
"rasanya seperti keluar dari lubang es" ujar dakota
"ya" sekarang kita bebas. Tamabh lusi
"yah, sebaiknya kita tetap berada disini" sambil berlalu dengan membawa secangkir kopi miliknya
Lusi telah kembali ke newyork, setelah menyelesaikan semua pekerjaannya di kanada. Dia sangat menyukai pekerjaannya meski terkadang tantangannya cukup berat. Dia sudah rindu dengan anna dan juga ayahnya. Mungkin lebih baik jika mampir.
***
"bye dakota"
"ok bye lusi"
Lusi menghampiri kediaman karen untuk melihat anna dan mengobrol beberapa saat padanya, lalu melanjuytkan perjalanannya kerumah sang ayah. Dia bertemu ayahnya dirumah dan obrolan ayah dan anakpun terjadi. Banyak hal yang diceritakan ayahnya termasuk pertemuannya dengan james sebelum ke kanada. Lusi paham betul bagaimana james sangat protective padanya. Trauma masa lalu membuatnya menjadi sedikit posesive.
Lusi akhirnya menghampiri james di kantornya, tempat ia bekerja. Lusi masuk ke gedung tinggi itu dan menuju studio james. Tampak kekasihnya sedang melakukan pemotretan dan juga pengambilan video sebuah iklan produk. Bersama sandra. Sandra teman satu studionya, lusi kurang menyukainya. Lusi duduk disudut ruang itu untuk menghindari penglihatan james dan agar tidak mengganggu ia selama bekerja. Lusi memperhatikan semua gerak gerik james. Entah dari mana asalnya rasa kesal pada james, lusi mulai cemburu.
Sepertinya sandra sengaja melakukannya agar aku cemburu, sandra melihat kedatangan lusi namun tak memberi tahu james.
"ok" ucap fotografer
"james, kau mau minum? "
"no"
"james" ucap lusi
"lusi! " kau disini? apa yang terjadi?
"aku hanya mampir dan...."
James mencium pipi kekasihnya itu dan memeluknya dengan mesra, sandra sangat membenci adegan itu dan memilih pergi dari studio.
"apa sudah selesai? "
"ya" kita bisa pulang, aku tidak bawa mobil hari ini kau tahu...
"ya" kita bisa sambil jalan
"kau serius" kau akan lelah, punggungmu masih sakit
"maka aku akan minta gendongan dari mu"
"ide brilian lus" ayo...
"james, apa kau suka dengan profesi mu sekarang? "
"aku cukup menikmatinya"
"aku suka itu" kapan kita akan ke islandia?
"kenapa? " kau sudah berubah pikiran!, kita akan menikah?
"tidak, maksudku...."
"kita akan kesana bulan depan"
"secepat itu? "
"kau mau menambah waktu? "
"james, jangan bercanda"
"seharusnya aku tidak perlu takut, karna kau benar milikku, namun aku tidak ingin masa laluku terjadi"
Lusi memegang tangan james sambil berjalan, james melihat lusi memegang tangannya, dan melepasnya hingga ia bisa memeluk lusi.
"kita akan menikah? " tanya lusi
"ya" aku suka itu, aku akan menelpon jenny dan ayahku.
"ok"
***
James akhirnya menelpon ayahnya dan juga jenny, kabar baik itu disambut dengan bahagia oleh jenny dan juga smith. Mereka bahkan sudah tidak sabar ingin secepatnya lusi dan james menikah.
"aku dengar kau akan menikah" ucap dakota
"ya" sambil memberi undangannya pada dakota
"ouh, ini sangat manis sayang" selamat atas pernikahanmu, tapi kau tahu aku mungkin tidak bisa hadir, tapi aku akan kerumah kalian ketika kalian sudah kembali, aku akan siapkan kado istimewa untukmu.
"aku tahu kau sangat sibuk, dan tuan jack tidak bisa bekerja tanpa mu"
"ouh, lusi" akub sangat ingin pergi, ucap dakota sambil memeluk lusi
Lusi memberi kabar baik tersebut dengan karen dan juga jasmin, mereka sangat bahagia dan mereka akan segera bersiap siap. Tuan swan juga telah mendapat berita bahagia itu. Dia bahkan sambil menangis tak menyangka jika kedua putrinya telah dewasa.
