Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#6



"besok aku akan datang"


"pintuku selalu terbuka untukmu"


"bye"


***


"lusi" panggil jasmin dari jauh


"jasmin, hai" jawab lusi menunggunya untuk masuk kampus bersama


"sepertinya kau sangat menikmati tinggal disana? " sambil berjalan menuju kelas


"biasa saja"


"anna baik?"


"ya, dia baik dan bertambah tinggi"


"itu bagus"


"apa ayahku sudah pulang ke rumah? "


"ya, aku melihatnya beberapa hari yang lalu" tapi aku rasa dia jarang pulang!


"mungkin karna sepi dan dia tidak punya teman"


"apa kau mengizinkan jika dia menikah lagi? "


"jika itu yang terbaik untuknya"


"ya, kita semua butuh pasangan hidup" hei bagaimana hubungan mu dengan james? "


"kami baik"


"tidak ada yang terjadi? "


"apa maksudmu? "


"secara teori seorang pria dan wanita akan merasakan cinta yang lebih saat mereka berdua" dan itu normal


"kau mau mengatakan jika aku tidak normal"


"hei ayolah, berpikirlah sedikit dewasa"


"aku sangat ingin jas" aku bahkan memintanya untuk menyentuhku, tapi dia bilang belum saatnya"


"aku tidak yakin james seperti itu" karna bukan james itu yangb aku kenal"


"dia berbeda saat bersamaku" dia sangat menjaga sikap!


"itu bagus" pertahankan saja hubungan kalian! karna kalian memiliki hubungan sama rumitnya!


"jasmin, apa kau sedang membual? "


"tidak juga"


"bagaimana bibi gema? "


"dia seperti wanita tua kebanyakan, dia mulai sakit dan jarang terlihat"


"aku akan mengunjunginya segera"


"itu ide yang bagus"


"ok" ayo masuk!


***


"lusi prof ken memanggilmu" ucap susi teman sekelasku


***


"permisi pak"


"lusi" silahkan masuk


"bapak memanggilku"


"ya, aku dengar karyamu akan diterbitkan bulan depan? "


"ya, aku harap tidak ada perubahan waktu"


"selamat sukses" aku senang mendengarnya!


"terimakasih pak"


"apa kau menjalin hubungan dengan james? "


"ya, sepertinya begitu"


"aku senang, tapi kau harus hati hati" james memiliki masa lalu yang kelam! aku kenal dekat dengan ayahnya, tapi dia pria yang baik, smoga kau bisa membantunya.


"thanks sir"


"baiklah" sekali lagi selamat!


"terima kasih"


Masa lalu seperti apa yang dialami james sebelumnya, hingga aku harus dinasehati oleh prof ken. Apa ada hubungannya dengan perpisahan orang tuanya, atau apa. James sangat terbuka padaku, mungkin aku bisa bertanya padanya lain kali.


***


"lusi" panggil carlos lalu duduk disampingku ditaman kampus


"hei carlos" teman sekelasku


"kau tampak sedang melamun" apa james menyakitimu?


"dia tidak begitu"


"hampir semua siswa disini tahu hubungan kalian! " berhati hatilah


"apa maksudmu? "


"dengar, james memiliki banyak kekasih sebelum pacaran denganmu"


"ya,aku tahu itu"


"mungkin ada diantara mereka yang tidak menyukaimu"


"aku tidak pernah menganggap mereka, selama james bersamaku dan bilang tidak"


"aku suka kau tegas"


"terimakasih"


"aku pergi"


***


"Ada apa dengan hari ini? " kenapa semua menasehatiku dengan james! ada apa dengan mu james? batin lusi


"hei, apa kau melamun kan aku? "


"james" apa kau kuliah hari ini?


"ya, aku ada kelas sebentar lagi" kau akan pulang?


"tidak, aku akan menunggumu dipustaka"


"baiklah, kalau begitu aku akan mengantarmu pulang" aku beli mobil!


"benarkah" kau punya banyak uang sekarang? "


"ayahku mengirimkan untukku" aku cerita kau padanya


"hei, kau menjual namaku? "


"dia suka padamu"


"kami bahkan belum bertemu" kau cerita apa padanya


"kau cantik"


"thanks"


"kau kuat dan kau seorang ibu"


"apa? " aku bukan ibu sesungguhnya


"ya secara teori bukan, tapi praktiknya kau seorang ibu"


"ok" kau benar


"aku masuk dulu" sambil mencium bibir lusi dan beranjak menuju kelasnya


***


Lusi pergi kepustaka untuk membaca beberapa buku dan mencari beberapa sumber referensi untuk tulisannya. Membaca membuat lusi sedikit berhalusinasi atas karya karyanya. Dari membacalah lusi bermimpi menjadi penulis. Hampir tiga jam lusi dipustaka, dan kepala pustaka akan segera menutup pustaka sore itu. Melalui microphonenya, kepala pustaka mengatakan pustaka akan tutup sepuluh menit lagi.


