Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#53



"kau sudah pulang? " tanya lusi


"ya" jawab james


"aku akan siapkan makan untukmu"


James naik menuju kamarnya dan mengganti pakaiannya, lalu lusi mengikutinya dari belakang dan menutup pintu kamarnya.


"hei"..ada apa? " tanya james


"kau mau mengulangi adegan pagi tadi? "


"what? "


"ya"....


"kau serius? "


"jika kau tidak mau, aku tidak apa" lusi membalikkan tubuhnya dan bermaksud ingin keluar, namun james lebih dulu menarik tangannya


"ada apa? " kau merindukanku?


"tepatnya, aku menginginkanmu" tegas lusi


James memandang lusi sesaat dan dalam hitungan detik, james menyambar bibir mungil itu dengan mesra. Lusi melingkarkan tangannya dileher james dan perlahan melepas setiap helai benang mereka, tak butuh lama mereka menyelesaikan olahraga yang terlambat di siang itu.....


Lusi memungut pakaiannya lalu mengenakan nya kembali.


"lusi"...panggil james, kembali keranjang selesaikan tugas mu


"aku sudah selesai tuan james"


"kesini" bangunkan aku


"aaron mencariku" ayo turun... ucap lusi keras


"tadi kau terlihat manis" kenapa lagi denganmu?


"aku harus menemui aaron"


"apa aku tidak"


"diamlah"..ayo turun...


"lusi"...


"pakai pakaianmu"... ucap lusi


"aku merasa kau sangat berubah"


*nh*


Alice telah membaca isi surat dari manajernya tuan jerry, yang isinya sungguh mencengangkan


"polisi telah mengetahui keberadaan edward disini, aku harap semua berjalan seperti biasa dan tidak terlihat perubahan agar kita tidak dicurigai oleh edwarsd, polisi juga sudah menyadap tempat ini jadi berhati hatilah berbicara"


Begitulah isi dari surat yang diterimanya. Alice sungguh tidak menyangka, entah apa yang akan terjadi selanjutnya. Alice kembali mengirim pesan kepada bill tentang surat yang ia terima, bill membalas dengan berharap jika semuanya baik baik saja.


"ayo kita bertemu lagi" ucap bill


"ok"


*nh*


"hai lus"


"hai bill" kau pesan sesuatu?


"hanya cola"


"ok"


"hei al" ucap edward


"ouh, hai ed" lama tidak berjumpa? kau kemana


"maaf" aku sibuk akhir akhir ini!


"ok" kami merasa kehilangan pelanggan tetap, aku pikir kau tidak kembali lagi


"ya" aku pesan seperti biasa


"ok" segera datang


Alice sebisa mungkin menutupi kekhawatirannya dan juga rasa gugupnya, semua agar edward tidak mencurigai gerak geriknya.


"pesanan mu"


"thanks al" ucap bill


"dan pesanan mu ed"


"makasih al"


"apa kau sangat sibuk sampai lupa mampir kesini? "


"ya" terlalu banyak kolega yang harus kutemui


"dan juga rapat yang tidak kunjung selesai"


"ya" hahaha... edward tertawa mendengar ucapan alice


"aku ingin tahu berapa gajimu? " jika besar mungkin aku akan bergabung dengan mu menjadi bawahanmu


"tidak al" kau tidak akan sanggup


"benarkah? "


"pekerjaan ku terlalu berat dan beresiko untukmu"


"baiklah" aku harap kau tidak hilang lagi dan selalu datang kesini


"thanks"


*nh*


Sementara bill terus mendengar percakapan mereka tanpa melihat dan bertanya apapun kepada alice dan membiarkan mereka mengobrol seperti tidak terjadi apa apa...


Bill meninggalkan sisa minumannya diatas meja dan pergi begitu saja tanpa menyapa alice. Bill hanya mengirim pesan singkat kepada alice untuk mengucap terimakasih.


Edward masih asyik dengan ponsel dan sesekali meminum cola nya yang dipesannya di food center. Tak lama edward menjawab telpon dari seseorang entah dari siapa itu.. Alice mendengar dengan seksama dari balik meja pesanannya sambil sesekali mengantar pesanan pelanggan.


