
kematian, kelahiran, perceraian dan pernikahan silih berganti, ada yang berlari, berjalan maupun merangkak... seakan semua mendekati kearah yang sama ditempat ku berdiri.., menciptakan kenangan indah sebelum semua terlambat adalah hal yang ingin ku lakukan saat ini.
James tak langsung kembali ke new york pasca kepergian jenny, orang yang dicintainya sejak kecil. James memilih tinggal sementara waktu di islandia, rumah kenangannya bersama jenny, ayah dan ibunya.
"james"...
James melihat lusi memanggilnya dan tak menjawab, hanya duduk di sudut kamarnya melihat keluar jendela dengan tatapan kosong. Setiap kita sudah memiliki masalah yang harus kita selesaikan dengan cara kita sendiri.
"aku tidak ingin mengganggumu" tapi kesedihan seperti ini tidak diinginkan jenny. Aku pernah berada diposisimu james, aku tahu persis bagaimana rasanya.
Lusi ingin pergi meninggalkan james sendiri, namun james menahannya dan membawa lusi diatas pangkuannya seraya memeluknya dengan membenamkan wajah nya ke dada lusi dan menangis seketika.
"menangislah" keluarkan apa yang kau rasakan saat ini dan kemarin, kau akan merasa lebih baik segera, aku disini bersamamu.
Lama lusi memeluk james, sampai james merasa lelah dan tidur, lusi melepas pelukannya dan membiarkan james tertidur dikursinya, menyelimuti james dan mengecup keningnya.
"dia tertidur? " tanya smith
"ya" dia lelah
"biarkan saja" apa kau mau menemaniku minum?
"ya"
"sepertinya islandia akan merasa sepi mulai sekarang" ucap smith
"ya" kita semua kehilangan jenny
"aku akan sangat kesepian disini"
"seperti ayahku" yang tidak memilih menikah lagi
"ya" mungkin kami pria yang malang dibumi ini
"tidak" justru disitulah kehebatan kalian yang tidak dimiliki oleh pria lain. Apa kau benar benar tak ingin memulai kehidupan baru?
"mungkin aku akan mencoba"
"aku senang kau bersemangat"
"kapan kau akan memberiku cucu? "
"ya" aku masih berusaha memberimu cucu
"aku sangat menantikan itu"
Menjelang sore, lusi berjalan disekitar tempat tinggal james, melihat kota indah itu dengan segala kenangan yang tersimpan rapi dimemorinya juga kegundahan hati seorang lusi.
"kau tidak dingin? " tanya james mengagetkan lusi
James memasang baju hangat ke tubuh lusi.
"kau sudah bangun? "
"ya"
"kau merasa baik sekarang? "
"sepertinya begitu" tapi...
"tapi apa? "
"aku kehilangan wanitaku saat aku bangun"
"kau mendapatkannya sekarang" lusi tersenyum lalu memeluk james dengan erat dan james kembali memeluk lusi dengan hangatnya.
"kau mau makan sesuatu? "
"ya" aku pikir aku lapar"
"ayo"
"kemana kita pergi? "
"sebuah hutan? "
"apa" kau mau aku menjadi santapan harimau, aku yang lapar bukan hewan buas itu, dengan kaget dan wajahnya yang tampak merah menahan kesal pada suaminya itu
James hanya tertawa dan menarik tangan lusi menuju tempat yang disebutkannya. Mereka menaiki bus dan berjalan sedikit, lalu sampai ke tempat yang dimaksud james.
"james" kemana kau membawaku? " lusi berhenti melangkah
"mereka sangat lapar lus" aku kasihan pada mereka
"kau tidak menyayangiku? " lusi mulai gelisah
"ayolah lus" kita akan bersama
"bersama menyusul jenny? " aku tidak mau, aku belum siap, aku bahkan masih berusaha untuk hamil...
"hahaha" ayolah, james menarik paksa lusi menuju sebuah gubuk yang terlihat sangat sederhana dari luar, namun sangat menakjubkan dari dalam
"wao" apa ini? indah sekali
"tempat aku akan menerima makanan enak "
"apa? "
James memesan makanan dan juga minuman untuk mereka berdua, sambil menunggu makanan datang james mendengar musik yang dibawa oleh penghibur di cafe tersebut.
"kau sering kesini? "
"ya" dulu, sejak aku pindah ke new york aku tidak pernah kesini lagi.
"hai james" ucap salah satu gadis disana sambil memeluk james dengan gembira seperti seseorang yang sudah lama tidak bertemu.
"hai steph" kenalkan dia lusi..
"ouh" hai lus, kau beruntung mendapatkannya, karna banyak gadis disini menunggunya untuk dipinang walau dia sedikit brutal tapi pesonanya selalu meluluhkan..
"steph" ucap james
"ok" aku tidak akan mengganggu.. silahkan menikmati..
"wow" kau rupanya sangat terkenal james
"ya" itulah aku, james menjawab dengan sangat sombong
"ya" aku sepertinya sangat beruntung
"kau beruntung lus"
"ok" sepertinya kau tidak beruntung james, mendapat kan gadis sepertiku
"itun kelebihanku" bisa mendapat wanita kuat sepertimu. Dengan wajah serius dan cuek
"ok"
James menghabiskan sedikit waktu bersama lusi dengan makan malam di aurora cafe dan menikmati lagu lagu yang indah membuat pendengarnya terbawa suasana yang sangat dalam.
