
"baiklah lus" smoga perjalanan mu baik baik saja dan menyenangkan, sampai jumpa lagi
"terimakasih ed" aku tidak akan melupakan oleh oleh untukmu
"wow" aku menunggu itu
"bye"
"bye lus"
*nh*
Pintu rumah terbuka dengan keras, james berusaha mencari lusi dan juga anaknya.
"lusi"...
"james" lusi memeluk james sangat erat, ia tahu ia tidak baik baik saja dan penuh rasa takut saat ini.
"dimana edward? "
"dia sudah pergi"
"apa kalian baik baik saja? "
"ya" ucap lusi
Jully yang keluar dari kamar tampak penasaran, apa yang sedang terjadi disini.
"baiklah kita berangkat"
"ok"
Akhirnya james membawa istri, anak dan juga jully untuk menuju bandara, agar bisa segera berangkat menuju ke islandia.
"maaf kan aku" ucap lusi
"sudahlah" semua baik baik saja itu yang terpenting.
"ya" aku terlalu ceroboh mudah percaya pada orang lain.
"ya" sebaiknya kau hanya harus percaya denganku saja
"what"
"aku bisa memberimu apapun termasuk aaron" aku juga bisa memberi mu tingkat kepuasan yang berbeda, jadi kau tidak perlu pria lain, ucap james serius, namun lusi menanggapi dengan mata berputar...
"ya tuan james" kau benar, aku percaya itu..
"good girl"
Lusi memeluk suaminya dengan tersenyum dan dibalas satu kecupan di kening lusi dengan mesra oleh james. Jully hanya melihat dengan bahagia, itu selalu menjadi pemandangan yang paling indah didunia, saat pasangan kekasih terlihat bahagia.... dan sangat romantis sekali...
*nh*
Islandia, minggu pagi ini terasa begitu sunyi, tidak ada jenny disini... hanya suara air mengalir disamping rumah yang begitu merindukan.. Lusi menikmati masa liburannya selama disana, bersama smith dan memberi sedikit ruang agar kegelisahan nya selama di new york sedikit terasa damai.
Sedangkan di tempat berbeda....
Kediaman james, jalan steel nomor dua puluh tujuh, new york. Saat ini sedang sepi dan sunyi, edward berdiri tepat di pintu samping di halaman belakang. Edward memandang sekeliling rumah itu, membayangkan jika ia lah yang berada dirumah itu bersama lusi mungkin juga aaron. Lama edward berada disana sampai akhirnya ia masuk kedalam rumah menujun kamar james dan lusi.
Edward melihat ranjang lusi dan james sambil duduk diatas sofa, memikirkan jika ia sedang bermesraan dengan lusi dan sangat menikmati tubuh lusi. Edward mungkin sudah mulai menggila dan sangat frustasi, ia tersenyum dan menyentuh ranjang itu, berbaring disana memejamkan mata dan juga bermimpi bersama lusi, wanita yang diinginkannya.
*nh*
"hei bill"
"hei al" apa kau akan bekerja?
"ya" sepertinya begitu, bagaimana denganmu?
"aku juga" namun aku akan ke rumah paman tony dulu
"siapa tony? "
"seorang kepala polisi" ia yang akan menangani kasus edward juga kelompoknya
"benarkah? "
"ya" kita harus bersiap kemungkinan buruk apa yang akan terjadi
"aku sangat gugup bill"
"tenanglah" aku pergi duluan
"thanks"...
*nh*
"lusi"...kapan kau akan menuju kerumah ku? ucap karen melalui telpon
"segera" kami masih di islandia dan akan kesana jika sudah selesai liburan disini.
"baiklah"...aku tidak sabar menunggu aaron..
"ya baiklah" bye..
"bye"...
*nh*
"hei al" panggil edward
"hei ed" kau mau pesan sesuatu?
"aku hanya bosan dengan menu itu"
"apa? " kenapa? kau mau pesan yang lain?
"tidak" aku tidak menyukai makanan disini lagi, terasa tidak enak dimulutku.. aku hanya bosan
"baiklah" apa yang harus aku lakukan untuk merubah moodmu?
