
Sudah tiga hari lusi menemani james dirumah sakit, segala kegiatan dilakukan disini, takn sedetik pun kebutuhan james luput dari pantauan lusi. James sudah jauh lebih baik Dari sebelumnya, ia bahkan sudah bisa bergerak dan berjalan sendiri, hanya menunggu izin dokter menyuruhnya pulang maka ia akan meninggalkan rumah sakit.
"aku sudah lebih baik"
"ya, aku tahu" dan kau sudah tidak sabar ingin pulang!
"aku hanya bosan disini"
"apa kau akan langsung bekerja? "
"ya" banyak pekerjaan ku yang belum aku selesaikan!
"jangan mencoba untuk minum lagi james" aku mengancam mu!
"ya, baiklah" akan aku lakukan untukmu!
***
"selamat pagi james"
"pagi dokter"
"kau tampak sehat"
"ya, sangat baik"
"akub rekomendasikan kau untuk pulang besok pagi"
"benarkah" itu kabar bagus untukku. Sambil tersenyum
"terima kasih dok" ucap lusi
"kita akan pulang? "
"ya" aku senang mendengarnya!
***
Sementara karen masih mempersiapkan persidangannya dengan model yang membatalkan kontrak sepihak, yang merugikanperusahaannya dengan brown.
"aku harap ini masalah terakhir yang akan kita hadapi" aku tidak ingin berurusan dengan model yang tidak profesional! ucap karen kesal
"aku minta maaf" ucap brown
"dengar, perusahaan ini sekarang lima puluh persennya adalah sahamku" aku tidak ingin kau bertindak ceroboh, aku tidak mau mengalami kerugian seperti ini lagi!
"baiklah, aku janji"
"dan lagi, tinggalkan kebodohanmu mengejar wanita diluar sana" fokuslah pada keluargamu dan pekerjaanmu! aku akan meninggalkanmu jika ini terulang kembali.
Karen dengan tegas mengancam brown yang menurutnya, hidupnya hanya untuk bersenang senang dengan wanita dan pesta. Brown tidak berubah walau sekarang ia sudah menikah, meski karen menikahinya untuk mengambil hartanya, namun dengan kepintarannya akhirnya karen bisa menguasai sebagian dari milik brown. Karen tak ingin menjadi wanita lemah yang terus ditindas dan diancam akan ditinggalkan jika ia menolak kemauan brown.
"kita akan ke persidangan pukul satu nanti, aku akan pergi bersamamu" ucap karen
"ok"
***
"jasmin?" panggil lusi via telpon
"kau menelponku? "
"ya, aku ingin menitip sesuatu padamu"
"apa itu"
"tugas kuliah ku" berikan pada prof. ken juga bu lisa"!
"ok, baiklah" aku akan ke rumah sakit! sebelum kekampus!
"terima kasih jas"
"ok baby"
***
"aku juga mengirim tugas kuliahmu"
"ya, aku tahu"
"aku tidak ingin terlambat untuk wisuda"
"dan menggagalkan pernikahan kita" sambut james
"ya"
"kau mau makan sesuatu? " aku ambilkan
"tentu"
***
"derg.. derg.. "
Panggilan suara ditelpon milik tuan smith
"hallo"
"hai smith" apa kau sedang tidak terbang? "
"aku akan terbang pukul lima sore" kau menelponku?
"ya, aku ingin mengatakan sesuatu padamu" tapi aku lebih suka kita bertemu! aku ingin mengundangmu makan malam smith
"kau yakin? " apa tidak masalah dengan suamimu?
"ayolah smith" aku hanya ingin berbicara padamu tentang james.
"aku tidak ada jadwal penerbangan ke newyork, mungkin kau tahu"
"ya aku tahu"
"akan kuusahakan"
"baiklah kabari aku jika kau newyork"
"ok, baiklah"
***
Sidang yang sedang dijalani karen siang ini, sepertinya akan membuahkan hasil. Karen telah siap dengan semua bukti yang memberatkan pihak agensi yang menaungi model kontrak. Pihak karen dan brown menuntut kerugian tiga kali lipat. Dan keputusan hakim memyatakan jika model tersebut dan pihak agensi harus mengganti kerugian yang sudah di tentukan.