"kenapa james belum keluar? " apa aku harus mengikutinya ke kelasnya? " batin lusi


Setelah meminjam beberapa buku lusi pergi menuju kelas james, tapi kelas itu sudah sepi dan tidak ada satupun mahasiswa didalamnya.


"james, kau membuat ku takut"


"maaf, tadi aku dipanggil prof ken"


"kau juga dipanggil? "


"maksudmu kau dipanggil duluan? "


"ya"


"heh" sepertinya semua orang membelamu"


"apa kau seburuk itu dulu"


"prof. Ken kenal dengan ayahku" aku tidak seburuk yang kau kira lusi!


"aku ingin mempercayaimu"


"apa? " hei kau memojokkan ku


"tunjukkan aku mobil barumu"


"ok" ayo!


***


"terimakasih sudah mengantarku"


"besok aku akan menjemputmu"


"ok"


Lusi melihat james pergi dari rumahnya dan menghilang di tikungan jalan. Lusi masuk kerumahnya dan menjumpai anna yang sedang bermain didepan tivi bersama pengasuhnya.


"hei anna" apa kau rewel saat aku tinggal? " apa kau banyak merepotkan merri?


"dia anak yang baik lusi" ucap bibi merri


"benarkah? "


"dia semakin tumbuh kau tahu" dia akan menjadi gadis yang pintar dan kuat sepertimu!


"kau harus buktikan ucapan merri, anna" cepatlah besar dan tunjukkan kau bisa! sambil menggendong anna dan mencium pipinya.


"makanlah, semua ada dimeja" karen akan pulang besok!


"benarkah? " apa dia kembali lebih awal?"


"karna ada pekerjaan yang mendesak, mereka memilih pulang"


"ok" baiklah lusi kau tunggu disini aku akan ganti pakaianku dulu.


"segeralah, sebelum makanan mu dingin"


"ok"


***


"merri, aku akan keluar sore ini menemui bibi gema, aku dengar dia sedang sakit"


"baiklah, sampaikan salamku padanya"


"ya baiklah"


***


"bibi gema" apa kau didalam? "


"lusi" kau datang menjengukku?


"tentu, aku merindukanmu" sambil menyerahkan seikat bunga!


"terimakasih gadis manis" mana anna? kenapa kau tidak membawanya?


"maaf bibi, dia sedang tidur" aku tidak ingin membangunkannya!


"ok, jangan bangunkan dia, dia akan menangis! "


"hahaha" ya dia sangat berisik jika menangis!


"katakan padaku, apa kau bahagia tinggal disana? "


"sedikit mulai beradaptasi, aku akan membiasakan diriku"


"syukurlah, aku senang mendengarnya"


"jasmin bilang kau sedang sakit"


"aku sudah senja lusi, aku tidak tahu kapan aku akan pergi"


"oh, bibi, kau tidak boleh mengatakan seperti itu" aku tahu kau kuat dan sehat


"ya" apa kau sudah punya pacar? "


"ya"


"benarkah?" apa dia baik padamu? dia tampan?


"ya, dia baik dan juga tampan"


"aku senang mendengarnya" kau sudah dewasa dan kau harus memikirkan masa depanmu lusi!


"ya, aku butuh bantuanmu"


"oh, lusi" sambil memeluk lusi dan mengecup kepala lusi


***


"james" via telpon


"kau sedang apa? "


"aku diluar, aku dari rumah bibi gema"


"benarkah? " kau mau aku jemput?


"tidak usah" aku akan pulang sebentar lagi!


"apa terjadi sesuatu"


"tidak, aku hanya merasa bibi gema akan pergi meninggalkanku! " dia tampak sangat sedih!


"hei, dia akan baik baik saja"


"ya"


"kau mau minum bersamaku? "


"james"


"aku akan menjemputmu" tunggu disana ok?


"ok baiklah"


***


James pergi dengan mobilnya menjemput lusi di rumah bibi gema.


"hei" ucap james


"hei"


"ayo"


"kita akan kemana? "


"kau mengaharapkan aku membawamu kemana? "


Lusi melihat james dan tersenyum


"kau pandai bercanda" ucap lusi


"aku serius lusi" aku jarang bercanda!


"kau mau apa? "


"kau bertanya padaku, aku mau apa? "


"ya, maksudku"...


"baiklah" aku akan membawamu kerumah!


"apa yang akan kau lakukan, membawaku kerumahmu? "


"kau menggodaku nona? "


"tidak, aku hanya bertanya"


"ah, lusi" aku rasa kau menginginkan sesuatu!


"aku menunggu"


💘