
sepekan setelah menikah, james dan lusi telah kembali ke new york begitu juga karen, jasmin, carol, tuan swan, nyonya trish, anna dan merry. mereka kembali disibukkan dengan aktifitas masing masing. James sedang bersantai di depan tivi, berbaring di sofa menatap layar kacanya. Lusi tengah berada didapur melakukan rutinitasnya seperti biasa.
"apa kau baik baik saja? " tanya james
"maksudmu? "
"kemarin kau mual"
"ya" aku baik
"kau sudah siap dengan itu? "
"aku sudah lama menjalani ini" meski bukan dari rahimku tapi anna seperti anakku bagiku sendiri.
"ok"
"kau tampak cemas" tanya lusi
James tak menjawab, ia hanya diam dan pergi kekamar lalu mencuci wajahnya dengan air sambil menatap cermin bulatb dikamar mandinya.
***
"hei dakota? "
"hei lus" selamat ya sambil memberi hadiah kepada lusi
"terimakasih dakota"
"apa kau baik? kau tampak sedikit pucat
"mungkin karna kelelahan"
"ya, aku tahu" seharusnya kau tak langsung masuk kerja lus
"aku baik"
"kau bahkan belum bulan madu"
"ya, mungkin aku akan mengatur ulang hari itu"
"ok"
***
Lusi memasukkan jadwal untuk menjemput james distudio, karna ia tak mau pulang sendiri dan menunggu james setiap hari, lebih baik bersama.
Seperti biasa lusi menunggu james diruang tunggu dan melihat james dengan profesinya. Sandra seperti biasa melakukan banyak gaya dengan suaminya saat ini. Membuat lusi menjadi mual kembali.
"kenapa harus dia setiap hari? " batin lusi
Lusi melihat james dan sandra berbicara seperti nya serius dan terlihat james begitu fokus dengan pembicaraannya. James bahkan tak melihat lusi yang menunggunya. Lusi bermaksud menghampirinya namun seorang laki laki tampak ikut bergabung dengan mereka sepertinya ada hal yang sangat serius.
James akhirnya pergi bersama dengan sandra dan juga manajernya. Tanpa melihat lusi james pergi behitu saja. Lusi hanya bisa melihat james pergi dengan sandra.
"apa james akan kembali? " tanya lusi pada seorang karyawan distudio tersebut.
"aku juga tidak tahu" sepertinya ada hal serius
"boleh akau tahu apa itu? "
"tidak nona" itu masalah perusahaan
"ok" jam berapa gedung ini tutup
"sebentar lagi"
"ok" terimakasih
Akhirnya lusi memutuskan untuk pulang menggunakan bis kota sendiri malam itu. Lusi berpikir mungkin sesuatu sedang terjadi pada suaminya. Dan berpikir untuk menelpon james, namun beberapa kali lusi mencoba tak ada jawaban dari james.
***
James pulang pukul sepuluh malam, ia melihat lusi masih duduk disofa dan menonton tivi.
"kau belum tidur? "
"ya" aku menunggu mu
"maaf" aku harus menemui tuan ricky dan mengadakan makan malam dirumahnya, sambil membuka kulkas dan mengambil minum
"berarti kau sudah makan"
"ya"
"ok"
"kau mau tidur sekarang? " Tanya lusi
"lusi, aku akan melakukan perjalanan pekan depan"
"benarkah? "
"ya" aku akan pergi ke los angles, untuk waktu enam hari, dan melakukan pekerjaan disana bersama manajerku
"hanya manajer mu? "
"tidak kami akan berangkat bersama" tuan ricky dan juga sandra
"ok" aku tidak apa
"kau boleh tinggal bersama karen jika kau mau atau jasmin untuk menemanimu"
"ya" itu ide bagus
"ok" sambil memeluk lusi
***
"kau siap berangkat? " ucap lusi lesu
"ya" aku harap kau baik baik saja selama aku tinggal
"aku akan cepat kembali"
"pasti lebih hangat jika kau menemaniku tidur"
"ya" sambil mengecup kening lusi
"hati hatilah james"
"ok"
***
Tanpa james dirumah seperti ada yang kurang. Lusi melakukan aktivitasnya seperti biasa, dan tinggal seorang diri dirumah tanpa james suaminya, sedikit aneh dan berbeda. Setiap malam lusi mencoba menelpon suaminya namun tak ada jawaban dari james, lusi hanya berpikir positif mungkin dia sangat sibuk sedangkan james dengan pekerjaannya hampir menyelesaikan jadwalnya di kota itu.
