Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#14



James sudah sangat sibuk sekarang, dia harus mengejar target selesai kuliah tepat pada waktunya, dan juga pekerjaannya sebagai model yang sedikit menyita waktunya bersama lusi. Terkadang ia harus menemukan kekasihnya sudah tertidur disofa karna menunggunya pulang. Seperti malam ini ia harus terlambat lagi untuk makan malam bersama lusi dan melihatnya tidur didepan tivi. Wajah lelahnya tergambar jelas, namun ia masih tetap menunggu james pulang dan berharap bisa sekedar bertemu untuk makan malam.


Beberapa kali james harus menggendong tubuh lusi pindah kekamar tidur tanpa membangunkannya. Dan james harus menikmati makan malamnya sendiri yang telah dingin.


"apa kau mengangkatku lagi"


"siapa lagi? "


"apa kau makan malam tadi? "


"ya" aku menghabiskannya!


"baguslah" aku harus bangun dan menyiapkan sarapan lalu kuliah dan kekantor lagi! ucap lusi seperti melaporkan kegiatannya.


"aku akan pulang telat lagi"


"ya" aku tahu! kau sangat sibuk, dan kita harus mencari waktu untuk berlibur!


"kenapa kau tidak marah dan menuntut ku"


"karna aku menginginkan yang terbaik untukku dan kau" kau harus menikmati pekerjaanmu, tidak dibawah tekanan james


"terimakasih lus"


"sebaiknya aku tidak meminta hadiah kali ini" karna aku lelah dan harus segera berangkat!


"apa kau menolakku? "


"tidak" tapi mungkin ya" sambil tertawa


"ok baiklah" lain kali aku harus mengambil lebih!


"aku menunggu itu" ucap lusi sambil berlalu


***


"james, tuan ricky mengundang kita kerumahnya untuk pesta malam ini" kerja keras kita membuahkan hasil yang bagus, untuk itu dia ingin merayakannya.


"akan aku coba"


"ayolah, dia sangat mengharapkanmu"


"ok"


Sementara lusi tengah asyik melanjutkan tulisannya di kantor.


"hei, lus? "


"oh, hai tris"


"apa kau sibuk? "


"tidak, aku hanya sedang menulis"


"bisa menemani ku minum kopi sebentar! "


"ya, tentu, baiklah" aku sangat terhormat dapat undangan darimu!


"ah, baiklah" bisa kita pergi? "


"ya, tentu"


Lusi membereskan barangnya dan mematikan note booknya, seraya meminta izin dengan dakota jika dia ingin minum kopi dengan nyonya jack.


"baiklah lusi" selamat bersenang senang!


"thank you dakota"


***


"lusi, aku dengar kau kuliah di universitas newyork? "


"ya, benar" aku mahasiswi semester lima!


"apa jurusan yang kau ambil? "


"sastra"


"waw, itu bagus untukmu" sambil menyeruput kopi miliknya disebuah cafe pinggir jalan


"ya" terima kasih!


"apa kau kenal dengan james? " dia juga kuliah disana?


Seketika lusi terdiam dan memasang wajah tegang.


"ya, aku mengenalnya" sambil tersenyum. Dia sangat tampan dan pintar, wajar semua orang mengenalnya terutama wanita


"apa kau mengambil kelas yang sama? "


"ya, terkadang kami berada dalam satu kelas"


"dan kau kekasihnya?"


Lusi terdiam dan mengalihkan wajahnya melihat sekitar cafe.


"kau mencari tahu? " tanya lusi


"ya, sejak kau memberikan aku hadiah dari islandia"


"apa aku boleh bilang, aku menyesal memberikannya padamu? "


"maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu" aku hanya merindukannya, kau tahu aku memang jahat padanya dan aku sangat menyesal!


"seharusnya kau katakan itu padanya nyonya jack"


"ya, kau tahu dia sangat marah padaku" dia bahkan tak ingin melihatku, tris mulai mengungkap kesedihannya


"aku tidak bisa bantu banyak nyonya jack" kau tahu maksud ku!


"ya, aku tahu" aku sudah sangat bahagia karna ada wanita hebat disampingnya!


"kau berlebihan" aku juga memiliki kekurangan dan kesalahan! semua orang punya, namun aku ingin berusaha untuk lebih baik!


"ya, kau benar" kau tahu aku masih mencintai smith, yah..... miller smith!


"untuk menutupi kesalahan ku" james tak ingin melihatku, dan aku malu dengan jenny, dia wanita yang sangat baik. Dia menerima aku dan memaafkanku, tapi tidak dengan james.


