Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#29



Saat hangat pagi masih bisa menyentuhmu, saat itu pula kau harus bangkit melangkahkan kakimu, menggapai angan angan yang tertunda. James pria yang aku cintai mewakili semua kebencianku pada diriku sendiri, namun dialah yang mampu membuat aku aman disampingnya..


***


"ayo masuk"


"kau tinggal disini? "


"ya" aku tinggal disini, dan jessica disebelahku.


"satu ranjang? " menunjuk ranjang lusi


"ya" maksudku aku hanya sendiri, dan aku tidak pernah menerima tamu lain


"apa aku tamu pertama mu? "


"aku rasa begitu" sambil meletakkan tas


"aku akan tinggal disini sementara waktu" mungkin tidak perlu izin dengan pemiliknya


"ya"...kau mungkin...


"kita masih suami istri lus"


"ya" kau benar


"aku hanya ingin memulai lagi denganmu"


"entahlah jmaes, tapi kita bisa mencoba" aku suka mencoba hal baru


"kita hanya melanjutkan lus" kau bagian dariku, dan akan menjadi sisi terbaikku


"james"


James melangkah mendekati lusi, memeluknya dan menciumnya dengan mesra.


"kau mau?"


"ya"


"katakan kau mau"


"ok" aku mau...


***


"tok.. tok..


"lusi" teriak jessica


"sorry" itu... sambil membuka pintu


"ouh, ada tamu tampan" apa kau tidak kekantor hari ini?


"ya" aku... akan...


"it's ok" aku tahu maksudmu, aku akan mengizinkanmu, teruskan saja... sambil senyum sendiri. Bye james.. ucap jessica


"terimakasih jes"


"maaf, jessica,...dia memang sedikit berisik..


"aku tidak apa"


"kau mau minum? "


"tidak"


"apa kau lapar? " aku akan masak


"bagaimana dengan? "


"memakanku? " aku suka itu, tapi kau harus mengisi energimu, kau mungkin tidak tahu jika aku sekarang lebih ganas dari mu


"benarkah? " aku penasaran, sambil tertawa


"ok" james, bagaimana newyork? "


"new york sepi tanpamu"


"ya" pasti.. aku tahu itu, kau sudah bertemu ibumu?


"tidak ada alasan untuk bertemu dengannya"


"ok" kau masih keras kepala,


"kau bisa mengubahku"


"kau yakin?"


"ya" tentu


Lama lusi dan james saling pandang, mereka seperti terbawa kedalam kenangan masa lalu saat bersama, saat berdua, saat menghabiskan waktu bersama. Tak ada yang indah kecuali bersama dan menata hubungan itu kembali.


"kembalilah" james menarik lusi, dan mulai menyusupkan tangannya kedalam kemeja yang dikenakan lusi


"james"...


"kau tidak mau"


Lusi menggeleng kepalanya.


"aku hanya takut jika aku tidak mampu"


"kau cukup berada disampingku" bisik james ditelinga lusi


mereka masih terikat hubungan suami dan istri yang saling mencintai


"aku"... james..


"cobalah denganku" sekali lagi, melewati rintangan didepan, james masih berbicara sambil berbisik ditelinga lusi. Membuat lusi mulai terbawa arus yang dibawa james .


Sambil memejam matanya, lusi mengikuti arah permainan james. Perlahan, kembali dengan cinta pertamanya bersama seperti dulu.


"james"...


"katakan jika ini terasa sakit"


"ok"


Tak ingin menyakiti lusi, yang pernah mengalami abortus yang mengakibatkan trauma pada lusi. James memainkan dengan perlahan. Agar lusi merasa nyaman dengannya dan tak merasa traumanya kembali.


"james"


"kau bisa lus"


Mencoba masuk kembali kedalam dunia dimana hanya ada james dan lusi, dunia dimana mereka bisa menciptakan apa yang mereka inginkan.


***


Pukul tujuh malam.


James masih tertidur dengan punggung lusi sebagai bantal, hanya selimut sebagai penutup kulit putih milik lusi dan james.


"ouh, ****" jam berapa sekarang? " teriak lusi


"aku tidak tahu" jawab james masih enggan membuka mata.


