Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#12



"james ayo bangun" panggil lusi yang melihat james masih tidur diranjangnya


"mmm" james melihat lusi dari balik selimutnya, dan tersenyum melihat lusi menggunakan pakaian khas islandia


"kenapa? "


"apa yang kau pakai? " sambil tertawa


"nenek memberiku ini, dan aku memakainya" apa terlihat aneh?


"hahaha" kau seperti pemain sirkus!


"hah" lusi cemberut lalu melempar bantal ke arah james


"hei, kau cantik lus" aku suka itu! dengan nada mengejek


***


"apa dia sudah bangun? " tanya nenek


"dia lebih dari sadar, dan bahkan sudah bisa mengejekku"


"apa" aku akan memarahinya


"ya" aku setuju! ucap lusi sambil membenahi pakaiannya


Tak lama ayah james duduk dikursi makan, dan melihat lusi memakai pakaian upphlutur. Dia sedikit tersenyum.


"aku rasa aku tidak cocok dengan pakaian ini"


"apa maksudmu? " tanya nenek


"james dan ayah sepertinya mengejekku"


"aku tidak bermaksud bu" sahut ayah james?


"dia terlihat cantik nek" tambah james


"benarkah" tanya lusi


"ya" sahut james, kita harus berfoto dengan itu


"ok" jawab lusi polos


James dan ayahnya tersenyum sambil saling memberikan kepalan tangan tanda jos.


***


Sudah seminggu lusi berada di islandia, banyak hal menarik yang ia temui dan juga kenangan manis disini dan sekarang sudah waktunya untuk ia pulang kembali ke newyork. Lusi juga sudah membeli oleh oleh untuk dibagikan dengan orang terdekatnya


"aku sangat ingin kau tinggal disini lebih lama lusi". "Rumah ini terasa lebih hangat sejak kau datang"


"Aku akan kembali nek" aku sudah merencanakan pernikahanku disini?!


"benarkah? " itu kabar gembira yang tidak bisa aku lewatkan, aku akan menyiapkan semua mulai sekarang!


James hanya tersenyum, melihat neneknya kembali bersemangat, dan ayahnya menitip pesan jika kembali lebih cepat maka lebih baik untuk semua.


"bye nenek"


"ok, bye baby" sambil mencium lusi dan memeluknya dengan tangisan


"bye lusi" ucap ayah james


Ayah james tidak mengambil penerbangan ke newyork sejak ia berpisah dengan istrinya. Ia hanya mengambil penerbangan islandia ke beberapa negara selain newyork.


"kau sedih? " tanya james dalam mobil menuju bandara? "


"aku bahagia james, karna aku akan kembali kesini dengan cerita yang lain"


James mengecup kening lusi dan memeluknya, sampai mereka tiba di bandara. Penerbangan lusi dan james yang singkat membawa banyak kenangan manis, bahkan memorinya penuh dengan islandia. Islandia yang indah, kota apai dan es yang memukau banyak pecintanya.


***


Lusi masih tinggal bersama james di rumah yang dibangun oleh smith untuk putra nya james, rumah dengan penuh kehangatan dan sangat dirindukan bagi pemiliknya. Lusi kembali kuliah seperti biasa dan james juga sama, ditambah dengan pekerjaan barunya sebagai model disalah satu agensi milik tuan ricky sahabat prof ken. Prof ken meyakinkan james untuk menerima pekerjaan itu karna cocok untuk james dan demi masa depan lusi.


"aku akan terlambat hari ini" ucap james


"baiklah, apa kau ada pemotretan hari ini?


"ya"


"ok, apa aku harus masak untukmu? "


"tidak perlu, jika aku pulang aku akan membuat makanan sendiri"


"kaub yakin? "


"ya"


"ok, aku sudah siap" bisa kita berangkat?


"ayo baby"


***


"selamat pagi prof ken"


"aku lihat kalian lebih bersemangat hari ini? "


"ya" kami baru pulang dari islandia" dan ini hadiah kecil untukmu! sambil memberikan hadiah kepada Prof. Ken


"oh, terimakasih lusi" dan menerima hadiah pemberian lusi


"ok, james kau tahu pekerjaaan mu mulai sekarang tidak bisa santai dan main main lagi"


"ya, aku tahu prof" mungkin akan sangat sibuk!


"aku harap kalian cepat menyelesaikan pendidikan ini"


***


Usai kuliah, seperti biasa lusi langsung menuju tempat kerjanya sebagai penulis di art corp.


