Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#52



"lusi"... panggil ayahnya via telpon


"hai dad"...


"bagaimana kabarmu? "


"aku baik"


"hei, suara mu terdengar tidak bagus" ada apa?


"tidak, hanya ribut kecil"


"james?"...


"ya"...


"kau mau menceritakannya padaku? "


"dad"... aku rasa aku hanya butuh waktu...


"ok"...


"bye"


*nh*


Tak ada satupun yang tahu jika sebenarnya edward bukanlah karyawan di perusahaan otomotif, melainkan bekerja dengan kelompok naze. Naze adalah kumpulan para mafia dan juga gengster yang menjual obat terlarang bahkan perdagangan manusia. Las vegas adalah pusat pertemuan para kelompok ini. Sulit mencari jejaknya karna mereka akan membayar dengan jumlah yang tidak sedikit jika ada yang berusaha menggagalkan usaha mereka.


Edward tergabung didalamnya saat ia mulai bermasalah dengan luna, seorang gadis yang menolak cintanya karna tidak menyukai edward yang pengangguran, dan berakhir dengan tragis ditangan edward, lalu edward mendapat tawaran bergabung dengan kelompok itu hingga saat ini. Mereka lah yang membantu edward setiap ada masalah.


Setiap hari edward selalu datang ditempat pertemuan rahasia mereka, bahkan hanya sekedar untuk berpesta dan mengkonsumsi obat terlarang.


*nh*


"lusi"...aku minta maaf.. tapi kau juga harus mendengarkan aku..


"james" aku tahu kau membencinya, tapi bukan berarti kau harus menuduhnya seperti itu. "kau tidak bisa seperti ini terus terhadap orang yang ingin berbuat baik"


"ok" aku akan jelaskan semua padamu dan juga alice


"alice" ada apa dengannya?


"nanti kau akan tahu lus"


"ok"..bisa kita makan malam sekarang?


"ok"..


Suasana makan malam hari itu cukup membosankan, tidak ada percakapan dan obrolan manis mengisi meja makan, semua fokus dengan makanannya masing masing.


"aku akan mengambil aaron dan menidurkannya" ucap jully


"ok" thanks jul..


"bisakah kita tidak bertengkar? " tanya james


"aku tidak ingin bertengkar denganmu james"


"aku berusaha melindungimu dan aku tidak ingin kehilanganmu"


"aku hargai itu"


"baiklah kita tidak akan membicarakan ini lagi"


Lusi tidak menjawab james, dia membereskan bekas makannya dan membawa kedapur lalu mencucinya, james mengikutinya dengan membawa piring bekas makannya dan dicuci oleh lusi.


James menatap lusi, dia merasa sudah sangat lama sejak aaron lahir tidak mencicipi tubuh wanitanya itu, pikirannya mulai menghayal tanpa arah...


"kau sudah selesai? "


"mmm"


"bisa kita bersantai? "


"ok"


"ok"...... james membawa anggur yang dibelinya dan mereka duduk ditepi kolam renang sambil meminum anggur itu.


"ini enak"


"aku memesannya dari mr. patel saat dia ke jerman"


"benarkah? "


"ya" itu bebas alkohol, rasanya juga tidak terlalu manis


"ya"...ini luar biasa, kau punya berapa botol?


"hanya satu" harga nya cukup mahal


"benarkah? "


"sebelas ribu dolar"


"apa? " sebelas ribu dolar?


"ya" hanya untuk seteguk minuman...


"kau membuat ku bangkrut"


"aku minta maaf"


"kau harus mengganti kerugian"


"pasti"


"benarkah"


"ya" aku akan menggantinya sekarang juga


"kau punya uang sebanyak itu? "


"tentu" kau mau melihat uangnya sekarang? akan ku tunjukkan


"baiklah" aku penasaran


"tutup matamu dulu" james mengikat mata lusi dengan kain kecil lalu membimbingnya masuk kekamar..


"kau membawaku kekamar? "


"uangnya ada dikamar" aku tidak mungkin meletakkan uang sembarangan!


"ok" kau benar?


"tunggu disana"


James mengunci pintu, lalu membuka baju nya hingga menyisakan pakaian dalam nya saja.


"james"


"tenanglah" james menuntun tangan lusi ke dadanya dan seketika membuat lusi terkejut


"james" kau...


"apa boleh? "


"aku mungkin lupa caranya bagaimana melayani mu"


"aku tidak lupa" aku bahkan bisa mengajarimu ulang!


