Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#43



Cinta membuat kita bahagia namun terkadang jika salah mengartikan cinta maka ia akan menyakitkan, kehidupan yang kita jalani saat ini tidak mungkin berulang lagi, namun kita selalu punya kesempatan untuk mengubah dan memulai dan memulai lagi.


*nh*


"james" panggil lusi dengan berat dan mata sembab


"bagaimana dengan barang barangku? "


"ouh, ternyata dia masih ingat" ucap james perlahan seperti berbisik


"what? "


"mmm" ouh aku meletakkannya dibawah, apa kau mau aku memindahkannya


"yes" sure, bantu aku... aku ingin mandi dan memasak dulu lalu berkemas dan membereskan kamar bayiku


"syukurlah dia masih ingat masak" gumam james


"james, kenapa kau selalu menggumam? " kau mengatakan sesuatu padaku?


"tidak" aku hanya lelah, siang ini aku akan pergi ke seattle dan pulang malam, jadi aku akan meninggalkanmu lebih lama, apa kau ok


"aku baik" tenang saja


"ingat, kau tidak boleh keluar rumah sampai aku pulang, aku akan memantaumu" sambil menunjuk kamera cctv dirumahnya


"ya, mr. james" kapan kau memasangnya?


"seminggu yang lalu"


"kau ingin memantauku? "


"lebih tepatnya mengetahui bagaimana kondisimu saat aku tinggal bekerja dan tidak melakukan hal hal aneh"


"apa maksudmu? " sambil berjalan kekamar mandin dan menghidupkan kran airnya.


"aku tidak ingin terjadi hal buruk padamu lus" kau sedang hamil anakku


"anakku juga"


"ya, anak kita" aku akan pastikan kau baik baik saja!


"ya, baiklah", kau mau sarapan apa!


"apapun yang kau buat"


"ok" mengenakan piyama mandinya lalu pergi kedapur untuk menjadi seorang koki pribadi suaminya.


"aku akan mengundang banyak tamu nanti"


"siapa? "


"kau bisa lihat nanti"


"ok"


"makanlah dan jangan lupa hubungi aku jika kau sudah sampai


"ok"....


*nh*


Sementara lusi tengah sibuk membereskan barang belanjanya kemarin, james telah tiba di seattle.


Nada dering ponsel lusi berbunyi dan ada panggilan dari karen.


"hai karen"


"hai hunny" bagaimana kabarmu?


"aku baik" bagaimana disana?


"kami semua baik disini"


"aku ingin mengundangmu juga ayah kerumah baruku" aku juga akan mengadakan acara spesial karna aku sekarang sedang hamil


"apa? " selamat lusi, kau hebat, ayah akan senang mendengarnya


"terimakasih" apa anna baik baik saja?


"ya" dia baik, dia tumbuh menjadi gadis yang hebat sama seperti mu lus, dia juga sangat cantik


"aku merindukannya"


"kau akan berjumpa secepatnya"


"ya" aku tidak sabar


"ok, bye"


"bye karen"


*nh*


Lusi melanjutkan menyelesaikan tugasnya, sambil sesekali melihat jam didinding yang terasa begitu cepat.


Ting nung... ting nung... bel rumah lusi berbunyi, tamu sedang berkunjung kerumahnya. Lusi membuka pintu dan ia sedikit terkejut karna trish datang kerumahnya.


"trish"


"hai" maaf aku tidak menelponmu terlebih dahulu..


"no..no..no" aku senang kau berkunjung, ayo silahkan masuk


"terimakasih"


"silahkan duduk" aku akan buatkan kau minuman hangat


"tidak terimakasih" aku hanya sebentar


"ok"


Lusi kedapur membuat minuman hangat dan beberapa cemilan untuk trish.


"silahkan"


"terima kasih" apa aku mengganggumu?


"tidak" aku hanya.. sedang merapikan beberapa barang


"kau membeli banyak barang"


"ya" untuk kehadiaran cucumu!