"james" bangun, aku menjadi malas saat bersamamu


"apa itu buruk? "


"james ayo sadarlah" aku harus mandi dan makan, aku butuh sesuatu untuk perutku


"ok" dengan malas james bangun


"hei" apa kau bisa menutup tubuhmu dengan selimut?


"tidak"


"tidak mau"


"james" lepaskan aku, lusi berteriak dan memberontak, james....


"aku masih lelah"


"kau tidak bekerja sedikitpun" teriak lusi


"aku bekerja keras" aku akan memetik hasilnya


"lepaskan aku".... ouch...


Lusi dan james jatuh dari ranjangnya dan berhimpitan dilantai dengan selimut menutupi tubuh mereka


"lepaskan aku"


"aku sedang berusaha" selimut yang sial, ucap james kesal.


"ok" lepaskan dulu selimutnya


"ini sperti melilit"


"kau hebat james"


"aaaahhh" james, apa yang kau lakukan?


"melepaskan selimutnya agar kita bisa keluar dari sana"


"dasar kau" pria gila, tidak punya malu, dan kau... samnil marah dan sangat kesal


Lusi pergi menuju kamar mandi dengan menutup bagian tubuhnya hanya dengan tangannya, james yang melihat hanya tertawa terbahak bahak karna itu sangat lucu menurutnya.


"diam kau" teriak lusi


"aku suka itu lus"


"dasar pria m***m" berhenti tertawa dan pakai pakaianmu


"aku tidak mau"


"james"


Lusi terlihat masih seperti dulu, dengan suara kesalnya saat dia mulai merasa marah. Dan tubuhnya terlihat sedikt kurus, namun tak membuat cantiknya hilang. James melihat lusi dari ranjangnya dan lusi dikamar mandi kacanya. Masih dengan posisi tidur dengan tangan di dagunya.


"kau masih disana? "


"ya"


"james" apa kau benar benar rusak saat aku tinggalkan?


"tepat sekali"


Lusi bergerak menuju james dan mendorongnya dari tempat tidur menyuruhnya mandi dan sarapan di malam hari.


"ayo bangunlah james" mendorong dengan kuat


***


"aku akan mengajukan pindah dari sini dan kembali ke new york"


"aku setuju"


"bagaimana dengan pekerjaanmu? " tanya lusi


"masih sama seperti dulu" aku pernah ingin mundur, namun prof. ken melarangku, dan menyuruhku berubah untuk lebih jujur dan peka terhadap pasangan


"itu bagus"


"kau senang berada disini? " sambil memakan sandwich dimejanya


"kau yang membuat ku bertahan" jawab lusi


"ya" aku minta maaf, aku seharusnya lebih memahamimu!


"terimakasih james"


"aku akan bicara pada ibuku"


"itu bagus"


"kau sering menghubungi karen? "


"ya" dia bercerita tentang mu! kau sangat menyedihkan, dan sangat menderita


"ya" lebih buruk dari itu dan rasanya seperti ingin terjun bebas dan menutup mata


"kau bertahan"


"demi mu" jawab james


"kita sama"


"kita seharusnya bersama" dan tidak begini


"james" lusi meneteskan air matanya dan james menghapus air mata itu dengan lembut dipipinya, lusi memegang tangan james dan mengecup tangan yang selalu mengangkatnya disaat ia tertidur dan juga tangan yang selalu membelainya.


***


"aku akan kehilangan teman baru" ucap jessica


"tidak, kita akan saling berkomunikasi" hei, bagaimana pacar tampanmu?


"ya" dia tidak baik untukku"


"kau akan menikah dengan james? "


"untuk kedua kalinya? "


"apa? " teriak jessica, kau dan dia....


"ya" dia suamiku


"ouh" kau beruntung lus! aku iri padamu


"kau akan ke new york? " kerumahku


"ya" aku pasti... aku akan berkunjung kesana


"aku akan merindukanmu"


"lusi" memeluk lusi dan menangis


***


"aku senang mendengar berita baik ini lus" ucap trish


"terimakasih"


"aku hanya bangga kau tidak sepertiku"


"kita sama" banyak melakukan kesalahan kecil


"kita akan sering bertemu lus"


"ya"


"ok" hati hati... sampai ketemu di new york


"ya" sampai jumpa trish... bye.. memeluk trish dan pergi.... dengan senyum disudut bibir


💘