Touch Me And Believed

Touch Me And Believed
#46



"nyonya lusi swan"


"ya"


"hari ini kau dijadwalkan untuk berkonsultasi dengan psikolog, jadwal mu pukul sepuluh dan suamimu harap mendampingi" ucap perawat


"ya" baiklah


""aku minta maaf" ucap james


"sudahlah"... aku hanya ingin bayiku sehat


"ok" kita akan menjaganya dengan baik


*nh*


"nyonya james" ucap psikolog


"ya"


"duduklah"


"terima kasih"


James dan lusi duduk berhadapan dengan seorang psikolog untuk mendapat informasi terkait kondisi psikis yang dialami lusi


"baiklah".... aku disini bukan ingin menghakimi kalian berdua, justru aku ingin kita sharing tentang masa sulit yang kalian hadapi selama kehamilan. Usia kalian masih muda, mental yang kuat sangat diperlukan selama kehamilan, saling mensupport adalah jalan bijak bagi pasangan muda terutama menghadapi kehamilan pertama.


Psikolog terus memberitahu kepada james dan lusi apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama masa kehamilan termasuk berhubungan intim yang dibolehkan. Semua dilakukan agar hubungan pasangan tidak memudar, lusi mendengarkan dengan seksama begitu juga james. Setelah selesai berkonsultasi lusi dan james diizinkan pulang oleh dokter dengan tetap menjaga komunikasi antar pasangan.


*nh*


"kau mau makan sesuatu? " tanya james


"ya"


"baiklah" kita akan mampir ke food center dan membeli makanan kesukaanmu


"ok" thanks


James melajukan mobil nya untuk ke food center sebelum mereka sampai dirumah.


"lusi" panggil alice


"hei"


"kau sudah boleh pulang? "


"ya" "


aku senang mendengarnya"...


"terima kasih"


"baiklah aku akan memberikan nacco tacco mu nyonya" spesial untuk mu


"thankyou al"


"apa ada lagi yang kau inginkan? "


"tidak"


"baiklah kita bisa pulang"


"ok"


James dan lusi sampai dirumah dan segera masuk kerumah, lusi melihat nacco tacco yang sudah basi dan seikat bunga dilantai rumahnya.


"apa ini? " tanya lusi mengambil bunga dan makanan yang sudah tidak layak konsumsi.


"aku membelinya untuk mu saat pulang kerja kemarin, namun aku mendapat catatan jika kau dirumah sakit"


"terima kasih" ucap lusi tersenyum


"aku senang kau suka", apa kau mau makan sekarang?


"ya"


"baiklah aku siapkan"


Lusi duduk di meja dapurnya sambil mulai memakan nacco tacco yang ia beli, james duduk berhadapan dengan lusi sambil memegang sebotol minuman.


"lus" aku ingin bertanya padamu


"aku dengarkan"


"kau mengatakan padaku jika aku tidak boleh menyentuh mu selama satu tahun, tapi psikolog tadi mengatakan jika hubungan intim diperlukan dan bagus jika dilakukan dengan benar" apa kau sedang membohongiku kemarin?


Lusi yang terkejut mendengar ucapan james hanya berpura pura menikmati makanannya dan sedikit cuek.


"kau tidak mau jawab? "


"aku baru sembuh dan perlu banyak istirahat"


"kau akan istirahat dengan baik jika setelah berhubungan"


"jangan bercanda"


"aku serius, aku bahkan ingin segera melakukannya"


"james" kenapa kau selalu bicara intim?


"intim itu baik"


"apa maksudmu? "


"intim adalah sebuah hubungan yang sangat dekat dan diperlukan, intim adalah dimana pasanganmu bisa mendengar detak jantung hingga nafas mu dengan begitu kuat"


"kau membuat ku takut? "


"aku akan membuatmu nyaman"


"aku tidak ingin anakku terluka karna ulahmu"


"aku akan melakukannya dengan lembut"


"simpan untuk besok"


"lebih cepat lebih baik"


"james, kau tidak bisa memaksaku" kau tidak boleh egois!


"egois diperlukan untuk mempertahankan hubungan yang intim"


"kau akan tahu nanti malam" ucap james sambil berlalu kekamarnya untuk mandi


Lusi selesai menghabiskan makanannya, dan hendak menyusul james keatas dan mandi, saat naik ke tangga ia melihat dirinya dicermin dan berpikir...


