Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#38



"maaf menunggu"


"tidak apa" aku tidak sedang sibuk


"kau datang menemuiku? "


"ya" aku baru pulang dari tempat ku bekerja, dan aku mampir disini untuk melihat mu


"ok" kau bekerja dimana?


"ford otomotif company"


"wow" otomotif?


"ya" jadi kau bekerja sampai jam berapa?


"biasanya sampai jam sembilan malam"


"ok" kau mau minum kopi denganku?


"apa kita sudah berteman? "


"maukah kau berteman denganku" nona lusi


"tentu" ok.... teman... lusi tersenyum


"baiklah aku akan menjemputmu nanti jam sembilan disini.


"ok"


***


Lusi segera menyelesaikan pekerjaannya, sebelum edward menjemputnya.


"kau akan pergi dengannya? " tanya alice


"ya" hanya minum kopi


"aku suka itu" gembiralah... banyak hal yang harus kau lakukan lus..


"thanks" aku akan pulang sebelum jam sebelas


"hei" tenanglah, aku memaklumimu


"alice"...


"bye"..


Edward ternyata sudah menunggu lusi di depan food center. Berdiri disamping mobilnya dengan kedua tangan di kantong celana, dia tersenyum padaku, aku pun begitu.


"hai" ucap lusi


"kita berangkat? "


"ok" lusi mengangguk dan masuk ke mobil edward


***


"ok" kita sampai, tapi tunggu dulu


James turun lebih dulu dan membuka pintu untuk lusi, lusi merasa terharu dan sangat senang dengan perlakuan edward padanya. Edward pria yang bisa menjaga sikapnya pada wanita, selain tampan ia juga sangat sopan.


"ok" lusi, apa yang kau pesan?


"aku pesan capucino dengan cream diatasnya"


"ok" aku juga sama


Sementara sedang menunggu pesanan, lusi dan edward mengobrol tentang pribadi masing masing.


"apa kau tidak punya pacar?" tanya lusi


"tidak" aku single, dan aku bebas..


"wow" kau tampan dan juga pekerja yang hebat tidak memiliki kekasih, apa aku bisa percaya?


"kau mau serius? " tanya edward


"tidak maksudku" aku hanya tidak ingin mengganggu hubungan kalian jika itu benar.


"sejauh ini aku tertarik padamu lus"


"apa? "


"ya" kau satu satunya wanita yang ingin aku kencani


"mmm" edward, kau hanya tidak tahu siapa aku sebenarnya


"aku akan tahu nantinya"


"ok" kau pasti tahu..


"dimana orang tuamu? "


"ibuku sudah meninggal sejak aku kecil dan ayahku di chicago bersama kakakku"


"aku turut berduka"


"tidak apa" itu sudah sangat lama


Obrolan singkat, malam itu cukup membuat lusi dan edward bahagia, perkenalan yang singkat hingga bertukar nomor ponsel, membuat lusi merasa memiliki teman selain alice dan punya waktu untuk dihabiskan lebih banyak.


***


"hai lusi" bagaimana kabarmu? panggil dakota via telpon


"aku baik" bagaimana disana?


"seperti biasa" kau tahu aku disini dan jack yang selalu super sibuk


"ok"


"ok" lusi, ada yang ingin aku bicarakan, art corp ingin mengadakan meet and greet, karna bukumu sangat laris dipasaran, para pembaca dan pengagum mu ingin bertemu dengan mu, jika kau tidak keberatan, kami ingin kau membuat janji dengan kami, aku hanya sangat berharap itu


"apa? "


"ya" kau tahu itu sangat penting antara penulis dan pembaca menjalin hubungan, demi tulisan dan cita citamu selanjutnya, aku ingin kau menyapa para penggemarmu lus


"kapan akan diadakan? "


"seminggu lagi" kami akan menghubungimu untuk tempat dan waktunya


"ok"


"ok" kau setuju?


"ya"


"ok" terimakasih lus, kau sangat baik aku sangat berterima kasih padamu, ok kita akan menyiapkan semua, sampai jumpa besok


"ok"


***


Lusi selalu memiliki peluang untuk menulis, bakatnya dan kecintaannya pada menulis sudah lama ia impikan, mungkin ini jalannya untuk lebih maju kedepannya..


***


"lusi" panggil alice


"mmm" apa?


"bagaimana dengan edward? "


"dia baik, dia sangat dewasa dan aku suka itu"


"ya" pasti suka


"alice" kau tahu siapa aku, aku tidak ingin membohongi siapapun, terutama edward, dia sangat baik, sedang aku...


"ya" kau masih memikirkan james? pria yang meninggalkanmu, dia bahkan tidak pernah menghubungi mu, dia tidak mencoba


"alice"


"aku harus jujur pada edward, sebelum terlambat" minggu depan aku akan bertemu fans ku untuk buku ku yang terjual habis dipasaran


"itu bagus" selamat, aku akan menemanimu besok


"thanks"


"aku selalu ada untukmu"


"ya"


***


"lusi" sapa edward


"ouh" hai.. kau mau pesan sesuatu?


"ya" dengan cola


"cola?"


"ya" aku tiba tiba ingin cola, sambil tersenyum edward duduk disebuah kursi sambil menunggu lusi mengantar pesanannya.