"what? " kau sedang hamil lus? itu kabar baik aku senang mendengarnya, smoga ia baik baik saja dan sehat, trish memeluk lusi dan menyentuh perut lusi yang mulai menampakkan perubahan


"thanks"


"lusi" sebenarnya aku kesini ingin meminta bantuanmu lagi, aku akan pindah ke chicago karna jack akan membuka perusahaan cabangnya disana,... aku ingin memiliki hubungan dengan james yang lebih baik, kau tahu aku dan dia sangat dingin selama ini. Aku hanya ingin ia memanggilku ibu dan menganggapku sebagai ibunya. Dan jika ia berkenan datanglah berkunjung kerumahku meski hanya sekali. Aku tidak tahu bagaimana kedepannya, karna usiaku tidak lah muda lagi, aku ingin semua baik baik saja, terutama hubunganku dengan anakku.


Trish melihat gelang yang dikenakan lusi


"gelangmu indah sekali"


"ya" james membelikannya untukku sebagai hadiah ulang tahunku


"ya" tentu dia sangat perhatian padamu, aku suka itu


"aku akan membantumu" aku akan membicarakan ini dengan james, dan aku yakin ia akan mengerti.


"terimakasih lus" aku akan mengirim hadiah untuk cucuku, jaga kesehatanmu


"ok" bye, sampai jumpa, sambil memeluk trish dan berpisah dipintu rumah lusi


*nh*


"lusi"...panggil james


"kau sudah pulang? "


"ya" mengecup dan memeluk lusi, apa semua baik baik saja?


"ya" aku sudah menyelesaikan tugasku


"kau keluar"


"tidak"


"lalu apa ini" menunjuk bingkisan diatas meja dapur


"dari seseorang yang berkunjung"


"siapa? "


"ibumu"


"what? " dia disini?


"ya" dia berkunjung kesini, dia tahu dari dakota


"apa yang dia katakan? "


"james" dia ibumu, yang sebentar lagi akan menjadi seorang nenek, darahnya juga ikut mengalir didalam tubuhku, tolong jangan membencinya, aku akan menjadi seorang ibu sebentar lagi, aku tidak ingin anakku membenciku!


"kau ibu yang baik"


"tidak ada ibu yang baik dan sempurna didunia ini" semua memiliki kekurangan dan kesalahannya terhadap anak. Aku sangat sedih jika anakku tidak mau memanggilku ibu dan sangat membenciku.


"lus" dia tidak seperti mu


"ya" dia punya masa lalu yang kelam dan buruk, apa kau lupa jika aku juga punya masa lalu yang gelap dan menyedihkan.


"lus" please...


"james" jika kau tidak bisa melembutkan hatimu, maka kau akan jatuh dilubang yang lebih dalam dan itu akan membuat dirimu sengsara, penyesalan datang diakhir james, lusi mendekati james sambil memeluk nya.


"apa yang harus aku lakukan? "


"maafkan".... kita akan menjadi keluarga yang sangat bahagia jika dapat berkumpul bersama dan berbahagia.


"itu yang kau inginkan?"


"itu keinginan kita" harapan kita dan masa depan kita, james cobalah.. jika kau bisa itun akan menjadi hal terindah yang akan kau rasakan dan kau ceritakan untuk anakmu, kau membutuhkan tangan ibumu, tangan itu sangat hangat. Dia selalu ada untukmu, aku bahkan sangat merindukan ibuku. Lusi memeluk james.


*nh*


"aku boleh menciummu? " pinta james


"hanya ciuman saja" kau tahu maksudku


"jangan mengingatkanku lus" itu akan sangat menyakitkan


"aku mencoba membuatmu menjadi kuat"


"tidak didepanmu"


"kau bisa"


James memandang lusi, malam semakin larut, cuaca dingin semakin menyelimuti, lusi yang merasa dingin menarik selimutnya dan mendekati dada suaminya untuk menghangatkan tubuhnya.


"ini hangat sekali"


"bisa lihat aku? "


Lusi menengadahkan kepalanya berniat untuk melihat james sesuai permintaannya, namun james justru malah mencium bibirnya, memberi kehangatan kecil pelepas candunya, memberi sentuhan untuk memuaskan diri sesaat. Lusi cukup mahir menghadapi suaminya, ia membalas ciuman itu agar james merasa tak terabaikan, hingga rasa kantuk menghampiri dua insan yang sedang bercumbu lalu lelap dalam tidurnya dengan james yang memeluk perut lusi di bawah piyamanya. Tanpa ia sadari ada gejolak dalam rahim lusi, seperti seseorang yang ingin menyampaikan sesuatu,... jika ia baik baik saja dan sangat bahagia....


💘