Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#25



islandia di pagi hari yang sangat indah


"kau tampak cantik lus" ucap karen


"apa aku juga akan menikah seperti lusi? " tanya anna


"ouh" baby... kau juga akan menikah nantinya sayang


"tapi aku tidak mau kita berpisah"


"tidak, kita tidak akan berpisah" kita akan selamanya bersama! ucap lusi


Lusi sedang mencoba gaun di salah satu wedding store dikota indah itu. Bersama karen dan anna. sedangkan yang lain masih berada di hotelnya masing masing.


"aku tidak menyangka kau akan menikah" aku seperti belum siap melepasmu lus


"apa aku harus berhenti? "


"apa yang kau katakan" jangan bilang seperti itu sister


"apa kita bisa berpelukan? " pinta anna


Mereka seperti akan berpisah selamanya, karna terlalu bahagia dengan pernikahan lusi, orang yang sangat dibanggakan dikeluarga swan. Lusi yang kecil sekarang tumbuh dewasa dan akan hidup dengan pria asing bagi keluarga swan. Lusi meminta izin kepada ibunya juga bibi gema sebelum terbang ke islandia. Lusi menangis di atas makam ibunya, yang tak bisa melihatnya menikah. Terlalu cepat ini semua berlalu...


"mom" ucap lusi sambil menangis dan pergi dengan meletakkan bunga lily diatas makam sang ibu.


***


"nona lusi" apa kau mau mencoba gaun yang lain?


"ya" tentu dia harus mencoba! ucap karen


Beberapa kali lusi mencoba gaun pernikahan, dan akhirnya jatuh pada gaun yang berwarna putih dengan lengan panjang dan terbuka di bagian punggung.


"perfect" ucap karen


"aku suka gaun itu" ucap anna


"ya" kita sepakat, tambah karen


"ok, baiklah"


Setelah memilih gaun, lusi, karen dan anna berjalan disekeliling kota tersebut seperti menghabiskan waktu bertiga seperti saudara sesungguhnya, disebuah restoran mereka mengisi lambung yang mulai bergemuruh, sampai jasmin bergabung dan membuat heboh.


"jas, apa kau tidak mengajak carlos? "


"kenapa aku? "


"bukankah dia juga bagian dari kita? "


"ya" mungkin dia sibuk


"aku sudah mengirim undangan" tapi dia tidak membalasnya, ucap lusi sambil makan


"ya, mungkin dia sibuk sekali" ucap jasmin dengan wajah kecewa


"aku rasa kau cocok dengannya jas" tambah karen


"apa maksudmu"


"ayolah jas" kau tahu maksudku


Jasmin melihatb karen dan wajahnya tiba tiba berubah. Jasmin dengan kulit gelapnya sebenarnya sangat manis, dia juga humoris dan sangat humble. Jika ia mau, carlos cocok bersamanya.


"apa masih ada yang ingin kalian beli? "


"tidak" kita bisa pulang dan kerumah jenny dan makan malam disana sebelum besok semua berubah dan lusi akan menjadi putri.


"ouh karen" ucap lusi


" I lovu you baby" ucap karen


"kalian sangat mirip sekarang"


"hahahaha" mereka tertawa


***


"selamat malam jenny" ucap karen


"hei karen"


"jadi, kita akan makan malam dirumah ku yang indah ini bersama dan menghabiskan waktu bersama sebelum cucu tampan ku menikah"


"tentu saja" kita akan bersenang senang! ucap smith


"ok, ayo"


Mereka duduk melingkar, dengan sebuah meja bulat ditengahnya, mereka saling bercakap sambil sesekali bercanda, tawa riuh memenuhi halaman belakang rumah jenny. Dengan lampu gantung dan cuaca yang cerah.


"hei, apa aku terlambat? " ucap carlos


Jasmin lagi lagi tersedak melihat carlos datang tiba tiba, dengan wajah sumringah, membuat karen dan lusi tersenyum melihat tingkahnya


"aku rasa mereka berjodoh" bisik karen pada lusi


"hei carlos" ucap tuan swan


"ayo nak, kau tidak terlambat, kami baru saja mulai"


"Baiklah, aku akan bergabung dengan kalian" memilih tempat duduk disamping jasmin.


"hai" ucap jasmin


"hai jas" aku senang kau disini, aku tidak sendiri dan punya teman.