"terima kasih tuan stiil!" semua atas bantuanmu. Ucap karen
"aku hanya mengerjakan yang menjadi tugasku nyonya brown.
"aku akan mengundangmu makan malam"
"baiklah sampai jumpa tuan stil" terima kasih sekali lagi!
"terima kasih tuan stil! " tambah tuan brown
"ok" sampai jumpa
***
"hari ini semua berjalan dengan baik" ucap karen sambil memegang kepalanya seperti sedang stres
"ya, kita menang sekarang" dan aku ingin kejadian ini tidak terjadi lagi!
"ok, kita pulang" ajak karen
***
Lusi tengah membereskan beberapa barangnya karna akan pulang besok pagi, dan dia juga memastikan obat james harus diambil di apotek sebelum mereka pulang.
"kau akan ke apotek? "
"ya, agar besok tidak ada yang tertinggal"
"ok"
"tugas kuliah sudah aku kirimkan seharusnya tidak ada masalah"
"aku harap begitu"
"malam ini kau mau tidur disampingku? " pinta james
"aku rasa itu ide yang bagus"
"baiklah"
***
Semua sudah disiapkan dan dibereskan oleh lusi, dia benar benar sudah tidak sabar untuk pulang, Bau rumah sakit sungguh membuatnya tidak nyaman, dia tidak bisa berpikir karna aroma khasnya. Dan bersyukurnya karna james akan pulang
"kau suka disini"
"apa kau bercanda" kau bertanya padaku tentang rumah sakit? jawab lusi sambil berbaring disamping james
"ya" maksudku kau akan merawatku jika ini terjadi!
"hanya sekali ini" kau tidak akan mengulangi kesalahan mu james!
"ok, bantu" aku!
"selalu"
"Wisuda sudah didepan mata, tinggal dua semester lagi kita akan selesai james"
"ya"
"ayahku sudah bekerja di toko roti di carlos bakery" dia sangat senang bisa kembali seperti dulu, ayah yang bersemangat"
"aku senang mendengarnya"
"aku tidak melarangnya jika ia ingin menikah lagi"
"ya, " itu bagus, dia harus memiliki pasangan hari tuanya. Kita tidak bisa selalu ada disampingnya.
"ya, aku tahu"
"karen memenangkan persidangannya, dia juga mengancam brown jika melakukan kesalahan serupa" ucap lusi
"aku tidak yakin hubungan mereka" brown tidak seperti pria normal, dia gila se*s.
"kau tahu? "
"ya, aku mengenal beberapa pengusaha" mereka mengatakan hal yang sama!
"itu buruk untuk karen"
"bagusnya, dia sudah memegang lima puluh persen saham" jika mereka berpisah maka dia tidak mengalami kerugian
"benarkah?" itu kabar bagus
"apa kau ingin bertemu dengannya? " mungkin saat ini dia sedang stres! tanya james
"ya, aku akan menemui nya setelah ini"
"baiklah"
"thanks james"
James mengecup kening lusi seraya memeluknya di atas ranjang rumah sakit tempat james dirawat. Suasana sedikit berbeda dari biasanya, james dan lusi menghabiskan malam terakhir mereka dirumah sakit, walau begitu, lusi dan james sangat menikmati kebersamaan mereka. Lusi memeluk james dengan erat sambil mengecup dagu james dengan mesra.
"jangan menggodaku lus"
"tidak" aku hanya merindukanmu
"aku juga"
Lusi kembali mengecup dagu james dan juga leher james karna memang lusi berada sedikit dibawah james.
"ayolah lusi" jangan bercanda
"ok" akan kita selesaikan saat dirumah!
"lusi" kau.......
"selamat tidur sayang"
"kau benar benar bercanda? "
"mmm"
"baiklah, aku akan membalasmu"
"aku tunggu"
"baiklah" selamat tidur sayang
"hmmm" sweet dream james!
Malam yang panjang diselimuti hawa dingin membuat james dan lusi melupakan lelah dan sakit yang sedikit membuat mereka frustasi. Malam yang dingin namun memberi kehangatan tersendiri bagi dua insan yang sedang jatuh cinta. Terasa sangat indah jika bisa selalu bersama hingga hari tua. Bersama orang terkasih dan cucu yang ramai.
Andai......
Aku mencintaimu......james.... lusi....
💘