Lusi sangat tersanjung dengan perlakuan edward yang sangat perhatian, namun hatinya masih ragu, bagaimana james saat ini, ada rasa bersalah namun ia tidak bisa membohongi hatinya. Bisakah ia bertahan dengan rasa yang mendua....


"pesananmu tuan edward"


"thanks" bisakah kau menemaniku makan?


"apa? " kau akan dapat gratis dan bonus mr. edward..


"aku berhutang padamu kalau begitu...


"ok"... lusi tersenyum sangat manis dihadapan orang yang disukainya.


"aku membeli sebuah buku" aku pikir aku mengenal penulisnya, jadi aku datang ingin mendapatkan tanda tangan dan foto darinya. Edward menunjukkan buku karangan lusi


"apa? " kau mendapatkannya? akub sangat tersanjung ed...


"kau seorang penulis? "


"ahmm" ya... aku seorang penulis..


"kau luar biasa" sepertinya aku tidak salah memilih mu..kau punya banyak rahasia


"ed... " plis... kita teman...


"ya" kita akan berteman... saat ini..


"apa maksudmu? "


"aku tidak janji besok kita akan berteman" kau tahu apa perasaanku padamu...


Lusi melihat edward dengan tatapan cinta dan penuh cemas, ia benar benar menyukai edward, namun cinta itu tak semudah yang diharapkan... Edward memegang tangan lusi, dan menatapnya dengan penuh harap.


"apapun itu" aku sudah mencintaimu


Alice melihat kemesraan yang ditunjukkan edward, dan itu membuat alice sangat terharu dan tersenyum, ia bahagia jika lusi bisa melupakan james yang tak mencarinya sudah sangat lama.


"ed"...


Edward menyentuhn pipi lusi dan sangat ingin menciumnya... namun lusi langsung menghindar dan berdiri dan pergi kedalam ruang ganti..


"lusi" panggil alice


Lusi menangis, dia sangat jahat jika tidak jujur dengan edward tentang hubungannya dengan james masih terpaut.


"ya" aku menyukainya al.. tapi aku...


"ok"... tenanglah.. aku tahu bagaimana perasaanmu... alice memeluk lusi...


***


Acara meet and greet pun akhirnya datang, lusi sudah siap, dengan menggunakan kaos putih lengan panjang dan rok jeans pendek , sepatu boat dan rambutnya dijalin kebelakang, dia sangat cantik, rona wajahnya sangat ceria dan manis. seperti masih remaja, lusi mendapatkan tubuh dan wajah yang cantik.


"lusi" panggil dakota


"apa kau bisa tidak berisik" ucap tuan jack..


"hai" dakota.... sambil memeluk dakota dan tuan jack.. aku sangat berterima kasih karna sudah membuat acara untukku, aku berhutang padamu..


"ya" kita patut merayakannya ucap jack


"kau sangat cantik lus" ucap dakota


"thanks" kenalkan ini alice temanku..


"hai" aku alice


"dakota" ok mari kita keruang untuk bersiap..


Lusi menuju sebuah ruangan yang sudah disiapkan. Disebuah mall ternama, lusi akan mengadakan pertemuan nya dengan fans pertama kalinya, sangat gugup...


"aku sangat gugup"


"ya" pasti gugup" tapi kau tenang saja, ini hanya acara pertemuan, kami akan mendampingimu, kau akan tanda tangan banyak buku, jadi siapkan jarimu.. dan sebagian mereka akan mengajakmu berfoto, jelas dakota


"ok" kau siap?


"ya"


"lusi" kau sangat cantik, ucap dakota kembali


"apa kau akan menikahi nya karna kau selalu bilang ia cantik dari tadi" ucap jack


"apa kau tidak bisa melihat dia sangat cantik"


"aku tahu" dia sudah menjadi menantuku!


"apa" dia istri james.. ucap jack


Seketika lusi dan dakota diam begitu juga alice


"ya" aku istrinya.... dan tak pernah bertemu denganya... jelas lusi menegaskan


"sudahlah.. " ayo...


"ok" lusi.. semangat.. ucap alice


"thanks"


Acara berlangsung dengan lancar, lusi hampir mematahkan jarinya karna ada ratusan fans yang menanti dan juga ingin berfoto.. sampai...


"aku ingin minta tanda tangan disini" ucap salah satu fansnya..


"edward" kau...


"I love you"...


"ed"


"plis" tanda tangan disini, lusi pun menandatangani bukunya, lalu edward minta berfoto bersama...


"aku ingin berfoto"


"ok" dengan ragu lusi akhirnya berfoto dengan edward sebagai fans dan tak ingin membuat kacau acara, namun saat tombol kamera ditekan lusi justru melihat kearah edward..


"lumayan" mungkin lain kali jika kau melihatku aku juga harus melihatmu... sambil berpindah tempat edward mundur dari barisan dan berdiri tidak jauh dari lusi, lusi melihat edward ada disamping alice.. dengan penasaran..


"you good" ucap alice


"thanks"


Lusi melanjutkan acaranya dengan menandatangani buku milik fansnya, akhirnya tugas hampir diselesaikan dengan fans terakhir


"tanda tangan disini" ucap fans lainnya


Lusi sangat terkejut mendengar suara yang tidak asing baginya... dengan bergetar lusi melihat arah suara yang berada didepannya... Perlahan lusi mengangkat kepalanya....dan...


💘