"kau akan menjadi pengiring ku besok" ucap lusi


"apa? " aku? sendiri?


"tidak, bersama jasmin" ucap karen


"ya baiklah"


"kau langsung menerima dan ya? "


"itu bagus untukku" aku aka mencoba menjadi pengantin!


"kau juga akan menikah"


"kau punya kekasih"


"jika kau mau? "


"apa? " teriak jasmin


Semua mata menatap jasmin, dan itu membuat jasmin malu dan terdiam.


"ada apa jas? " tanya jenny


"ah, tidak ada, aku hanya... " aahh...


"kau bisa tenang? " aku hanya bercanda, ucap carlos


"ya, aku tahu" sorry...


***


Suasana masih ramai dengan obrolan manis mereka, sebelum trish, ibu kandung james datang dan membuat suasana sepi kemudian.


"permisi" aku.....


"trish" panggil jenny


"bu"....


"sudah lama sekali, aku tidak melihatmu" ayo kesini, kami menunggumu, ucap jenny sambil melangkah menuju trish yang berdiri jauh.


Jenny memeluk trish sambil mengusap punggungnya.


"bu, maafkan aku"


"sudahlah" ini hari bahagia, jangan ada kesedihan, semua sudah lama berlalu dan kita akan memulai kehidupan baru.


Semua masih diam dan melihat pemandangan didepan mereka. james melihat trish masih dengan wajah gusar nya lalu lusi memegang tangannya dan tersenyum. Trish menuju meja dan duduk disebelah jenny.


"bagaimana perjalananmu? " tanya jenny


"baik" aku sedikit gugup


"ya"


"ok" makan malam sudah siap, kita akan makan malam ini dengan meriah. Ucap swan


Suasana kembali cair, dan mereka menikmati makan malam dengan bahagia.


***


"selamat lus" ucap trish


"terimakasih sudah datang"


"aku senang kita semua berkumpul disini" ucap karen, ini akan menjadi momen paling indah.


"aku membawa ini untukmu lus" menyerahkan pita rambut berwarna putih dihiasi dengan permata yang indah, untuk dipakai dihari pernikahan james dan lusi.


"kau cantik dengan itu lus" ucap jasmin


Lusi dengan gaun pernikahannya berwarna putih, dengan rambutnya yang diikat dan hiasan kepala pemberian ibu mertuanya membuat lusi tampak sangat cantik dan anggun.


"aku gugup" ucap lusi


"lusi" panggil ayah swan


"ayah"


"kau cantik sayang"


"ayolah jangan ada air mata" nanti riasan nya rusak, tambah karen


"ok" ayo


Lusi berjalan dengan memegang lengan ayahnya menuju altar pernikahan, dibelakangnya ada carlos dan jasmin dengan bunganya, lalu swan menyerahkan lusi kepada james, yang sudah menunggunya dari tadi. James menyambut tangan lusi dan membawanya naik altar. Suasana tenang dan sangat hening saat mendengar pendeta membacakan ayat ayat pernikahan. Akhirnya james dan lusi sah menjadi suami dan istri, semua bertepuk tangan dan sangat gembira sekali, mereka mengambil gambar james dan lusi. Bahkan trish dan jenny sampai menangis.


"james sudah dewasa ibu? "


"ya" dia sangat tampan seperti ayahnya


"ya"


"aku sangat bahagia masih bisa menyaksikan pernikahan putraku"


Pendeta mempersilahkan kedua mempelai untuk berpelukan dan memberi ciuman pernikahan. Namun sesuatu terjadi pada lusi.


"huek....huek"


"lusi" apa kau sakit? " tanya james


Suasana yang meriah dan gembira tiba tiba berubah menjadi tenang kembali.


"lusi" apa kau baik baik saja? tanya james


"sepertinya perutku tidak enak"


"apa kau perlu istirahat"


"huek... huek... "


"lusi" panggil jasmin, apa kau hamil? teriak jasmin memecah keheningan


"apa? " tanya james


"hamil? " ucap tuan smith dan swan bersamaan


"aku"... aku tidak tahu... ucap lusi gugup


"apa kau minum permenmu? "


"sepertinya aku lupa membawanya"


"apa? " teriak james


"waw james" kau dapat dua sekaligus, aku iri! tambah carlos


James menatap lusi dengan wajah bingung....sambil memegang lusi yang masih menutup mulutnya...


💘