"hei lusi" ucap nyonya jack


"oh, hai nyonya jack"


"apa kau senang bekerja disini? " akun lihat kau sangat bersemangat


"ya,...ya.. " aku sangat menikmati pekerjaanku! terimakasih nyonya jack


"kau bisa memanggilku tris"


"ok nyonya tris" ah maksudku tris


"senang bekerja sama denganmu lusi"


"aku juga tris" oh ya aku ada hadiah untukmu!


"ah,.. ya"


"liburan yang menyenangkan" thanks sekali lagi lus!


***


"apa aku harus mengatakan kepada james jika aku bekerja di art corp?" dunia terlalu sempit untuk berlari dari kenyataan.. Ucap lusi


"hei lus?" panggil nyonya dakota membuyarkan lamunan lusi


"hei dakota"


"apa liburanmu menyenangkan"


"tentu" menyerahkan hadiah kecil kepada dakota


"ouh, lusi" terima kasih kau mengingatku saat liburan!


"tentu, aku masih berhutang padamu"


"ya, aku akan mengundangmu suatu saat kerumah baruku!"


"benarkah" lusi tampak bahagia mendengar dakota membeli rumah baru.


"ya"


"aku turut babagia untukmu" aku pastikan akan datang


***


Pukul lima lewat tiga puluh menit sore hari, lusi sudah sampai dirumahnya, namun james belum pulang, lusi mandi dan membereskan sedikit rumahnya yang berantakan lalu membuat sandwich dan kentang goreng serta segelas susu untuk james jika nanti dia pulang lebih awal. Lusi membuka beberapa berkas dan file miliknya, dia melihat ada beberapa surat yang dia dapatkan untuk kontrak tulisannya. Namun ia belum yakin jika ia mampu menyelesaikan tulisan itu. Mungkin ia akan meminta pendapat james.


"derg. derg. "


"hallo karen"


"hei, apa kau suka islandia? "


"ya, itu sangat menyenangkan" aku bahkan ingin kembali


"ouh, lusi" jika kau mau pindah kesana?


"entahlah, tapi mungkin aku akan menikah disana"


"benarkah? " aku sangat mendukungmu


"akun akan mengirim hadiah untukmu dan anna, juga merri


"baiklah" apa james dirumah?


"dia pulang terlambat" tapi mungkin dia sudah pulang! sambil melihat ke bawah rumahnya, james membuka pintu


"ok, baiklah sampai ketemu lus"


"ok karen" bye


***


"kau sudah pulang? " tanya lusi memeluk james dan mendapat ciuman dari james


"ya" aku rasa hari ini sangat melelahkan


"kau akan sangat lelah jika sudah mendapat kontrak! "


"ya"


"kau buat aku sesuatu? " melihat makanan diatas meja dapurnya


"ya, aku pikir kau butuh sesuatu untuk perutmu dan pasti kau sangat lelah saat pulang! "


"ok, aku akan memberimu hadiah nanti" sebagai ucapan terimakasih


"apa aku akan lelah? "


"sedikit" mungkin lelah yang menyenangkan! sindir james


Lusi tersenyum, melihat james menggodanya dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri lalu menuju dapur dan memakan sandwich yang disediakan lusi


"james, apa kau tahu aku bekerja magang dimana? "


"tidak" kau tidak pernah bilang padaku!


"kau mau tahu? "


"jika kau mau"


"aku harap kau tidak marah"


"aku curiga lus"


"ok, baiklah" ehm, aku bekerja di art corp"


"apa? "


"ya, aku tidak tahu jika ibumu ada disana" jika saja aku tahu lebih awal jika disana ada ibumu, mungkin aku tidak akan bekerja disana!


"kau tidak salah" james menghentikan makannya!


"james" aku....


"mungkin dia akan tahu suatu saat nanti tentang hubungan kita" dan aku harap kau tidak mengundangnya kerumah!


"ya, tentu, baiklah"


"ok"


"maafkan aku james"


"sudahlah" mungkin tuhan ingin menyampaikan sesuatu padaku melalui dirimu!


"oh, james" sungguh aku tidak.... "


"tidak, tidak, tidak" kau tidak salah.. its ok!


"bisa kita tidur awal? "


"kau mau hadiahmu? "


"sepertinya begitu"


James menggendong lusi menuju kamar sambil mencium b***rnya dengan mesra. Lusi membiarkan nya karna ingin james melupakan obrolannya dengan james sesaat....


Seperti membayarnya dengan bercinta...


💘