aku hanya merindukan ibu! ucap lusi mulai menangis


"kemarilah" ayahnya memanggil lusi mendekat untuk memeluknya


Ayah dan anaknya sekarang sedang berpelukan melepas rindu, kehangatan yang lama hilang, kerinduan seorang ayah dan anak yang lama terbendung. Hanya dengan pelukan ayah, sudah melepas rindu seorang anak terhadap orang tuanya. Ayah adalah cinta pertama anak perempuannya, dan itu sudah lama hilang.


Mereka tak sadar james melihat kehangatan ayah dan anak dari pintu yang terbuka lebar. James menunggu diluar sambil duduk membiarkan mereka saling melepas rindu. Mungkin lusi membutuhkan ayahnya sekarang sebelum kembali kepelukannya.


"suatu saat kita akan berkumpul lagi bayiku" ucap ayah lusi sambil menangis


"ya, aku ingin kita berkumpul lagi"


"pulanglah james sudah menunggumu"


"apa? "


"dia ada diluar menunggu mu" berjanjilah kau akan bahagia bersamanya


"ayah" tolong jangan pergi jauh lagi!


"ayah ada disini, sehingga kau bisa datang jika kau rindu ayahmu ini"


"ayah" sambil kembali memeluk ayahnya


"pergilah"


"baiklah, aku akan datang lagi"


Ayah lusi robert swan mengantar putrinya keluar pintu dan menyerah kan lusi pada james.


"jaga dia" ucap ayah lusi


"aku pastikan itu" jawab james


"pergilah, hati hati"


"ok" kami permisi" ucap james sambil menggenggam tangan lusi menuju mobilnya dan pergi meninggalkan robert swan sendiri yang menatap mereka menghilang di ujung jalan sore itu.


💘