Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#5



"lusi, kami aku dan brown akan pergi beberapa hari" apa kau tidak keberatan jika kami tinggal?


"oh, tentu, aku bisa tinggal" lagi pula aku akan kuliah dan bekerja!


"ok, baiklah" aku hanya pergi satu minggu!


"selamat bulan madu" semoga berhasil!


"apa kau akan mengatakan jika aku akan hamil? "


"itulah inti dari pernikahan"


"ok, terimakasih" smoga saja!


"ok"


***


"hallo lusi, apa kau sibuk hari ini? "


"tidak, aku akan kekantor sebentar lagi"


"bagus, hari ini tuan chris akan bertemu kita dan membahas judul mana yang akan di kontrak"


"benarkah? " baiklah aku akan segera datang!


"baiklah"


***


"hei lusi"


"hei nyonya dakota" apa semua baik?


"tentu, ayo kita naik"


Lusi dan dakota naik kelantai tiga untuk rapat pertemuan kontrak novel oleh perusahaan penerbit dan jika beruntung novel itu akan dibuat sekuel. Semua berharap mereka yang terpilih.


"aku sedikit gugup nyonya dakota"


"itu wajar"


"selamat pagi tuan jack"


"pagi dakota"


"kenalkan ini karyawan baru kita lusi dan dia sudah membuat satu judul novel dan aku rasa layak diperhitungkan! "


"tentu" kerja bagus lusi


"ini nyonya jack" sambil menunjuk nyonya jack


"senang bertemu denganmu nyonya jack"


"hai lusi"


"apa dia istri tuan jack"


"iya benar sekali"


"aku pikir dia sangat ramah"


"tentu saja, dia sangat ramah dan banyak membantu kemajuan perusahaan ini"


"ok"


"baiklah kau tunggu disini, aku akan masuk dan membawa kabar untukmu"


"smoga baik"


"mmm" nyonya dakota tersenyum pada lusi


"apa dia ibunya james? "jika aku tidak salah. Batin lusi. Aku pikir ibunya sangat cantik dan juga ramah, lalu kenapa dia berpisah dari ayah james.


"baiklah, jadi sesuai yang kita inginkan, pecinta novel kebanyakan kisah remaja dan sangat mendominasi dan itu sangat nyata dikalangan remaja saat ini, tidak salah kita mencoba hal hal baru" ucap dakota memberi saran


"aku setuju, tapi kita tidak bisa lepas dari hal hal yang menjadi tujuan perusahaan kita" sahut tuan chris


"ok, kita sudah sepakat akan mencoba" kita akan mencoba novel baru kita, dan smoga pihak agensi tidak keberatan! ucap tuan jack


"ok, baiklah"


"kerja bagus, terimakasih kerja sama nya semua tim"


"oh, baiklah tuan jack" aku sangat senang dengan kerja sama ini jawab tuan chris


"ok" sampai jumpa untuk pekerjaan selanjutnya! aku berharap padamu nyonya dakota!


"terimakasih tuan jack"


***


"hei lusi"


"bagaimana hasilnya?"


"ok" baiklah, karya mu belum bisa dibuat sekuel tapi karya mu akan diterbitkan bulan depan, itu sangat bagus untuk pemula seperti mu!


"benarkah? " terimakasih nyonya dakota! aku berhutang padamu!


"ya, kau harus membayarnya"


"tentu"


Lusi senang karna karyanya akan dilirik dan memiliki penggemar. Hasil kerjanya selama ini tidak sia sia.


***


"hai james" sahut lusi via telpon


"hei, kau dimana? "


"aku dijalan, aku akan menemuimu! "


"kau tampak bahagia"


"ya.. ya" aku sedang bersemangat!


"benarkah? " itu bagus untukmu


"apa kau dirumah? "


"ya"


"ok, tunggu disana! "


Lusi menyempatkan diri untuk belanja beberapa cemilan dan bahan makanan juga beberapa kaleng minuman, terakhir ia kerumah james ia tidak sempat makan.


"tok.. tok..


"hei james"


"hei" sambil memeluk lusi


"apa kau membawa buah tangan? "


"tidak, aku hanya mampir dan membeli beberapa" kau ingat terakhir aku kesini aku tidak sempat makan


"mm" james tersenyum


"ok, james" aku akan menyampaikan berita baiknya


"aku dengar"


"tulisanku akan diterbitkan bulan depan dan itu artinya aku akan memiliki penggemar khusus dan jika beruntung karyaku akan dibuat sekual musim berikutnya! "


"wow" apa aku boleh memberi selamat


"tentu"


James memeluk lusi dan mencium keningnya dengan mesra.