"dirimu"
"apa? " apa maksudmu denganku
"sudahlah al" jangan berpura pura lagi, aku sudah tahu jika kau sudah mengetahui siapa aku sebenarnya, katakan pada bill untuk tidak campur dengan urusanku, atau jika tidak dia akan menjadi korban ku selanjutnya...
"ed"...
"aku tidak akan membunuhmu" jika kau tidak ikut campur terlalu jauh, tapi jika kau selalu penasaran maka kau bisa membayar duluan
"kau yang akan menjadi korban selanjutnya ed" ucap bill dari belakangnya tiba tiba
"ouh" kau disini, baguslah kita bisa selesaikan ini secepatnya
Edward mengeluarkan pistol miliknya dari belakang bajunya dan langsung mengarahkan ke bill namun bill dengan cepat merunduk dan menghindar begitu juga alice yang berada dibawah meja, Dooor.. edward terkena tembakan dibagian lengannya dan menjatuhkan senjata yang dipegangnya dengan cepat bill mengambil pistol tersebut lalu mengarahkan nya kewajah edward.
"bangunlah keparat" kau akan merasakan siksaan mulai sekarang
Edward bangun namun berusaha masih melawan hingga tembakan dikakinya dilakukan oleh bill hingga ia kembali tersungkur dan berjalan menuju mobil polisi yang telah menunggunya diluar food center. Berita penangkapan edward sampai ditelinga bos nya yang selalu menanganinya selama ini, namun kali ini tidak seperti dulu, edward tidak dibebaskan dan pihak kepolisian menolak semua jaminannya. Edward di masukkan kedalam penjara sampai pihak polisi menginterogasinya dan menuntaskan jaringan tersebut.
Kelompok edward tak tinggal diam, pihaknya berusaha mengeluarkan edward dari jeruji besi sampai akhirnya salah seorang rekannya berusaha menculik anna saat anna hendak berangkat kesekolah yang diantar oleh karen sendiri, mereka di sergap saat hendak masuk mobil dan dengan lincah karen melawan dan berhasil. Anna akan dijadikan sebagai tawanan agar bisa mengeluarkan edward namun sayang usaha mereka gagal karna karen menembak rekan edward dan mengirimnya ke polisi. Karen banyak belajar sejak bermasalah dengan brown mantan suaminya dulu.
Anna sangat panik dan sempat dibawa kerumah sakit untuk mendapat perawatan psikologisnya, agar trauma nya bisa hilang. Karen tidak menelpon lusi dan james karena tidak ingin merusak liburan mereka dan juga agar lusi tidak panik. Karen kembali memeriksa senjata api miliknya, ia mengisi beberapa peluru kembali di senjatanya dan menambah memasang kamera pengawas rumahnya.
Edward tidak bisa dibebaskan, meski jaminan yang ditawarkan cukup besar, pihak polisi tidak ingin menambah daftar korban edward lagi. Edward seperti orang gila didalam penjara, terkadang ia menangis dan juga menjerit sendiri. Pihak polisi terus mengintrogasinya. hingga ia mengakui perbuatannya dan juga siapa dalang dari perbuatannya dan juga bos kelompoknya.
Pihak polisi terus menggali informasi dan juga melacak semua aktifitas kelompok naze yang membawahi edward kelompok yang sangat di cari oleh polisi dan sulit dijangkau.
"bill"
"tenanglah, semua baik baik saja"
"akun sangat takut"
"tidak, aku ada disini"
"aku mohon jangan jauh dari rumahku"
"ok"... aku akan menemanimu sampai kau merasa aman
"baiklah" berjanjilah bill
"aku janji" edward sudah banyak memakan korban, dan aku berharap sekarang tidak ada wanita lagi yang menjadi korbannya
"apa dia hanya membunuhnya? " tidak menjual organnya
"entahlah" tidak ada yang tahu, namun polisi akan menyelidiki sampai tuntas.
"ok" aku akan berada didekatmu bill
"ok" kau akan berada didekatku...
💘