"james".. aku mungkin tidak memilki tubuh indah lagi seperti dulu... masih dengan mata tertutup...


"bahkan lebih baik dari dulu"


Lusi sangat bersyukur dia tidak kehilangan tubuh idealnya sejak melahirkan, karna ia selalu menjaga tubuhnya dengan baik.


"james"...aku sedikit takut


"tenanglah" aku tidak akan menggigit mu


"apa? "


"hanya sedikit mencicipi saja"


"ok"....kau....


James melakukan aksinya layak nya seperti difilm, salah satunya fifty shades, tidak ada balasan dari lusi, james sangat menikmati, hingga dia lelah sendiri dan tertidur disamping lusi, namun menjelang pagi lusilah yang mengganggunya hingga james basah kuyup bermandikan keringat. Mereka bersyukur aaron tidak bangun dan juga menangis.


"lusi"..panggil jully


"mmm"


"bangunlah, aaron mencarimu"


"ya" namun lusi tak bergerak justru menambah tidurnya dengan lelap. James yang melihat lusi sangat pulas dengan berat melangkahkan kakinya membuka pintu dan mencari aaron dibawah didalam tempat tidurnya.


"hei tampan" ucap james


Aaron hanya tersenyum menyambutnya, james mengambil air yang diletakkan jully diatas meja.


"apa lusi belum bangun? "


"ya" dia sangat lelah


"aku tahu" seorang ibu tidak pernah beristiraaht dengan tenang


"ya bahkan ia harus melayani dua pria dirumah ini"


"hahaha" ya kau benar


"apa kau akan sarapan"


"ya, sebentar lagi" aku akan membangunkan lusi dulu


"ok"


James mengambil aaron dan membawanya kekamar untuk membangunkan ibunya yang masih tertidur. Jully hanya tersenyum melihat keluarga bahagia itu.


"andai rose masih hidup, pasti dia juga sudah memiliki seorang anak yang tampan" batin jully


*nh*


"hei, mom" panggil james pada lusi yang tertidur


"mmm" Aaron meraba wajah ibunya dan menatapnya dengan senyum, sambil duduk disamping ibunya aaron menepuk nepuk pipi lusi hingga lusi terbangun.


"hei boy" kau sudah bangun? kau terlihat segar dan wangi... ucap lusi


"kau masih ingin tidur? "


"tidak, aku akan bangun"


"ok" kami akan menunggu mu dibawah untuk sarapan


"ok"..james mengecup kening lusi lalu kembali keruang santai dibawah.


*nh*


James menatap lusi yang telah segar dan bersih mengenakan baju kaos miliknya dan juga celana jeans pendek, membuat ibu satu anak itu terlihat seperti gadis remaja.


"apa yang kau kenakan nyonya? "


"kenapa? "


"kau terlihat berbeda"


"benarkah? "


"aku menyukainya"


"thanks" sambil mencium aaron dan menggendongnya


*nh*


Di food center alice seperti biasa bekerja dengan semangat sambil menunggu pesanan pertamanya, meskipun ia tak berharap edward datang lagi kesana...


"al" panggil manajernya


"ya pak"


"aku ingin bicara padamu"


"ada masalah apa? " aku sepertinya sedikit cemas


"tidak ada yang serius" aku hanya meminta bantuanmu!


"ok" baiklah aku datang


"kentang goreng dan orange jus" ucap pelanggan pertamanya


"ya, ditunggu segera"


Sementara pesanan dibuat alice meminta bantuan temannya josh untuk menggantikannya sebentar agar dia bisa menemui manajernya.


"baiklah" aku akan menggantikanmu


"thanks josh"


*nh*


"permisi" ucap alice


"alice masuklah"


"ya" terimakasih pak


"silahkan duduk" aku ingin membicarakan satu hal padamu tentang pelanggan yang sering datang kesini sepertinya namanya adalah edward


"ya" dia pelanggan kita pak, dia sering datang kesini setiap harinya


"itu bagus jika kita punya pelanggan tetap" namun satu hal yang aku perlu sampaikan jika kita harus memberi bonus kepadanya.


Manajer alice memberi sebuah surat kepada alice secara diam diam dan membacanya jika sudah sampai dirumah nanti.


"baiklah pak"


"sampaikan salam ku pada pelanggan kita"


"tentu pak"


*nh*


Alice pulang dari tempat kerjanya lalu mengunci pintu rumahnya, namun tiba tiba ada yang mengetuk pintunya dengan keras....


💘