
"hei kau mau keluar bersamaku? "
"apa kau tidak lelah? " tanya james yang tampak berbaring malas
"jangan lewatkan waktu disini dengan percuma"
"ok, baiklah"
"kapan aurora akan muncul? "
"saat tengah malam" kau harus menunggu
"aku ingin sekali melihat aurora malam ini"
"lusi" panggil sang nenek!
"ya"
"ayo kemari sebentar" aku akan menunjukkan kau sesuatu
Nenek mengajak lusi kekamarnya dan menyuruh nya untuk duduk dikursi di tepi jendela kamar neneknya.
"lihat lah ini" sambil memperlihatkan album photo kepada lusi.
"aku ingin bercerita sedikit tentang james padamu" kau sudah berada disini, jadi aku harus pastikan tau tahu semua tentang james dari keluarganya langsung agar kau tidak berpikir buruk tentangnya.
"apa aku harus tahu? "
"ya" kau harus tahu tentangnya, kau sudah memilih dia!
"ok" akun akan mendengarkan, meski sedikit gugup
"James lahir dari orang tua yang sangat harmonis sebelumnya, ibunya sangat cantik dan penyayang, dia juga orang yang sangat lembut". "Awalnya semua berjalan dengan lancar dan baik baik saja, sebelum ibunya berselingkuh dengan adik kandung smith, ayah james"
Lusi kaget dan tak percaya dengan apa yang didengarnya
"Ayahnya berusaha menutupi kesalahan ibunya, sampai james menemukan ibunya sendiri sedang berhubungan dengan pamannya bryan dikamar". "James sangat marah dan pergi meninggalkan rumah selama satu tahun". "Saat itu james berusia empat belas tahun, kami sudah berusaha mencari tapi tidak bertemu". "Sampai pada akhirnya kami menemukan james didalam penjara karna tertangkap saat menggunakan narko** dan dia dibawah umur bersama temannya. "James tampak sangat kacau, kotor, dan sangat berantakan. "Kami menjamin kebebasannya, karna ia masih dibawah umur. "Selama diluar, ia sering terlibat tawuran dan balapan liar, ia juga sering minum dan menjadi seorang penjudi di sebuah bar. "Kami berusaha merawatnya, memasukkan nya dipanti rehab dan menyekolahkannya disekolah khusus.
"James sangat berusaha, dia juga dibantu oleh psikolog yang kami datangkan khusus membantunya pulih". "orang tuanya berpisah saat dia berada diluar rumah. "Ayahnya sangat terpukul dan memilih menyibukkan diri dengan penerbangannya". "Sedangkan james disekolahkan di asrama di newyork sampai ia lulus sma dan kuliah disana". "Aku melihat james banyak berubah saat bertemu denganmu", " dia anak yang baik, aku mohon padamu bantu dia".
"nenek"
"Bantu dia" buat dia kembali pulih dan normal kembali.
"nenek" lusi memeluk nenek dan menangis dipelukan neneknya.
"aku tidak tahu berapa lama lagi aku hidup, aku sudah sangat tua untuk merawat anak dan cucuku" paling tidak jika kau mau membantuku aku sangat berterima kasih.
James yang mendengar semua cerita neneknya dibalik pintu hanya menangis. Sebenarnya ia sangat malu dan tak ingin bertemu lusi, tapi kenyataan tak bisa ditutupi selamanya.
"hei apa kalian akan menghabisi musim dingin dengan berpelukan terus?"
"jika kau mau, aku juga bisa memelukmu" ucap nenek
James mendekati neneknya, dan memeluk neneknya. Lusi hanya melihat kehangatan nenek dan cucu saat itu. seperti ia dan ayahnya.
"pergilah untuk melihat aurora" jangan sampai lewat!
"kau tidak ingin ikut? " tanya lusi
"akub tidak kuat berada diluar dengan cuaca dingin seperti ini lagi" lagi pula aku sudah cukup melihat aurora, aku akan menunggu kalian pulang, jangan lupa pakai baju hangat.
"baiklah"
***
"Apa kita akan berjalan kaki menuju tempat untuk melihat aurora?"
"ya"
"aku sangat bersemangat"
"apa nenekku menjelekkanku? "
"ya" aku rasa kau sangat jelek!