"kau mau berdansa? " tanya james
"aku tidak bisa dansa"
"aku akan mengajarkanmu"
"serius"
James menyambut tangan lusi dan membawanya menari bersamanya
"aku gugup" ucap lusi
James memegang pinggang lusi dan lusi meletakkan tangannya dibahu james, sangat indah, james sebenarnya hanya ingin mencoba melupakan kesedihannya atas jenny. Lusi mulai menikmati berdansa dengan james dan mulai bisa mengimbangi james.
"kau bisa? "
"ya" aku baru belajar
"terimakasih sudah ada disini" ucap james ditelinga lusi sambil mempererat pelukannya hingga lusi harus memeluk leher james lebih dekat.
"james"
"james"... lusi seperti tercekik saat ingin mengatakan hal yang sangat vital baginya, namun sungguh berat.
***
"pagi james" lusi melihat james sudah bangun tapi masih berada diranjangnya sambil mengecek ponselnya.
"hai" selamat pagi.. tidur mu nyenyak?
"ya" karna kau disini, disampingku
James mengecup kening lusi lalu kembali memeluknya.
"kau mau ikut denganku pagi ini? "
"kemana? "
"hutan"
"james" ada apa denganmu? kenapa selalu hutan?
"haha" aku akan mengajakmu ke gunung kali ini!
"kau benar benar akan memberi santapan pada harimau gunung itu"
"ya" kau sudah makan enak, kurasa tubuhmu sangat enak jika dimakan harimau pagi ini
"james" teriak lusi membuat keributan dirumah jenny pagi itu.
"kau mengganggunya? " tanya smith
"akun suka mengganggunya"
"bersiaplah"
***
"ok" apa kita bertiga yakin akan hal ini? tanya lusi ragu ragu
"sebaiknya kau bersiap" perintah james
"james" kau....
"hei" berhenti mengganggunya, pinta smith
"ayo jalan" ajak james, dan tetap dibelakangku
Pagi ini, mereka bertiga ingin mendaki gunung, mengisi hari hari mereka tanpa jenny dan berlibur sejenak sebelum semua kembali normal.
Lusi berjalan ditengah, sedang james berjalan didepan dan smith paling belakang, cuaca cukup cerah dan hangat, bagus untuk mendaki bagi para pecinta gunung. Banyak wisatawan lain yang mendaki, karna musim pendakian sudah dimulai.
"apa kau ok? " tanya smith
"ya" aku ok, jawab lusi
Mereka tampak senang dan menikmati liburan kali ini, dengan bekal di pundak masing masing yang cukup menguras tenaga
"berapa lama perjalanan ini kita tempuh? " tanya lusi
"tiga jam perjalanand" jawab smith
"apa kau sering mendaki? "
"ya" saat james masih kecil
"wow" ternyata dia sangat mempesona dengan banyak hal
"sekarang kau tahu siapa aku lus" ucap james
"ya" mr. james kau punya banyak rahasia
***
"luar biasa" ucap lusi melihat pemandangan dari atas gunung.
Dengan pemandangan indah sekelilingnya, mereka seperti diatas awan. Smith mulai membangun tenda bersama james.
"hei nona" apa kau tidak ingin membantu?
"aku?" tidak terima kasih, aku akan duduk menikmati pemandangan disini
"kau hebat"
"terimakasih"
Smith hanya tersenyum melihat anaknya hanya bisa mengganggu lusi, dan lusi sangat tahu bagaimana cara menghadapi james. Semua sudah siap bahkan tempat mereka memasak pun sudah siap. Api sudah dihidupkan, mereka siap memasak air untuk menghangatkan tubuh.
"apa kita bisa tinggal disini james? "
"ya" kau pintar sekali nona, apa kau benar benar ingin menjadi mummi disini
"apa? "
"dasar bodoh"
"kau mengejekku lagi? "
"tidak nona" aku hanya bilang jika kau tinggal disini kau harus mengangkat batu sendiri keatas gunung ini
Lusi hanya cemberut mendengar james. Mereka bermalam di atas gunung sambil menghangatkan diri dengan api unggun
"disini dingin sekali"
"kau mau aku tambah kopi panasmu"
"tidak, aku hanya ingin pelukanmu james"
"kau mendapatkannya" sambil memeluk lusi yang sudah seperti robot, karna tubuhnya dipenuhi baju hangat.
Mereka menghabiskan liburan singkat diatas gunung malam itu, bercerita tentang masa lalu dan juga masa depan yang akan mereka habiskan. Malam yang indah dan sangat hangat bersama orang tercinta dan sangat peduli dengan keluarganya.
***
"aaahhh" pekik lusi
"hei ada apa? " tanya james panik
"apa kau dengar suara itu? " tanya lusi
"ya" aku dengar, seperti nya itu suara hewan buas penunggu gunung ini, apa dia lapar malam malam begini
"apa? "
"mungkin mereka mencium bau seorang wanita" musim ini juga musim kawin bagi hewan gunung.
"apa"
"kau bisa membantu mereka jika kau mau"
"james" teriak lusi
"james, hentikan omong kosongmu, berhenti mengganggunya atau kau akan menjadi santapan mereka" ucap smith dari tenda sebelah dengan kesal mendengar james yang selalu mengganggu lusi.
"apa aku harus berkorban untukmu" tanya james
"ya" sebaiknya begitu, ucap lusi penuh keyakinan. Sebuah jentikan kecil pun mendarat dikening lusi, membuat lusi mengerang sakit
"kau suka jika aku dimakan"
"yes"
"kau".... james kembali menjentikkan jarinya dikening lusi
"ouch"....
💘