Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#49



Aaron,... kehadirannya kini membuat warna baru dikehidupan lusi dan james, semua merasa gembira dan tampak sangat bahagia. Hari ketiga lusi menjadi seorang ibu dan dia mendapat perhatian besar dari n keluarganya.


"selamat lus" ucap jack suami trish


"thankyou"


Begitu banyak hadiah dan ucapan padanya, dan itu semua sebanding dengan perjuangannya mendapatkan buah hati.


Lusi masih duduk dikursi dan james menerima tamu dan kolega nya yang turut hadir dirumah memberi ucapan selamat padanya.


"selamat james" ucap dakota


"terimakasih"


Alice datang dengan hadiahnya memberi pelukan untuk lusi sambil melihat james junior disampingnya.


"kau hebat" ucap alice


"terimakasih" jawab lusi


Tuan smith menyalami jack dan menerima ucapan selamat untuk smith karna sudah menjadi kakek dan itu disambut hangat oleh smith.


"kita semua patut berbangga dengan kehadiran aaron dirumah ini ditengah tengah kita" ucap jack


"ya" kita semua berbahagia


"dia mirip denganmu james" ucap anna


"benarkah? " tanya james


"ya" dia adikku yang lucu


"tentu"


"selamat james" ucap edward


"untuk apa kau kesini? " tanya james


"aku hanya ingin memberi ucapan selamat"


"kau tidak di undang"


"james" panggil lusi


"apa? " dengan wajah kesal


"dia datang dengan tujuan yang baik" aku harap kau tidak membuat keributan


"aku? " dirumahku? kau bercanda, lalu pergi dengan kesal


"terimakasih ed" aku sangat menghargai itu


"untukmu"


"ouh"...terimakasih, silahkan nikmati pesta kami


Pesta kecil dirumah lusi untuk menyambut kedatangan aaron diadakan lusi dan james, mereka mengundang teman, keluarga dan kolega terdekat saja. Sebagai ucapan selamat untuk lusi, karen membantu menyiapakan kejutan kecil itu untuk lusi saat pulang dari rumah sakit.


"tentu", hai aaron? ucap edward, dia pasti sangat kuat seperti ibunya


"tentu" sambil senyum melihat aaron


"hai ed" kau disini? tanya alice


"ya" aku datang memberi ucapan selamat


"ouh" itu memang harus


"ya"


"lusi" panggil jasmin dan carol suaminya datang sangat mengejutkan


"hei" kau benar benar datang?


"tentu saja" aku harus datang karna kita sudah lama tidak berjumpa, aku merindukan mu lus


"aku juga" aku merindukanmu..


"baiklah, kita lihat bagaimana aaron kecil ini akan menjadi pria tampan seperti ayahnya dan kuat seperti ibunya


"ya" ucap carol, kau beruntung lus


"terimakasih" apa kalian sudah memiliki anak?


"tentu" dia diluar bersama karen dan anna


"wow" kai hebat dariku


"kita sama hebatnya"


Semua undangan tampak menikmati pesta yang diadakan lusi dan james bersama lusi dan juga aaron tampak begitu mesra dan bahagia, edward melihat jelas pemandangan itu, ada rasa cemburu di benaknya, namun ia lalu pergi meninggalkan kediaman lusi dan berpamitan dengan karen.


*nh*


Suasana rumah memang jauh berbeda dari hari biasanya, kehadiran aaron membuat rumah terasa sangat ramai.


"oek.. oek" tangis aaron dipagi hari


"lusi" ada apa dengannya, tanya james


"hei baby" apa kau butuh sesuatu, kau lapar?, aku akan memberimu minum dulu ok?


"apa dia lapar? "


"ya" dia harus minum asi setiap tiga jam sekali


"benarkah? "


"ya"


"ok" james baru bangun tidur sambil mengucek matanya dan pergi mandi. Lusi membawa aaron turun dan membaringkan kembali aaroon di tempat tidurnya dan membuat sarapan di bantu jully pagi itu.


"kau terlihat lebih manis saat sedang bersama bayimu" ucap jully


"benarkah? " mungkin karna jiwa keibuanku sangat dalam, ucap lusi


"ya" aku yakin itu


"james" bisa kau lihat dia? teriak lusi dari dapur


"ya" jawab james sambil turun dari kamarnya dan melihat aaron.