"kenapa makan ku banyak sekali akhir akhir ini? " ucap lusi, bagaimana jika aku tidak bisa mengecilkan perut ku lagi


"maka aku yang akan mengecilkannya, dengan olahraga setiap malam" ucap james tiba tiba turun dengan mengenakan handuk penutup area tubuh bawahnya saja


Lusi heran dengan jawaban james.... "apa maksudmu? "


"kau pasti tahu"


"bisakah kau keluar dengan menggunakan pakaianmu? "


"aku suka begini" ini terlihat seksi, jawab james bangga


"dia memang punya tubuh bagus" batin lusi, sambil naik dan masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya agar segar kembali.


*nh*


Malam ini lusi kembali tidur bersama suaminya, diranjang yang sama dan selimut yang sama. Lusi mengenakan piyama tidurnya dan james bertelanjang dada.


"james"


"what? "


"kau tahu, saat dirumah sakit aku merasa ada orang yang berusaha membuka pintu kamarku"


"benarkah? " karna itu kau memintaku untuk menemanimu dan tidak jauh darimu?


"hmm"


"sekarang kau aman"


"entahlah" aku tiba tiba merasa takut


"sungguh? "


James mengelus perut lusi yang semakin membesar, james merasakan ada pergerakan disana.


"dia menendangku" ucap james


"dia menyukaimu" ucap lusi


"ya" seperti ibunya


"james" ucap lusi memandang james dan langsung mendapat kecupan dibibirnya


"aku takut"


"tenanglah, aku tidak akan menyakitinya" james masih mencium lusi dengan mesra membuat lusi mengikuti permainan james, membalas ciuman itu, terasa lebih nikmat karna mereka sudah lama tidak melakukannya.


"james" ucap lusi seraya menyentuh wajah suaminya.


"mmm"


"kau"....


"tidak apa"


"ok"


Karna kondisi lusi yang sedang hamil james melakukan nya dengan pelan agar tidak menyakiti lusi maupun bayinya. James memegang bahu lusi dan dengan beberapa hentakan akhirnya james mengakhiri permainannya.


"ok" maafkan aku, ucap james


"tidak apa" itu terasa cukup baik


"benarkah? "


"mmm"


"kemarilah" james memeluk lusi dan mengecup keningnya, mungkin sang bayi ikut merasakan kehangatan orang tuanya yang berdamai dan mulai memperbaiki diri, dia akan sangat bangga memiliki orang tua yang kuat dan sabar seperti lusi dan james.


Banyak cerita yang nantinya akan diceritakan kedua orang tuanya pada anak mereka, kisah hidup yang begitu panjang dan berliku, hingga nanti ia dilahirkan dari tangan tangan hebat.


James sudah menyiapkan sebuah nama untuk calon bayinya, bayi laki lakinya, james juniornya, nama yang indah dan sangat indah "Aaron".


Lusi terlelap di pelukan suaminya, bagitu juga james yang masih memeluk lusi, hingga pagi hari.


*nh*


"lussi" panggil karen via telpon


"karen"


"kami akan berkunjung kerumah mu besok"


"benarkah? " kau tidak bercanda?


"kami akan datang"


"ok" kalau begitu aku akan bersiap, apa ayah ikut?


"ya" aku, anna, ayah dan merry


"itu luar biasa" aku akan bersiap, bye karen


*nh*


"james"...panggil lusi


"ada apa? " kenapa kau berteriak pagi pagi


"karen akan berkunjung" kita harus belanja, ayo cepatlah bersiap


"apa? "


"james" aku sudah bilang padamu, keluarlsh dengan menggunakan pakaian mu, aku tidak mau jika besok ada keluargaku kau seperti itu


"ok" baiklah, aku hanya begini saat kau dirumah saja


"terserah kau saja" cepatlah...


"ok"


Lusi dan james bersiap untuk pergi belanja karna mereka akan masak dan makan malam dengan keluarganya, lusi bahkan menelpon smith juga trish dan suaminya...


Ini akan menjadi makan malam besar keluarga lusi dan james..


💘