"kau membenciku? "
"aku harus berpikir banyak untuk menikah denganmu? "
"kau serius? " tanya james
"ya"
"apa satu ciuman bisa memaafkanku"
"aku rasa tidak cukup"
"apa yang harus aku lakukan? "
"marry me"
"hei, lusi aku prianya disini" kenapa kau yang mengatakan kalimat itu untukku?
James berhenti sejenak dan lusi menabraknya dari belakang.
"ouch"
"apa kau perempuan?"
"kau sudah mencobanya" aku yakin kau tahu itu!
"lusi, kau"....
"so, kapan kau akan melamarku? "
"kau membuat semua jadi tidak romantis lus" james kesal
"aku tidak bisa menunggumu james"
"kau mau menikah dimana? "
"disini" islandia dibawah aurora!
"maksudmu sekarang? " kaget james
"tidak"
"kau benar benar membuatku takut" aku harus mengecek kembali apa kau wanita atau bukan!
"aku suka itu"
"apa kita sudah sampai? " tanya lusi cuek
"ya" tepat disini" kita akan duduk disini dan menunggu aurora datang!
Banyak orang telah menanti langit aurora.malam ini, tidak hanya dari islandia tapi juga touris mancanegara. Semua berkumpul mengabadikan aurora yang indah, aurora yang cantik.
"marry me" aku mengulang kalimatmu!
"apa"
"ini"
"cincin"... kau benar melamarku? " teriak lusi
"apa kau mengundang orang orang disini dengan teriakanmu?" itu cincin pemberian nenekku, sebelum kita pergi nenek memberinya padaku untukmu.
"ini indah sekali, sama seperti warna aurora yang kehijauan."
Semua orang yang melihat, bertepuk tangan dan memberi selamat kepada lusi dan james, lusi sangat gembira sampai lusi meneteskan air matanya. Tepat saat aurora menampakkan wajah indahnya, james memakaikan cincin itu dijari manis lusi.
"aku mencintaimu" ucap james sambil mencium lusi. Diiringi tepuk tangan sorak dari pengunjung langit aurora malam itu.
"hei kalian sangat beruntung" aurora akan membawa kalian dalam hubungan yang sangat romantis dan hingga kalian tua nanti! ucap salah satu pengunjung.
"terima kasih"
"hei selamat untuk kalian"
"thanks"
Lusi sangat gembira, sambil melihat james, lusi kembali memeluk james, aurora masih terlihat jelas kecantikannya membawa suasana indah dan romantis malam itu. James mengambil foto mereka dibawah langit aurora.
***
Menjelang pagi james dan lusi masih berada dibawah langit.
"apa kau sangat membenci ibumu? "
"aku hanya tak ingin bertemu dengannya"
"bagaimana dia bisa menikah dengan tuan jack"
"dia pergi meninggalkan rumah" dan bekerja di art corp, lalu menjalin hubungan dengan jack!
"kau ingin bertemu dengan ibumu? "
"tidak saat ini"
"apa kau akan mengundang ibumu saat pernikahan kita? "
"tidak perlu"
"ok" kita akan menikah disini, dirumahmu!
"ya"
"terimakasih james"
"semua yang dikatakan nenek benar tentang ku" Sekarang kau sudah tahu siapa aku! tidak ada yang harus aku tutupi dari mu!
"aku senang kita saling mengenal satu sama lain, hingga kita tidak memiliki rahasia!
"aku akan ikut casting"
"kau serius dengan ucapanmu? "
"aku pernah ditawari oleh teman prof ken untuk menjadi peran pendamping" mungkin aku akan mencoba!
"kau punya wajah untuk actor" aku akan mendukungmu
"kau siap? " melihatku bersama dengan wanita lain?
"aku pasti akan sangat cemburu"
"aku suka itu"
"ya"
"stay with me"
"always"
"lusi swan, apa kau mau menjadi milikku selamanya? "
"yes"
"kiss me"
"not now"
"please"
Lusi tersenyum, lalu berhambur ke pelukan james
***
"aku berharap yang terbaik untuk james" ucap nenek kepada smith ayah james
"kita hanya berdoa"
"kau tak ingin menikah? "
"tidak ibu" aku sangat sibuk
"ok, baiklah aku tidak memaksamu"
"aku akan selalu bersamamu! "
"ya"
nenekpun memeluk smith, meski ia juga sangat merindukan bryan yang memilih pergi dari rumah dan tak pernah kembali.
💘