"apa yang dia inginkan? " tanya lusi


"aku tidak tahu"


"kau bisa mengecek popoknya, atau menyentuh sudut bibirnya atau juga melihat disekitar tempat tidurnya jika ada sesuatu yang mengganggunya, jelas lusi


"ok" james menngecek semua yang diberitahu lusi, dan tampaknya aaroon sedang buang air. "wow" apa kau sedang memberiku hadiah dipagi hari? tanya james


"ada apa? "


"dia buang air"


"ok" bersihkan saja


"apa? "bagaimana caranya?


"buka semua pakaian dalamnya, ambil tissue basah dan lap bagian bokong nya hingga bersih, jelas lusi lagi yang masih juga sibuk dengan membuat sarapan


"hei baby" mari kita lakukan dengan perlahan


James membuka celana aaroon dan juga popok yang ia kenakan, dan tiba tiba ia langsung muntah.


"lusi" ini bau sekali, aku tidak tahan


"lakukanlah sayang" kau bisa membuat hubungan yang bagus dengannya dengan diawali mengganti popok


"apa kau bercanda? "


"seriuslah" aku tidak bercanda, cobalah lakukan dengan perlahan


"ok" aku coba kembali. "ok baby" ayo kita lakukan lagi. Perlahan james kembali membuka popok aaron dan mulai membersihkan area bokongnya dengan lembut dan juga pelan, lalu ia membuang popok itu kedalam tempat sampah dan memasang kembali popok yang baru pada aaron, aaron tampak tersenyum melihat james, "apa kau tersenyum padaku? " kau mau berterimakasih padaku? baiklah kita akan menjadi teman yang hebat kawan mulai saat ini. James tersenyum karna hasilnya benar benar membuat nya merasa bangga.


"hei" kalian sudah melakukannya?


"tentu" ucap james bangga


"wow" kau lumayan


"hanya itu" aku bekerja keras mengganti popoknya


"baiklah" lusi mencium james sebagai hadiah kecilnya. "ok ayo sarapan"


Lusi menggendong aaron sambil menuju meja makan dan mulai sarapan pagi itu bagitu juga jully yang ikut sarapan.


"james" kapan kau mulai bekerja?


"besok"


"baiklah" smoga pekerjaanmu cepat selesai dan kita akan liburan


"ide bagus" jawab james


*nh*


Satu bulan tampak begitu cepat, aaron yang mulai menampakkan tubuh gemuknya terasa sangat menggemaskan, sekarang mereka berada dihalaman belakang rumah sambil menunggu james pulang, lusi sesekali melihat laptopnya untuk melihat jika ada email yang masuk untuk karya tulisnya. Tiba tiba seseorang melempar sesuatu dirumahnya dan terdengar seperti ada yang pecah.


"apa itu? " jully... panggil lusi


"aku akan melihatnya" kau tenanglah, ucap jully


Jully pergi keluar rumah dan melihat ada sebuah batu yang terbungkus kertas diteras rumahnya dan vas bunga yang jatuh akibat lemparan. Jully membuka gumpalan kertas itu lalu membacanya... "kau atau anakmu yang harus aku ambil sebagai balas dendamku? " isi tulisan yang dilempar.


"jully" panggil lusi


"ya"


"ada apa? "


"tidak, hanya vas bunga jatuh karna ada kucing disini"


"kucing siapa? "


"entahlah" mungkin ia kehilangan rumahnya


"ok"


Jully tidak memberibtahu lusi, karna james pernah menceritakan hal yang pernah menimpa keluarganya. Jully menyimpan kertas tersebut dan akan memberitahu james jika sudah pulang.


"hai ed" ucap alice


"hei"


"pesanan seperti biasa?


"tentu"


"kau tampak lelah hari ini? "


"ya" banyak partner kerja yang jarus aku temui dan juga meeting yang tak pernah selesai


"aku bahkan iri padamu"


"kau hanya tidak merasakannya"


"ya" kau benar, ini pesananmu


"apa lusi tidak pernah datang lagi? "


"mungkin dia sibuk dengan bayinya"


"ya" aku tampaknya punya saingan baru


"ya" dan kau pasti kalah


"ya" tepat sekali


Edward tampak memandang sesuatu dengan tatapan kosong, sore itu berlalu dengan sendirinya, menutup langit dengan perlahan dan angin semilir yang cukup dingin....


💘