"ya, aku tahu dia sangat terluka"


"aku ingin bertemu dengannya! "


"tidak saat ini tris"


"ya, mungkin suatu saat" aku berharap dia bisa memaafkan ku!


***


Lusi pulang kerumah, di tengah jalan dia berpikir, sebaiknya dia tidak mengatakan apapun kepada james tentang pertemuannya dengan tris, ibu kandungnya.


Sementara james tengah menikmati undangan tuan ricky karna merayakan kesuksesannya. Dia minum dan tanpa terasa dia mulai mabuk dan kehilangan kendali. Tuan martin manajernya memesan taxi untuknya yang mengantar james pulang kerumahnya. pukul dua puluh tiga malam, james baru pulang kerumahnya, lampu masih hidup, pertanda lusi masih terjaga.


"lusi"


"james, apa kau mabuk? " lusi sedikit panik


"tidak" aku hanya minum sedikit


"kau bau alkohol, lalu memapahnya untuk naik kekamar.


"apa aku harus menidurkannya di sofa bawah ini? " batin lusi


Lusi berpikir jika dia meninggalkan james, pasti sangat dingin malam hari dan dia akan sakit, akhirnya lusi memutuskan untuk membawanya kekamar di lantai atas.


"pegang aku james" sambil memeluk james dengan kuat. Ayo gerakkan kakimu, ucap lusi


Perlahan lusi membawanya keatas menuju kamar, dengan susah payah lusi membopong kekasihnya hingga akhirnya james berada diatas ranjang hangatnya.


"kau tahu, kau sangat berat" aku hampir pingsan membawamu! lain kali jangan minum lagi! ucap lusi pada james yang langsung tertidur dari tadi.


Akhirnya lusi pun ikut berbaring disamping james yang tidak bergerak sama sekali. Lusi memeluk james dengan erat.


"kau tahu aku bertemu ibumu hari ini" kami minum kopi bersama! dia baik james. Ucap lusi mulai tertidur.


***


"james, ayo bangun, apa kau tidak ada kelas hari ini? " tanya lusi seraya mengucekn matanya dan masih menguap tanda kantuk masih menguasainya.


James tak bergeming, sampai lusi mengguncang tubuh james, membuat nya harus membuka kelopak matanya.


"mmm" sahut james


"apa kau ada kelas? "


"tidak" jawab james malas


"baiklah, aku akan kuliah hari ini karna ada kelas! " kau istirahat lah, aku akan pulang cepat.


Lusi menyiapkan sarapan seperti biasanya dan segera berangkat ke kampus, Namun hari ini lusi meminta izin untuk tidak masuk kekantor karna james sepertinya kurang enak badan.


"baiklah lusi"


"terima kasih dakota" aku akan segera masuk jika ia sudah membaik.


"ok" jawab dakota


***


"james" panggil lusi dirumahnya


Lusi mendengar suara darin kamar mandi di bawah dan ia menuju suara, sepertinya james.


"James, apa kau didalam? "


Lusi melihat james tengah duduk di dekat toilet dengan wajah pucat dan muntah disana.


"apa yang terjadi padamu? " apa kau muntah?


James tak bergeming, seketika tubuhnya ambruk tak bergerak di lantai kamar mandi.


"James"


Lusi menelpon sembilan satu satu yang segera memberi bantuan. James segera dipasang selang oksigen dan langsung membawa james ke rumah sakit.


"pasien tidak sadar diri saat kami bawa, dia juga muntah sepertinya dia minum alkohol sebelumnya" sahut tim sembilan satu satu kepada petugas rumah sakit


Perawat langsung membawa james menuju IGD, dan langsung dilakukan pemasangan infus dan beberapa peralatan medis lainnya. Lusi menunggu james diluar ruangan, ia sama sekali tidak tahu harus berbuat apa, ia hanya menunggu. Sampai james dipindahkan keruang intensif.


"apa kau keluarganya? " tanya perawat


"ya"


"tolong tanda tangan disini, kami akan melakukan operasi padanya"


"apa? " tapi kenapa?


"lambungnya mengalami luka dan mengakibatkan ia mengalami pendarahan"


"baiklah"


Lusi menandatangani surat persetujuan penanganan pasien lebih lanjut.


"james" apa yang terjadi padamu? batin lusi


"lusi" panggil jasmin


"jas" kau disini?


"ya" apa yang terjadi?


"aku tidak tahu"


***


Dokter keluar dari kamar operasi dengan wajah lelah, tidak ada pernyataan apapun dari dokter. Diam dan berlalu begitu saja.


💘