"aku tidak bisa memberi mu hadiah karna ini sangat mendadak, tapi lain kali aku akan memberimu hadiah! "


"aku tunggu" sambil tertawa


"aku senang kau sukses" sambil menyentuh pipi lusi


"thanks"


"apa karen sudah pergi? "


"ya, mereka akan bulan madu seminggu"


"itu bagus"


"tentang apa? "


"kenapa orang tuamu berpisah? "


James melihat lusi dan diam sejenak, lalu berdiri menuju kedapur untuk mengambil minuman yang dibeli lusi. Lusi mengikutinya kedapur dan duduk dikursi meja dapurnya.


"hubungan mereka rumit" ayah ku jarang pulang sedang ibuku sering kesepian dirumah! ibuku memilih selingkuh dan mengakhiri hubungannya dengan ayahku


"jadi kau juga membenci perselingkuhan? "


"cinta itu kita yang pilih" bagaimana prosesnya tergantung kita. Jika tidak ingin menerima kekurangan pasangan harusnya jangan menikah.


Lusi terdiam mendengar perkataan james, kenapa ada orang sangat rasional seperti dia.


"apa kau percaya padaku? " tanya lusi


"aku sudah memilihmu lusi" dan aku harus percaya padamu! sambil melihat lusi dan penuh percaya diri


"aku akan menjaga kepercayaanmu"


"good girl"


"apa kau membenci ibumu? "


"sedikit"


"siapa nama ayahmu? "


"apa kau sedang wawancara? "


"aku hanya ingin tahu"


"miller"


"ok" aku harap bisa bertemu dengannya suatu saat!


"apa kau mau mencoba hal baru? "


"itu terdengar menakutkan"


"hahaha" james tertawa sambil menarik tangan lusi menuju belakang rumah


"apa ini? "


"motor gunung" sudah dimodifikasi untuk jalan terjal dan extreme! kau mau coba


"dengan rok? "


"kau bisa memakai celana dan bajuku"


"ok"


"kau terlihat seksi dengan pakaianku"


"ok, terimakasih"


"pakai helmmu dan jangan lupa jaket" itu untuk membantu jika terjatuh!


"kau akan membuat ku terjatuh"


"hahaha" ayolah lusi, ini perjalanan terjal. Aku pastikan kau aman!


"baiklah, kitanakan tahu nanti! "


"kau siap? "


"ok"


James mulai melajukan motornya melewati jalan setapak di hutan belakang rumahnya sedikit. Licin dan berbatu, sesekali lusi berteriak karna hampir jatuh. Lusi memeluk james erat bahkan ia tak pernah melihat sekeliling nya karna takut jika akan terjatuh.


"ok, baiklah" yang ini cukup sulit, kau berpeganglah!


James melajukan motornya sedikit kencang karna jalan yang mulau tidak bersahabat dengan motornya, dengan lincah james mengendarai motornya hingga mereka sampai di puncak bukit.


"aku suka" ucap lusi


"motorku? "


"tempat ini"


"heh" james tersenyum


"aku akan sering datang kesini"


"kau mau mencoba motorku? "


"mungkin suatu saat"


"baiklah, akun akan mengajarimu suatu saat"


"aku berharap"


"ini tempat yang aku sukai" disini sangat tenang!


"ya, aku bisa merasakannya"


"kau mau mandi? "


"apa"


"didekat sini ada sebuah danau" aku sering mandi disana, jika kau mau!


"aku tdak yakin" aku tidak bisa berenang!


"ayo, ku tunjukkan"


James melajukan motornya menuruni bukit dari tempat ia berdiri, jalan turun justru lebih menegangkan karna bisa saja tergelincir oleh bebatuan dan jalan setapak yang kecil.


***


"ayo turun" kita sampai


"danau nya juga begitu tenang"


"aku sangat ingin membeli area disini suatu saat" jadi aku bebas disini!


"aku setuju"


"ayo kita coba airnya"


"james, aku tidak bisa berenang"


"ada aku"


James membuka pakaiananya begitu juga lusi yang menyisakan baju kaos james yang ia kenakan.


"aku duluan" ucap james


"ok"


"kemarilah" aku bantu


"aku tidak yakin"


"cobalah" kau tidak akan tahu jika tidak mencoba


Lusi akhirnya menuruti james dan mencoba masuk kedalam air dibantu james.


"airnya sangat dingin" aku bisa beku jika lama didalam!


"ayo,naik ke punggungku" kita akan ketengah


"james, sebenarnya aku sangat takut dengan air yang banyak"


"tenanglah"


James membawa lusi ketengah danau dan berenang dengan santai, sedangkan lusi berlindung dibalik punggung james.


***


"kau suka? "


"aku sangat suka disini"


"jadi kau akan berpikir tinggal denganku? "


"mungkin"


Mereka saling menatap satu sama lain


💘