"iya"...aku masih di food center untuk makan, ucap edward ditelpon seperti menjawab pertanyaan dari seorang disebrang sana. "sebentar lagi aku akan kesana, kalian tunggu saja disana, aku akan melakukannya malam ini, jawab edward dan menutup telpon miliknya.


"hei al" aku pergi dulu


"ok" bye..


"bye".... Edward masuk kedalam mobilnya lalu melajukan mobilnya meninggalkan alice dan food center tempat ia biasa makan tanpa curiga pada alice. Entah kemana ia akan pergi, alice hanya mencoba menerka dengan kalimatnya, jika ia akan melakukan nya malam ini.


"melakukan apa? " batin alice, dan tak lama mengambil ponselnya dan memberi pesan singkat kepada james.


"apa semua baik baik saja james? " hati hati lah setiap saat, karna edward dari sini dan baru saja akan pergi dan tadi ia sempat menelpon seseorang...


Begitulah isi pesan singkat yang dikirim alice kepada james.


*nh*


"lusi" bagaimana jika kita mengambil cuti pergi ke islandia untuk berlibur beberapa hari dan lalu ke rumah ayahmu?


"benarkah? "


"kau mau?


"tentu"...ya.. itu kabar baik, aku setuju


"baikah" kita akan berangkat besok


"kenapa begitu mendadak? "


"kebih cepat lebih baik" agar kita banyak waktu disana dan bisa beristirahat


"kau sudah membuat surat izin mu? "


"ya" aku akan kirim kan melalui email.


*nh*


Segala sesuatu telah dipersiapkan oleh lusi dan juga jully, mereka bersemangat akan liburan pekan ini. Bersama keluarga adalah hal paling menyenangkan.


"kau sudah siap? " tanya james


"ya"


"ok" aku akan kekantor sebentar ada yang harus aku antar, kalian tunggu lah disini sebentar


"ok" hati hati lah, lusi membereskan beberapa peralatan rumah dan juga mengecek barang barang, sementara jully mengajak aaron pergi bermain ditaman halaman belakang. Lusi sendiri berada didalam ruang tengah dan sesekali didapur.


Bel pintu berbunyi, lusi berpikir mungkin edward telah kembali, dan mereka bisa segera berangkat ke islandia. Lusi berjalan menuju pintu untuk membuka kan pintu, namun ternyata bukan james yang ia temukan melainkan edward.


"hei" kau mampir kerumahku, ayo masuk


"ya" hanya sekedar lewat dan aku pikir mungkin aku bisa meminum teh


"tentu ed" aku pernah berhutang padamu..


"wow"..tampaknya kau sangat serius soal itu


"baiklah tunggu dulu, aku akan mengambil minum untukmu"


Edward menunggu lusi diruang tamu dan melihat sekeliling rumahnya.


"tampak sepi" apa aaron tidak dirumah?


"dia sedang bersam jully di halaman belakang" dan james kekantor sebentar


"ouh" apa kalian akan pergi? "


"rencananya begitu" kami akan ke berkunjung kerumah smith dan juga ayahku, sudah sangat lama tidak kesana, aku merindukan mereka.


"ok" aku rasa kau memang butuh liburan karna kesibukanmu...


"ya".. apa kau tidak kekantor, sambil menyuguhkan minuman untuk edward


"hari ini tidak" aku mengambil izin karna ada urusan yang harus kukerjakan


"ouh" baiklah...


"berapa lama kalian akan pergi? "


"mungkin beberapa minggu"


"wow" kau pasti akan sangat menikmati liburanmu..


"thanks"


Lama edward dan lusi mengobrol sampai aaron mulai menangis dan gelisah, jully membawanya kedalam rumah dan memberinya susu lalu meletakkannya di dalam box tidurnya. Aaron mulai tidur karna mengantuk menunggu ayahnya yang belum juga kembali.


Lusi mencoba melihat aaron di tempat tidurnya dan benar, aaron telah tidur disana, dengan sangat nyenyak..


"lusi aku akan kekamar sebentar untuk mengambil tasku"


"ok, baiklah" cobalah untuk menelpon james jul!..


"ya, aku akan menelponnya sekarang"


"thankyou"


Edward masih saja duduk dikursi sambil memperhatikan lusi dan aaron yang berada tak jauh darinya, dengan tatapan tajamnya edward mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.... dan....


💘