Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#41



Satu tahun kemudian


"bagaimana menurutmu? "tanya james


"indah, tidak terlalu besar dan sangat hangat" aku suka halamannya, sangat luas. Aku akan membuat taman disini..sambil menunjukkan area yang akan dibuat taman, lusi kagum akan rumah dengan gaya minimalis yang memiliki halaman rumah yang luas.


"ok" baiklah.. kita akan pindah kesini?


"apa? " tunggu... maksudmu... rumah ini...


"ya" aku membelinya untuk kita, minggu depan kita akan pindah kesini dan mulai membuat cerita disini.


"apa? " kau serius?


"tentu"


Lusi memeluk james karna haru dan bahagia, ia tak menyangka jika akan berpikir sejauh itu dengan membeli rumah minimalis yang sangat indah, rumah dua lantai berwarna putih dicampur abu tua, memiliki halaman yangb luas didepan maupun dibelakang rumah. James sengaja membeli rumah baru agar mereka bisa memulai kehidupan baru juga disini, membuat album baru untuk rumah tangganya.


Saat ini lusi juga masih menjalani serangkaian pengobatan namun ia tak pernah putus asa sampai suatu hari dokter richard mengatakan besar kemungkinan ia akan hamil, dengan pemantauan dokter, diharapkan rahimnya bisa kuat dan sehat, kabar gembira itu langsung disambut dengan haru oleh lusi dengan tangisan, ia berterima kasih atas bantuan dokter dan perawat yang membantunya.


"itu semua berkat kerja kerasmu nyonya james"


"ya" kerja keras kita semua


"james juga melakukannya untukmu"


"terima kasih sekali lagi"


"ok" jaga kesehatanmu...


Lusi kembali kerumahnya, ingin ia mengatakan semua pada james, namun ia belumpasti. Dan lebih baik menunggu hasilnya.


*nh*


"lusi" kau baik baik saja? tanya james saat pulang dari kantornya


"ya" aku baik, lusi juga memutuskan untuk berhenti bekerja dari food center dan tinggal dirumah untuk fokus dengan pengobatannya.


"ok"


*nh*


Pagi hari dirumah barunya, sudah seminggu lusi pindah kerumah ini dan membuat lusi merasa nyaman dan tenang disini.


Sabtu pagi itu dikediaman james diwarnai dengan lusi yang bangun duluan karna ia merasa tidak sehat, ia kekamar mandi dan merasa sangat mual dan muntah muntah, kepalanya seperti berputar putar. Lusi pergi kedapur dan meminum segelas air hangat.


"lusi"...panggil james dari dalam kamar, namun lusi tak menjawab. Kembali james memanggilnya, "lusi.... " teriak james, sekali lagi tak ada jawaban, Lalu james bangkit dari tidurnya, mencari keberadaan istrinya


Lusi pergi berjalan ketaman belakang rumahnya yang baru saja ia tanami beberapa pohon dan bunga, terlihat mulai tumbuh, aroma pagi itu sangat menyegarkan, sedikit membantu mengurangi mual dan pusingnya. Air putih hangat yang ia pegang dari tadi ia letakkan di atas meja taman dan lusi pergi menyiram beberapa tanamannya.


"kau bangun awal? " ucap james yang langsung duduk dikursi taman sambil melipat tangannya


"ya" aku hanya ingin melihat tananan ini agar mereka tidak layu.


"ini hari sabtu" apa kau mau kita pergi keluar kota?


"kemana? "


"terserah" aku akan menemanimu, aku tidak bekerja


"aku hanya ingin dirumah"


"kau sakit? "


"tidak", lain kali saja, kita akan berlibur kerumah karen dan ayahku lalu ke islandia ke rumah ayahmu, kita sudah lama tidak berkumpul


"ide yang bagus" baiklah kita akan mengaturnya.


*nh*


Pagi berikutnya, lusi lagi lagi bangun pagi dan mual lagi, kali ini lebih intens dari sebelumnya, ia muntah dan terlihat pucat.