***
"hallo trish" ucap lusi di telpon
"hai lusi" kau menelponku karna akan menikah?
"ya" kau sudah dengar... tentu!
"aku ingin pergi, tapi aku tidak mau mengacaukan semuanya" kau tahu james sangat membenciku kan?
"ya" dia yang akan memberi tahumu secara langsung
Lusi memberi telponnya pada james, dengan berat akhirnya james mengambil telpon milik lusi dan berbicara pada ibunya.
"james, kau memanggilku akhirnya" aku sangat senang.
"tolong jangan terlalu dramatis" ucap james mulai dengan emosinya.
Lusi segera menyentuh lengan james dan memberi kode, lusi juga menatap james. Dengan wajah kesal james akhirnya menuruti lusi.
"maaf" aku terlalu....
"tidak apa" aku baik..
"datanglah ke pernikahanku"
"ya" aku akan datang james, pasti...
"terimakasih"
"ya" aku senang kau dan lusi akhirnya menikah, dia gadis yang baik dan juga sangat dewasa. Aku harap kalian bahagia.
"ya"
James menutup telponnya dan duduk di tepi ranjangnya, dengan wajah gusar james diam dan tak bicara setelah menelpon ibunya.
"kau sudah cukup baik james" pernikahan kita akan menjadi momen terindah
"aku"....
"terima kasih james"
Dengan tenang lusi membujuk james yang akhirnya mau menelpon ibunya untuk datang dipernikahannya di islandia, james sempat menolak untuk bertemu ibunya, namun lusi tak patah semangat, ia berusaha meminta james meski hanya menelpon ibunya dan akhirnya james mengikutinya.
***
sebulan berlalu dan penerbangan akan segera tiba. Karen, anna dan merri, jasmin, juga ayah swan turut bersiap. Trish ikut serta namun tanpa suaminya, karna jack tidak bisa pergi
"kau sudah siap? " tanya james
"ini bukan seperti perjalanan sebelumnya" aku sedikit gugup, ucap lusi memasang wajah cemasnya dan memilih untuk duduk diranjangnya dan berhenti untuk mempacking barangnya.
"kau gugup naik altar? " james duduk disamping lusi
"ya" sambil merebah kepalanya di bahu james
"aku juga sama gugupnya"
"haaah" lusi menarik nafas panjangnya
"ini bukan perang lus, kita harus berani" ucap james tiba tiba"
"apa yang kau katakan? " hah
"ok, aku suka itu"
"apa maksudmu? " mulai emosi
"ayo lus" kau bisa
"james, apa kau gila? "
"ya" terus
"james, sepertinya aku harus memberimu siraman"
"apa? " james terkejut
"ayo sini"
"kau mau apa? " mengikuti lusi yang menarik bajunya.
"lusi, no.... " lusi.... teriak james
Lusi mendorongnya masuk kekamar mandi dan mengguyur nya dengan air yang masih dingin, lusi bahkan tidak memutar kran air hangatnya. Membuat james kedinginan dan menarik lusi bersamanya
"dingin"...teriak lusi
"sekarang kau tahu itu dingin" nikmatilah air mu
"james, no" ok.... aku menyerah
***
Lusi dan james berada dibawah selimut sambil duduk. Mereka terdiam sambil melihat tembok.
"kau suka? " tanya james
"apa kau bertanya? " jawab lusi kesal
"kau masih semangat, aku suka itu" itu akan sangat bagus punya semangat akan membantu kita saat naik altar
"james hentikan" teriak lusi.
"ok"
"sepertinya aku salah pilih"
"pilihan mu tepat baby" aku hampir tidak memiliki kekurangan yang akan membuatmu tidak percaya diri. Bukankah aku perfect
Lusi menutup wajahnya dengan selimut dan membuat suara tangisan yang keras, membuat james tersenyum dan membelai kepala lusi dengan lembut. Adegan sebelum berangkat yang menggemaskan. James hanya membantu kekasihnya untuk tidak terlalu tegang dan cemas.
💘