Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#33



"ayah"


"lusi", kau disini? kau merindukan ku?


"ya", aku merindukan ayah


"ayo masuk" james tidak menemanimu?


"tidak" dia bekerja


"ok", bagaimana kondisimu?


"aku baik" jauhb lebih baik, aku bersyukur ada orang orang baik disekitarku


"ya" kami sangat beruntung memilikimu lus, kau mengajarkan kami banyak hal


"yah" sambil melihat ayahnya yang duduk disampingnya.


Mereka sedang berada di halaman belakang rumah sambil meminum kopi buatan ayahnya yang menghangatkan tubuh dan jiwa seorang yang penuh dengan kegundahan.


"ayah".... kau tahu aku bermimpi bertemu ibu, dia memanggilku, menggapai tanganku, menatapku penuh rindu dan cintanya. Aku melihat ketenangan saat bersamanya yah... aku hanya sedang merindukan ibu..


Ayahnya terdiam mendengar kalimat yangb keluar dari mulut putri kecilnya, seperti seorang anak yang menangis mencari ibunya dalam kegelapan dan meninggalkannya ditengah pasar, menangis adalah jalan terakhirnya untuk menemukan ibunya. Sampai tangan hangat itu datang memeluknya dan mengambilnya lalu memasukan nya dalam pelukan.


"aku memiliki banyak kesalahan pada ibumu", aku bahkan belum mengucap selamat malam padanya. Jika diberi waktu dan kesempatan, ayah akan mengikuti ibu mu kemanapun ia menginginkannya, dan akan membawa serta kalian bersama, bahagia bersama, tertawa bersama.


Lusi menangis dipundak ayahnya, memeluk lengan yang membesarkannya seorang diri, dengan keringat dan air mata yang ditutupi oleh semangatnya. Lusi hanya ingin bersama dan tak ingin yang lain.


"ayah"....


Dengan ragu lusi menceritakan hal lain yang menyangkut dirinya.


"dokter mengatakan padaku jika rahimku bermasalah", aku menemui dokter setelah keluar dari rumah sakit, karna aku merasa sakit pada perutku, aku pikir aku hanya mengalami hal biasa, tapi hasil pemeriksaan mengatakan jika aku mungkin tidak bisa hamil, benturan keras pada perutku saat bertengkar dengan james dan tepat mengenai rahimku membuat rahim ku lemah.


"apa james tahu hal ini? "


"tidak" aku tidak bisa memberitahunya


"kita akan mencari solusi untuk pengobatanmu lus"


Mereka kembali berpelukan, saling menguatkan, saling berpegang tangan masih dengan lusi yang menangis dan ingin mengakhiri semua derita yang dialaminya. Ia putus asa, ia marah pada dirinya sendiri. Kenapa dan kenapa lagi?....


Waktu tak bisa berputar mundur, namun ia ingin kembali kemasa lalu, masa kecilnya dan menata semua dengan sempurna dan menemui akhir yang bahagia dan senyum disudut bibirnya.


"bu" aku merindukanmu! pekik lusi di bahu ayahnya.


"lusi"


"aku ingin bersama ibu yah" aku merindukannya


"aku tahu rindu mu" tinggalkan sedikit untuk james, untuk suamimu, kamin membutuhkanmu lus, aku ingin kau kuat seperti saat anna bersamamu


"yah" aku lelah....


"ayah ada disini bersamamu sayang"


Pagi itu dibuka dengan sedihnya seorang lusi swan, dukanya seorang wanita kuat, tangisnya seorang istri yang kehilangan bayinya, dan tak mampu berbuat apa apa...


***


Lusi pergi kesebuah swalayan, berbelanja sedikit, untuk mengubah moodnya agar tak terlihat sedih diwajahnya, hingga suaminya tak merasa curiga padanya. Lusi juga membeli seekor kucing yang lucu sebagai temannya dirumah, itu pasti sangat membantu.


***


"james"


"lusi" kau membuat ku khawatir, kau tidak membalas telponku.


"ouh" aku lupa menghidupkannya james, maafkan aku.


James memeluk lusi dan menciumnya.


"apa kau baik baik saja? "


"ya" aku berbelanja dan mencari teman baru. Ini cassie, teman baruku


"cassie"


"ya" aku memberi namanya cassie, dia pria yang tampan bukan?


"dia pria? "


"ya"


"maka aku akan cemburu"


"ya" kau pasti akan cemburu padanya


"ok" cassie apa yang kau suka? sambil mengambil cassie dari tangan lusi dan membawanya ke sofa. Sementara lusi membawa belanjanya kedapur.


"lusi"


"ya"


"kaub terlihat tidak seperti biasanya? "


"sungguh" seperti apa?


"apa ada masalah? "


"ya" masalah kun terlalu banyak sayang! kau tahu aku tidak bisa berdiri jika tanpa masalah.


Sambil mendekati james, lusi duduk disampingnya lalu menyenderkan tubuhnya di bahu james. James lalu berbaring disofa dan membawa lusi keatas tubuhnya seraya memeluknya.