"kau sakit? " tanya james


"mungkin..." aku tidak merasa nyaman, dan aku sedikit pusing


"ok" ayo kita kedokter


"lus"


"aku akan baik baik saja"


"aku akan kekantor pagi ini" apa kau tidak apa aku tinggal


"ya" tentu,


"telpon aku jika terjadi sesuatu"


"ok"... bye...


"bye" james mengecup kening lusi lalu pergi dengan mobilnya kekantor tempat ia bekerja.


*nh*


Setelah james pergi,. lusinmencoba untuk kembali menulis, ia tak sadar sudah pukul tiga sore dan lusi memilih berbaring dirumah, lalu ia tiba tiba berpikir, apa mungkin ia hamil, karna bulan ini ia belum datang bulan, lalu lusi bangun untuk memastikan sendiri dengan pergi ke apotek dan membeli alat tes kehamilan dan juga beberapa obat untuk mengurangi mual dan muntahnya. Dirumah, dengan rasa gugup lusi mencoba untuk melangkah kekamar mandi untuk mencari tahu. Dengan rasa cemas lusi melihat hasil tesnya, ada dua garis berwarna merah, dengan terkejut lusi menjatuhkan hasil tes itu dan menutup mulutnya sambil menangis, lusi duduk dikamar mandi masih dengan tangisan bahagianya.


Lusi meletakkan hasil tesnya kembali di atas wastafel dan pergi keluar karna mendengar suara mobil james.


"nh*


"lusi" panggil james yang baru saja pulang..


"hai"...ucap lusi memeluk james.. kau mau mandi dulu atau makan dulu


"aku akan mandi dulu"


"ok" aku akan menyiapkan makanan mu..sambil menuju dapur. Oh.. no.. aku lupa membuang hasil tes itu.. Lalu lusi berlari kekamar mandi dengan tergesa gesa bahkan hampir terjatuh, ia melihat pakaian james ada diatas ranjang tapi tidak tampak pemiliknya. "apa dia sudah masuk? " batin lusi sambil cemas, james... panggil lusi


"apa? "


"aku.... "


"apa? " jawab james dari kamar mandi, yang sebenarnya sudah tahu kenapa lusi memanggilnya


"aku ingin mengambil sesuatu" aku lupa mengambilnya tadi, mungkin kau bisa keluar sebentar, agar aku bisa masuk.. pinta lusi


"apa itu? " akan aku ambilkan untukmu


"tidak... tidak... " bukan sesuatu yang serius, aku hanya sebentar saja dan kau bisa mandi kembali..


"katakan saja" jawab james... dengan kran air yang masih hidup dengan deras..


"james"... lusi menghentikan kalimatnya lalu james keluar dari kamar mandi tanpa busana


"thanks" tapi apa kau bisa menggunakan handuk mu dulu?,... lusi lalu berlari masuk kekamar mandi mencari benda yang ia cari namun tak ia temukan. "James.. apa kau? "


James mengambil handuk lalu menutup sebagian tubuhnya.


"kau mencari ini? " james menunjukkan alat tes kehamilan pada lusi. Dengan wajah terkejut lusi berjalan perlahan menuju james sambil memegang baju kaos yang ia kenakan


"itu... " aku...


"kau menyembunyikan ini padaku? "


"aku tidak bermaksud seperti itu" aku hanya belum yakin jika hasil itu benar, dengan bicaranya yang gugup


"maka akan kita cari tahu hasilnya segera"


James memeluk lusi sambil berbisik, ditelinga lusi


"terimakasih"


"james"


"jaga dia untukku" sambil meraba perut lusi yang masih rata dan perlahan james menunduk dan melihat perut rata itu, lalu mencium perut lusi yang saat ini sedang berjuang untuk memberi kebahagiaan untuk lusi dan james.


"james" lusi memegang kepala suaminya


"aku akan menjaganya" ucap james


Lusi tersenyum, james memeluk lusi dan menempelkan kepalanya diperut lusi. Saat ini hanya harapan dan doa yang bisa membuat semua bertahan di posisinyan masing masing. Meski belum tahu hasilnya sepertin apa dan apa yang akan terjadi pada lusi, namun saat ini kedua anak manusia itu sungguh bahagia..


💘