Lusi duduk disebuah sofa disudut rumahnya memandang keluar rumah, menit berlalu, jam pun pergi serta hari pun berganti. Seharusnya suaminya akan pulang hari ini, hingga lusi bersiap ingin menyambutnya langsung ke bandara. Dengan mobil nya lusi menuju bandara dan membawa seikat bunga untuk james suaminya.
Lusi menunggu burung besi yang membawa suaminya untuk turun dan melihat james yang sudah ia rindukan. Satu jam berlalu lusi masih duduk diruang tunggu, dari jauh lusi melihat james datang berjalan keluar bersama rombongan nya. Tuan ricky dan manajernya pergi duluan meninggalkan james dan sandra yang masih berjalan
"ok" terimakasih atas kerja hebat kalian! ucap tuan ricky
"sama sama" ucap james dan sandra bersama
"ok" aku akan pergi duluan bersama harry, ku harap kalian bisa mengambil waktu untuk istirahat
"tentu" terimakasih, ucap sandra
***
"ok" james sepertinya kita berpisah disini, aku senang bekerja sama denganmu, aku harap dilain waktu kita bisa bekerja sama kembali.
"ya, aku harap begitu"
Sandra memeluk james dengan mesra lalu mencium james dengan hangat, membuat james terkejut dan tak berbuat apa apa.
"maaf aku hanya memberi ucapan terimakasih"
"ok"
"bye james"
"ok"
James tak melihat lusi menatapnya dari jauh, lusi melihat semua yang terjadi dan seolah tak terjadi apa apa lusi memilih berlindung di balik kerumunan orang dan pergi dari tempat ia berdiri di awal dia datang. Bunganya ia tinggalkan di bangku tempat ia duduk. Lalu memilih pergi dari bandara.
James keluar dari bandara dan memilih taxi yang terparkir disana lalu pulang menuju rumahnya.
***
"lusi".... panggil james, namun tak ada sahutan
Lusi belum pulang, mungkin sedikit terlambat.
"apa dia sedang pergi" batin james
Lusi masuk ke rumahnya dengan wajah yang kacau, dan melihat jika james telah lebih dulu sampai dirumah.
"lusi" kau pulang
"hei" kau sudah pulang? tanya lusi merubah moodnya
"ya" kau dari mana?
"ah, tidak" aku dari rumah ayahku
"apa dia baik?
"ya" seperti biasanya
"untukmu"
"hadiah ku? "
"ya"
"terimakasih"
***
Tak ada yang spesial sejak kedatangan james, lusi seperti merubah moodnya terhadap james, tidak ada kehangatan lagi. Membuat james curiga dan bertanya pada lusi.
"apa terjadi sesuatu saat aku pergi? "
"tidak"
"kau terlihat berubah? "
"tidak ada yang berubah james" aku masih seperti yang dulu, lusi swan yang cantik dan ceria
"aku suka bagian cantiknya, tapi tidak dengan ceriamu"
"ya" mungkin hanya sedikit lelah!
"kau mau aku memijitmu? "
"tidak, hanya butuh lebih banyak istirahat sudah cukup"
"ok"
Lusi menuju kamar dan memilih tidur cepat, lusi bahkan juga membelakangi james, tidak seperti biasanya.
***
Tengah malam lusi terbangun, untuk kekamar mandi, namun ia melihat ponsel james bergetar, namun james sangat lelap dalam tidur. Lusi melihat ada pesan masuk di ponsel james dan mengambil lalu membuka pesan tersebut. Sandra.....
Sandra mengirim sebuah pesan... lusi dengan ragu akhirnya membuka ponsel james dan melihat sandra mengirim sebuah gambar yang membuat lusi terkejut lalu menutup mulutnya untuk menahan suaranya.....
💘