"apa masalahnya berhubungan denganku? "


"kau selalu membawa masalah dalam hidupku tuan james"


"benarkah? "


"hmm" yes... tepatb sekali


"lalu apa yang harus aku lakukan? "


"seharusnya kau menebusnya"


"seperti? "


"seperti membayarnya dengan tubuhmu"


"kau sedang mengajakku bercinta? "


"kenapa tidak? "


"aku tidak yakin" lusi berdiri dan pergi kedapur


"kau menemui seseorang pagi ini? "


"ya" aku menemui ayahku! aku seperti merindukannya


"kau pasti merindukan bahu seorang ayah"


Lusi terdiam dan membelakangi james, sambil menahan air matanya mengingat pembicaraan pada ayahnya, lusi kembali untuk fokus dan menahan semuanya. Berpura pura kuat adalah cara dia bertahan hidup selama ini.


***


"nyonya james" aku sarankan kau sementara waktu untuk tidak berhubungan pada suamimu dulu, hingga kita melakukan pemeriksaan selanjutnya. Ucap dokter yang memeriksanya.


"apa sangat serius?"


"aku tidak yakin, tapi kita perlu mencoba". perut mu terkena benturan yang sangat keras dan itu tepat mengenai rahimmu, kau akan membutuhkan waktu untuk penyembuhannya.


"ok" baiklah, terimakasih


"ok" kembalilah setelah dua minggu lagi


"ok"


***


Lusi pulang kerumah dan menemui suaminya..


"james" apa aku boleh berhenti bekerja? "


"apa" kenapa? ada sesuatu?


"ya" aku sudah sangat lelah dan juga sangat takut atas apa yang telah menimpaku, dan aku ingin bekerja dari rumah sebagai penulis.


"aku setuju" tidak masalah, aku menyukai itu


"ok" baiklah, aku akan bekerja dari rumah mulai besok.


"itu bagus" kemarilah


James memeluk lusi dan memberinya semangat agar lusi bangkit dari traumanya.


***


Sebenarnya ada kecurigaan pada james, ada apa sebenarnya pada lusi, dia tidak yakin lusi dengan mudah melepas impiannya untuk bekerja dan berkarir, ia bahkan sempat berdebat dengan lusi karna james mengajak nya pindah ke islandia. Namun lusi dengan mudah melepas karirnya hanya dengan satu kata.


"ada apa lus? " kau tidak bisa bercerita padaku? dan aku akan mencari tahu sendiri jawabanya.


"james" panggil mr. patel manajernya


"ouh" ya, maafkan aku


"kita akan melakukan pemotretan hari ini diluar kota, butuh tiga puluh menit kesana, dan kita akan selesai secepatnya"


"ok" baiklah


"ok" ayo berangkat


***


"lusi" panggilan telpon dari jasmin


"hei jas" kau menelponku pagi ini, kau membawa berita baik untukku? suaramu terlihat berbeda


"ya" mungkin berita baik


"oou" sepertinya ada yang sedang bahagia, mari dengarkan apa itu


"kau benar" carol melamarku


"apa? " kau serius


"ya" aku ingin bertemu denganmu


"ok" kemarilah, aku sedang dirumah sekarang


"baiklah"


***


"lusi" panggil jasmin


"jasmin" selamat, aku senang mendengar akhirnya kau dan carol..


"ya"


"baiklah, mari dengarkan"


"kau membuat ku gugup lus"


Jasmin menceritakan semua yang baru saja terjadi antara dirinya dan carol. Dia bahkan tak menyangka jika lusi benar benar mengetahui jika carol sangat mencintainya dan memilihnya untuk menjadi istri.


"aku sangat bahagia mendengar berita ini jas"


"aku sangat gugup awalnya"


"ya" kau pasti gugup jas"


"kami akan menikah bulan depan"


"wow" aku akan datang, pasti datang, kau memilih musim panas untuk pernikahanmu


"ya" mungkin itu ide carol yang ingin bulan madu dimusim panas


"aku bahagia untukmu jas" memeluk jasmin dan mengusap punggungnya sebagai tanda kebahagiaannya untuk sahabat yang selalu ada untuknya.


***


"james"


"kau masak banyak hari ini"


"ya" akun sedang ingin masak untukmu


James tersenyum sambil memeluk lusi dan satu kecupan mendarat di bibir mungil itu. Dengan penuh bahagia mereka makan malam bersama dengan penuh canda dan obrolan yang sangat manis. Ciuman mesra sebagai penutup makan malam yang romantis.


James tak pernah tahu apa yang tengah disembunyikan lusi dari balik senyum dan tawanya. Seperti sesuatu yang sedang bergerak mengikuti lusi kemanapun ia pergi dan selalu dekat dengan langkahnya setiap detiknya. Seperti Lusi yang sedang menuju akhir dari kehidupannya, saat dokter mengatakan jika rahimnya harus diangkat... seketika kehidupan tak berarti lagi bagi lusi... Air matanya terus mengalir seiring langkah yang tak bisa terhenti, berjalan dibawah guguran daun serta angin yang berhembus...


Lusi......


💘